Detail Katalog

ID: 29895
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PENERTIBAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU / muhammad firman rimaldo

Edisi: -

Pengarang:
muhammad firman rimaldo ; Udaya Madjid
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Satuan Polisi Pamong Praja
Deskripsi Fisik:
10 hlm : - ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
363.285 981 411 1 MUH p
Control Number:
INLIS000000001193124
BIB ID:
0010-0226000208
Catatan
Negara Indonesia memiliki komitmen yang kuat
dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakatnya, dengan fokus pada
pengurangan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan penanganan masalah sosial seperti
gelandangan dan pengemis. Meskipun menghadapi tantangan berat selama pandemi
COVID-19, pemerintah dan berbagai pihak terus berupaya untuk mencapai tujuan
tersebut. Di Provinsi Riau, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin secara keseluruhan
pada tahun 2022, meskipun Kota Pekanbaru mengalami peningkatan dalam tingkat
kemiskinan. Hal ini menimbulkan permasalahan sosial seperti tunawisma dan praktik
mengemis. Dalam mengatasi masalah ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
memainkan peran penting dalam menegakkan peraturan daerah dan mendorong tata kelola
pemerintahan yang baik, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih adil dan
berkelanjutan bagi seluruh warga Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
dan menganalisis Penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong Praja
(Satpol PP) Kota Pekanabaru Provinsi Riau. Metode: Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data primer dan sekunder menjadi
sumber analisis, yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan
kesimpulan Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penanganan
masalah gelandangan dan pengemis melibatkan berbagai upaya seperti penertiban
langsung dan tidak langsung. Upaya ini didukung oleh kerjasama antara Satuan Polisi
Pamong Praja, OPD, dan masyarakat setempat. Meskipun terdapat kekurangan dalam
pemenuhan sarana dan prasarana serta sosialisasi aturan kepada masyarakat umum, tetapi
upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran kolektif dan memastikan penegakan
hukum yang efektif dan berkelanjutan. Pelaporan dan evaluasi terhadap hasil operasi juga
menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam proses
penanganan masalah sosial ini Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yakni terkait
penertiban terhadap gelandangan dan pengemis di Kota Pekanbaru sudah berjalan dengan
baik walaupun dari beberapa indikator belum menunjukan keberhasilan yang sangat
detail. Namun dari segi tingkat kuantitas, jumlah gelandangan dan pengemis di Kota
Pekanbaru sudah mengalami penurunan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04547/IPDN/2024 363.285 981 411 1 MUH p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193124 1
005 _ _ 20260204122204 2
035 # # $a 0010-0226000208 3
245 1 # $a PENERTIBAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU /$c muhammad firman rimaldo 4
100 _ # $a muhammad firman rimaldo 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 10 hlm : $b - ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18467 8
700 _ # $a Udaya Madjid 9
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 10
082 # # $a 363.285 981 411 1 11
084 # # $a 363.285 981 411 1 MUH p 12
020 # # $a - 13
650 # 4 $a Satuan Polisi Pamong Praja 14
520 # # $a Negara Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakatnya, dengan fokus pada pengurangan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan penanganan masalah sosial seperti gelandangan dan pengemis. Meskipun menghadapi tantangan berat selama pandemi COVID-19, pemerintah dan berbagai pihak terus berupaya untuk mencapai tujuan tersebut. Di Provinsi Riau, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin secara keseluruhan pada tahun 2022, meskipun Kota Pekanbaru mengalami peningkatan dalam tingkat kemiskinan. Hal ini menimbulkan permasalahan sosial seperti tunawisma dan praktik mengemis. Dalam mengatasi masalah ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memainkan peran penting dalam menegakkan peraturan daerah dan mendorong tata kelola pemerintahan yang baik, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi seluruh warga Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanabaru Provinsi Riau. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data primer dan sekunder menjadi sumber analisis, yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penanganan masalah gelandangan dan pengemis melibatkan berbagai upaya seperti penertiban langsung dan tidak langsung. Upaya ini didukung oleh kerjasama antara Satuan Polisi Pamong Praja, OPD, dan masyarakat setempat. Meskipun terdapat kekurangan dalam pemenuhan sarana dan prasarana serta sosialisasi aturan kepada masyarakat umum, tetapi upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran kolektif dan memastikan penegakan hukum yang efektif dan berkelanjutan. Pelaporan dan evaluasi terhadap hasil operasi juga menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam proses penanganan masalah sosial ini Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yakni terkait penertiban terhadap gelandangan dan pengemis di Kota Pekanbaru sudah berjalan dengan baik walaupun dari beberapa indikator belum menunjukan keberhasilan yang sangat detail. Namun dari segi tingkat kuantitas, jumlah gelandangan dan pengemis di Kota Pekanbaru sudah mengalami penurunan. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 04 Feb 2026
Export