Detail Katalog

ID: 29887
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN ODGJ TERLANTAR DI KABUPATEN MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN / Angga Arista

Edisi: -

Pengarang:
Angga Arista ; Dwi Putri Yuliani
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Gangguan Kejiwaan
Deskripsi Fisik:
14 hlm : Ilust ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
616.895 981 614 2 ANG c
Control Number:
INLIS000000001193116
BIB ID:
0010-0226000200
Catatan
Penelitian ini berangkat dari masalah mengenai ODGJ
yang terlantar diwilayah Kabupaten Muara Enim. Keterlibatan lintas sektoral sangat
diharapkan dalam dalam penangan masalah ini, yang mana agar mereka dapat

mendapatkan pelayanan yang tepat, dan terciptanya keamanan dan ketentraman di
lingkungan masyarakat Kabupaten Muara Enim. Namun sayangnya, penanganan
tersebut belum optimal dikarenakan belum terjalinnya suatu hubungan sektoral yang
kuat baik dari masyarakat, pemerintah, dan swasta dalam menangani kasus ini. Tujuan:
penelitian ditujukan untuk mengkaji mekanisme yang tepat dalam penanganan ODGJ
terlantar di Kabupaten Muara Enim, dengan menggunakan konsep Collaborative
Governance serta mengetahui faktor pendorong dan juga faktor penghambatnya. Teori
yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah Teori Collaborative Governance
yang dicetuskan oleh Ansell dan Gash. Metode: Dalam proses pengkajian peneliti
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yakni
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil kajian yang peneliti
lakukan pada penelitian ini didapati bahwa eksklusivitas masing-masing sektor dan
kondisi sumber daya yang berbeda, yang dipertemukan dengan objek masalah pada
penelitian ini yakni ODGJ terlantar, menjadi faktor utama dalam mendorong adanya
suatu tindak kolaboratif antara masing-masing sektor dalam menangani masalah ODGJ
terlantar ini. Namun disamping faktor pendorong tersebut, masih ditemukan faktor
penghambat seperti pengalokasian dana dalam penanganan ODGJ terlantar ini oleh
masing-masing sektor dan adanya permasalahan dasar seperti sulitnya upaya
mengendalikan kondisi emosional dari pengidap saat diamankan serta belum ada SOP
khusus dalam hal penanganan masalah ini. Masalah-masalah ini dapat menjadi faktor
yang mengganggu kelancaran tindak kolaboratif antar sektor yang akan dilaksanakan.
Maka dari itu, perlu adanya perhatian khusus oleh masing-masing sektor dalam
menghadapi masalah ini agar tidak menjadi kendala berkepanjangan dalam upaya
kolaboratif yang dilaksanakan dalam penanganan ODGJ terlantar itu sendiri.
Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini, diketahui tindak kolaboratif dalam
penanganan ODGJ terlantar sudah dapat dilaksanakan, namun lintas sektoral yang
terlibat masih perlu memperhatikan langkah komprehensif dalam menangani faktor
penghambat yang telah peneliti jabarkan pada penelitian ini.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04541/IPDN/2024 616.895 981 614 2 ANG c Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193116 1
005 _ _ 20260204121104 2
035 # # $a 0010-0226000200 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN ODGJ TERLANTAR DI KABUPATEN MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN /$c Angga Arista 4
100 _ # $a Angga Arista 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 14 hlm : $b Ilust ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19000 8
700 _ # $a Dwi Putri Yuliani 9
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 10
082 # # $a 616.895 981 614 2 11
084 # # $a 616.895 981 614 2 ANG c 12
020 # # $a - 13
650 # 4 $a Gangguan Kejiwaan 14
520 # # $a Penelitian ini berangkat dari masalah mengenai ODGJ yang terlantar diwilayah Kabupaten Muara Enim. Keterlibatan lintas sektoral sangat diharapkan dalam dalam penangan masalah ini, yang mana agar mereka dapat mendapatkan pelayanan yang tepat, dan terciptanya keamanan dan ketentraman di lingkungan masyarakat Kabupaten Muara Enim. Namun sayangnya, penanganan tersebut belum optimal dikarenakan belum terjalinnya suatu hubungan sektoral yang kuat baik dari masyarakat, pemerintah, dan swasta dalam menangani kasus ini. Tujuan: penelitian ditujukan untuk mengkaji mekanisme yang tepat dalam penanganan ODGJ terlantar di Kabupaten Muara Enim, dengan menggunakan konsep Collaborative Governance serta mengetahui faktor pendorong dan juga faktor penghambatnya. Teori yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah Teori Collaborative Governance yang dicetuskan oleh Ansell dan Gash. Metode: Dalam proses pengkajian peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil kajian yang peneliti lakukan pada penelitian ini didapati bahwa eksklusivitas masing-masing sektor dan kondisi sumber daya yang berbeda, yang dipertemukan dengan objek masalah pada penelitian ini yakni ODGJ terlantar, menjadi faktor utama dalam mendorong adanya suatu tindak kolaboratif antara masing-masing sektor dalam menangani masalah ODGJ terlantar ini. Namun disamping faktor pendorong tersebut, masih ditemukan faktor penghambat seperti pengalokasian dana dalam penanganan ODGJ terlantar ini oleh masing-masing sektor dan adanya permasalahan dasar seperti sulitnya upaya mengendalikan kondisi emosional dari pengidap saat diamankan serta belum ada SOP khusus dalam hal penanganan masalah ini. Masalah-masalah ini dapat menjadi faktor yang mengganggu kelancaran tindak kolaboratif antar sektor yang akan dilaksanakan. Maka dari itu, perlu adanya perhatian khusus oleh masing-masing sektor dalam menghadapi masalah ini agar tidak menjadi kendala berkepanjangan dalam upaya kolaboratif yang dilaksanakan dalam penanganan ODGJ terlantar itu sendiri. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini, diketahui tindak kolaboratif dalam penanganan ODGJ terlantar sudah dapat dilaksanakan, namun lintas sektoral yang terlibat masih perlu memperhatikan langkah komprehensif dalam menangani faktor penghambat yang telah peneliti jabarkan pada penelitian ini. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 04 Feb 2026
Export