Detail Katalog
ID: 29943Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN MASALAH SAMPAH DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH / Muhammad Candra Sulaiman
Edisi: -
Pengarang:
Muhammad Candra Sulaiman ; Muhammad Candra Sulaiman
Muhammad Candra Sulaiman ; Muhammad Candra Sulaiman
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Pengelolaan Sampah
Deskripsi Fisik:
10 : ilust ; - -
10 : ilust ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
363.725 984 431 MUH c
363.725 984 431 MUH c
Control Number:
INLIS000000001193172
INLIS000000001193172
BIB ID:
0010-0226000256
0010-0226000256
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penulis berfokus pada permasalahan yaitu masih
banyaknya masyarakat Kota Palu yang membuang sampah belum pada tempatnya dan sesuai
dengan waktu yang ditentukan mengakibatkan tingginya volume timbulan sampah, masih
kurangnya sarana dan prasarana dalam penanganan sampah, masih adanya tempat pembuangan
sampah (TPS) liar, kurangnya bank sampah dan TPS3R. Hal ini membutuhkan kolaborasi yang
melibatkan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu
Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis
collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu, untuk mengetahui
dan menganalisis faktor-faktor pendukunng dan penghambat collaborative governance dalam
penanganan masalah sampah di Kota Palu, untuk mengetahui dan menganalisis upaya-upaya
mengatasi faktor penghambat collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di
Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah
pnelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif, teknik pengumpulan data
yang diambil adalah wawancara, observasim dan dokumentasi. Hasil/Temuan : Hambatan yang
terjadi dilapangan mengenai kolaborasi yang dilakukan untuk penanganan masalah sampah di
Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah adalah fasilitas sarana dan prasarana seperti armada
pengangkut sampah, kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnnya membuang
sampah pad tempatnya, kurangnya anggaran untuk mengelola bank sampah dan TPS3R yang ada
di Kota Palu. Adapun teori yang dipakai sebagai pisau analisis dalam penulisan skripsi ini adalah
menggunakan teori collaborative Governance dari Anshell dan Gash yang menjelaskan bahwa
dalam collaborative governance dilihat dari 4 aspek yaitu starting condition (kondisi awal),
institutional design (desain institusional), facilitaitive leadership (kepemimpinan fasilitatif), dan
collaborative process (proses kolaborasi). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian bahwa
Collaborative Governance Dalam Penanganan Masalah Sampah di Kota Palu sudah berjalan
dengan baik namun pada prosesnya masih ditemui hambatan yaitu kurangnya anggaran, sarana
dan prasarana dan pemerintah bersama pihak swasta juga telah melakukan upaya untuk
mengatasi hambatan tersebut dengan cukup baik.
banyaknya masyarakat Kota Palu yang membuang sampah belum pada tempatnya dan sesuai
dengan waktu yang ditentukan mengakibatkan tingginya volume timbulan sampah, masih
kurangnya sarana dan prasarana dalam penanganan sampah, masih adanya tempat pembuangan
sampah (TPS) liar, kurangnya bank sampah dan TPS3R. Hal ini membutuhkan kolaborasi yang
melibatkan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu
Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis
collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu, untuk mengetahui
dan menganalisis faktor-faktor pendukunng dan penghambat collaborative governance dalam
penanganan masalah sampah di Kota Palu, untuk mengetahui dan menganalisis upaya-upaya
mengatasi faktor penghambat collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di
Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah
pnelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif, teknik pengumpulan data
yang diambil adalah wawancara, observasim dan dokumentasi. Hasil/Temuan : Hambatan yang
terjadi dilapangan mengenai kolaborasi yang dilakukan untuk penanganan masalah sampah di
Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah adalah fasilitas sarana dan prasarana seperti armada
pengangkut sampah, kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnnya membuang
sampah pad tempatnya, kurangnya anggaran untuk mengelola bank sampah dan TPS3R yang ada
di Kota Palu. Adapun teori yang dipakai sebagai pisau analisis dalam penulisan skripsi ini adalah
menggunakan teori collaborative Governance dari Anshell dan Gash yang menjelaskan bahwa
dalam collaborative governance dilihat dari 4 aspek yaitu starting condition (kondisi awal),
institutional design (desain institusional), facilitaitive leadership (kepemimpinan fasilitatif), dan
collaborative process (proses kolaborasi). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian bahwa
Collaborative Governance Dalam Penanganan Masalah Sampah di Kota Palu sudah berjalan
dengan baik namun pada prosesnya masih ditemui hambatan yaitu kurangnya anggaran, sarana
dan prasarana dan pemerintah bersama pihak swasta juga telah melakukan upaya untuk
mengatasi hambatan tersebut dengan cukup baik.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04576/IPDN/2024 |
363.725 984 431 MUH c |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193172 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260204012825 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000256 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN MASALAH SAMPAH DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH /$c Muhammad Candra Sulaiman | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Muhammad Candra Sulaiman | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 10 : $b ilust ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17105 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Muhammad Candra Sulaiman | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 363.725 984 431 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 363.725 984 431 MUH c | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Pengelolaan Sampah | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penulis berfokus pada permasalahan yaitu masih banyaknya masyarakat Kota Palu yang membuang sampah belum pada tempatnya dan sesuai dengan waktu yang ditentukan mengakibatkan tingginya volume timbulan sampah, masih kurangnya sarana dan prasarana dalam penanganan sampah, masih adanya tempat pembuangan sampah (TPS) liar, kurangnya bank sampah dan TPS3R. Hal ini membutuhkan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu, untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor pendukunng dan penghambat collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu, untuk mengetahui dan menganalisis upaya-upaya mengatasi faktor penghambat collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah pnelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif, teknik pengumpulan data yang diambil adalah wawancara, observasim dan dokumentasi. Hasil/Temuan : Hambatan yang terjadi dilapangan mengenai kolaborasi yang dilakukan untuk penanganan masalah sampah di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah adalah fasilitas sarana dan prasarana seperti armada pengangkut sampah, kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnnya membuang sampah pad tempatnya, kurangnya anggaran untuk mengelola bank sampah dan TPS3R yang ada di Kota Palu. Adapun teori yang dipakai sebagai pisau analisis dalam penulisan skripsi ini adalah menggunakan teori collaborative Governance dari Anshell dan Gash yang menjelaskan bahwa dalam collaborative governance dilihat dari 4 aspek yaitu starting condition (kondisi awal), institutional design (desain institusional), facilitaitive leadership (kepemimpinan fasilitatif), dan collaborative process (proses kolaborasi). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian bahwa Collaborative Governance Dalam Penanganan Masalah Sampah di Kota Palu sudah berjalan dengan baik namun pada prosesnya masih ditemui hambatan yaitu kurangnya anggaran, sarana dan prasarana dan pemerintah bersama pihak swasta juga telah melakukan upaya untuk mengatasi hambatan tersebut dengan cukup baik. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 04 Feb 2026