Detail Katalog

ID: 30004
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KOTA TANGERANG SELATAN PROVINSI BANTEN / Emiralda Maheswari

Pengarang:
Emiralda Maheswari ; Pratiwi Nurhascaryani
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Penanganan Masalah Stunting
Deskripsi Fisik:
11 : illus
Nomor Panggil:
363.809 598 232 3 EMI i
Control Number:
INLIS000000001193233
BIB ID:
0010-0226000317
Catatan
Permasalahan (GAP): Strategi untuk meningkatkan pencegahan stunting akan lebih tepat jika
intervensi gizi spesifik serta intervensi gizi sensitif dilaksanakan secara berkesinambungan.
Berkesinambungannya penyampaian layanan memerlukan kolaborasi dalam setiap pelaksanaan
kegiatan mulai dari perencanaan hingga pemantauan untuk memberikan jaminan bahwa seluruh
pelayanan intervensi gizi dapat dilaksanakan oleh sasaran terutama masyarakat yang tidak mampu.
Tujuan: untuk mengetahui implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kota Tangerang
Selatan Provinsi Banten, faktor penghambat implementasi kebijakan penanggulangan stunting di
Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, dan Upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi
faktor penghambat dalam implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kota Tangerang
Selatan Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan
pendekatan deduktif, pengumpulan data yang digunakan ialah data primer, yang bersumber kepada
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data,
penyajian data dan pengambilan kesimpulan menggunakan teknik triangulasi. Hasil/Temuan:
2
Kebijakan yang ditetapkan untuk menanggulangi stunting di Tangerang Selatan dituliskan dengan
jelas dan ditetapkan sejalan dengan kebijakan yang ada. Dinas Kesehatan Tangerang Selatan
mampu melaksanakan sikap yang tepat untuk menanggulangi stunting. Dinas Kesehatan
Tangerang Selatan dapat bekerja sama untuk menentukan kebijakan yang tepat dalam
menanggulangi stunting. Kesimpulan: Faktor penghambat dalam implementasi kebijakan
penanggulangan stunting di Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten yaitu kurangnya anggaran
sehingga kebijakan belum dapat terlaksana dengan maksimal. Upaya untuk mengatasi faktor
penghambat dalam implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kota Tangerang Selatan
Provinsi Banten adalah Meningkatkan ketersediaan anggaran dengan bekerja sama dengan
pemangku kepentingan lainnya.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04608/IPDN/2024 363.809 598 232 3 EMI i Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193233 1
005 _ _ 20260204094622 2
035 # # $a 0010-0226000317 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KOTA TANGERANG SELATAN PROVINSI BANTEN /$c Emiralda Maheswari 4
100 _ # $a Emiralda Maheswari 5
300 # # $a 11 : $b illus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19907 7
700 _ # $a Pratiwi Nurhascaryani 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 9
082 # # $a 363.809 598 232 3 10
084 # # $a 363.809 598 232 3 EMI i 11
650 # 4 $a Penanganan Masalah Stunting 12
520 # # $a Permasalahan (GAP): Strategi untuk meningkatkan pencegahan stunting akan lebih tepat jika intervensi gizi spesifik serta intervensi gizi sensitif dilaksanakan secara berkesinambungan. Berkesinambungannya penyampaian layanan memerlukan kolaborasi dalam setiap pelaksanaan kegiatan mulai dari perencanaan hingga pemantauan untuk memberikan jaminan bahwa seluruh pelayanan intervensi gizi dapat dilaksanakan oleh sasaran terutama masyarakat yang tidak mampu. Tujuan: untuk mengetahui implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, faktor penghambat implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, dan Upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan deduktif, pengumpulan data yang digunakan ialah data primer, yang bersumber kepada wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan menggunakan teknik triangulasi. Hasil/Temuan: 2 Kebijakan yang ditetapkan untuk menanggulangi stunting di Tangerang Selatan dituliskan dengan jelas dan ditetapkan sejalan dengan kebijakan yang ada. Dinas Kesehatan Tangerang Selatan mampu melaksanakan sikap yang tepat untuk menanggulangi stunting. Dinas Kesehatan Tangerang Selatan dapat bekerja sama untuk menentukan kebijakan yang tepat dalam menanggulangi stunting. Kesimpulan: Faktor penghambat dalam implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten yaitu kurangnya anggaran sehingga kebijakan belum dapat terlaksana dengan maksimal. Upaya untuk mengatasi faktor penghambat dalam implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten adalah Meningkatkan ketersediaan anggaran dengan bekerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name