Detail Katalog
ID: 30019Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PERAN ELIT LOKAL DALAM MENGUATKAN EKSISTENSI MASYARAKAT ADAT DI KECAMATAN BUNTU PEPASAN KABUPATEN TORAJA UTARA : ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 / Rompon Reinsart Sampe
Edisi: -
Pengarang:
Rompon Reinsart Sampe ; Sudarmono
Rompon Reinsart Sampe ; Sudarmono
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Masyarakat Adat
Deskripsi Fisik:
13 hlm : ILUS ; - -
13 hlm : ILUS ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
305.859 847 32 ROM p
305.859 847 32 ROM p
Control Number:
INLIS000000001193248
INLIS000000001193248
BIB ID:
0010-0226000332
0010-0226000332
Catatan
Penulis memfokuskan permasalahannya pada
permasalahan adat dan budaya yang dapat mengancam keberadaan masyarakat adat. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan peran elit lokal dalam memperkuat
eksistensi masyarakat adat di Kecamatan Buntu Pepasan. Metode: Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan fokus teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam
terhadap tiga kelompok elit lokal: elit formal, elit agama, dan elit sipil. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan berbagai peran yang dimainkan oleh masing-masing kelompok elit
dalam mendukung masyarakat adat. Elit formal berperan dalam memberikan perlindungan
hukum dan pengakuan resmi terhadap hak-hak masyarakat adat. Sedangkan elite agama
memberikan dukungan moral dan spiritual, serta membantu menjaga nilai-nilai tradisional
yang menjadi landasan masyarakat adat. Di sisi lain, elite sipil atau tokoh adat mempunyai
peran dalam menjaga dan mengembangkan budaya dan adat istiadat setempat. Kesimpulan:
Peran masing-masing elite lokal ditinjau dari (a) dimensi kedudukan, menunjukkan bahwa elite
lokal mempunyai kedudukan sebagai pihak yang berperan dalam menjaga warisan budaya dan
keberlangsungan masyarakat adat. Elit lokal berperan sebagai pemimpin dalam melaksanakan
adat istiadat, merawat warisan budaya, dan menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul
di masyarakat. (b) dimensi reputasi, sebagai pihak yang diberi kepercayaan oleh masyarakat,
elit lokal mempunyai tanggung jawab untuk mengelola dan mempertahankan kehidupan
masyarakat adat serta menggunakan kekuasaannya untuk memperkuat eksistensi masyarakat
adat. (c) dimensi keputusan, elit lokal menjadikan kebijakan sebagai pedoman dalam menata
kehidupan masyarakat dan memperkuat eksistensi masyarakat adat. Implikasi dari temuan ini
dapat menjadi landasan untuk mengembangkan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung
keberlanjutan masyarakat adat di masa depan.
permasalahan adat dan budaya yang dapat mengancam keberadaan masyarakat adat. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan peran elit lokal dalam memperkuat
eksistensi masyarakat adat di Kecamatan Buntu Pepasan. Metode: Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan fokus teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam
terhadap tiga kelompok elit lokal: elit formal, elit agama, dan elit sipil. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan berbagai peran yang dimainkan oleh masing-masing kelompok elit
dalam mendukung masyarakat adat. Elit formal berperan dalam memberikan perlindungan
hukum dan pengakuan resmi terhadap hak-hak masyarakat adat. Sedangkan elite agama
memberikan dukungan moral dan spiritual, serta membantu menjaga nilai-nilai tradisional
yang menjadi landasan masyarakat adat. Di sisi lain, elite sipil atau tokoh adat mempunyai
peran dalam menjaga dan mengembangkan budaya dan adat istiadat setempat. Kesimpulan:
Peran masing-masing elite lokal ditinjau dari (a) dimensi kedudukan, menunjukkan bahwa elite
lokal mempunyai kedudukan sebagai pihak yang berperan dalam menjaga warisan budaya dan
keberlangsungan masyarakat adat. Elit lokal berperan sebagai pemimpin dalam melaksanakan
adat istiadat, merawat warisan budaya, dan menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul
di masyarakat. (b) dimensi reputasi, sebagai pihak yang diberi kepercayaan oleh masyarakat,
elit lokal mempunyai tanggung jawab untuk mengelola dan mempertahankan kehidupan
masyarakat adat serta menggunakan kekuasaannya untuk memperkuat eksistensi masyarakat
adat. (c) dimensi keputusan, elit lokal menjadikan kebijakan sebagai pedoman dalam menata
kehidupan masyarakat dan memperkuat eksistensi masyarakat adat. Implikasi dari temuan ini
dapat menjadi landasan untuk mengembangkan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung
keberlanjutan masyarakat adat di masa depan.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00280/IPDN/2026 |
305.859 847 32 ROM p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193248 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260205122446 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000332 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PERAN ELIT LOKAL DALAM MENGUATKAN EKSISTENSI MASYARAKAT ADAT DI KECAMATAN BUNTU PEPASAN KABUPATEN TORAJA UTARA : $b ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 /$c Rompon Reinsart Sampe | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Rompon Reinsart Sampe | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 13 hlm : $b ILUS ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19215 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Sudarmono | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 305.859 847 32 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 305.859 847 32 ROM p | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 600 | # |
4 |
$a Masyarakat Adat | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Penulis memfokuskan permasalahannya pada permasalahan adat dan budaya yang dapat mengancam keberadaan masyarakat adat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan peran elit lokal dalam memperkuat eksistensi masyarakat adat di Kecamatan Buntu Pepasan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga kelompok elit lokal: elit formal, elit agama, dan elit sipil. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan berbagai peran yang dimainkan oleh masing-masing kelompok elit dalam mendukung masyarakat adat. Elit formal berperan dalam memberikan perlindungan hukum dan pengakuan resmi terhadap hak-hak masyarakat adat. Sedangkan elite agama memberikan dukungan moral dan spiritual, serta membantu menjaga nilai-nilai tradisional yang menjadi landasan masyarakat adat. Di sisi lain, elite sipil atau tokoh adat mempunyai peran dalam menjaga dan mengembangkan budaya dan adat istiadat setempat. Kesimpulan: Peran masing-masing elite lokal ditinjau dari (a) dimensi kedudukan, menunjukkan bahwa elite lokal mempunyai kedudukan sebagai pihak yang berperan dalam menjaga warisan budaya dan keberlangsungan masyarakat adat. Elit lokal berperan sebagai pemimpin dalam melaksanakan adat istiadat, merawat warisan budaya, dan menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul di masyarakat. (b) dimensi reputasi, sebagai pihak yang diberi kepercayaan oleh masyarakat, elit lokal mempunyai tanggung jawab untuk mengelola dan mempertahankan kehidupan masyarakat adat serta menggunakan kekuasaannya untuk memperkuat eksistensi masyarakat adat. (c) dimensi keputusan, elit lokal menjadikan kebijakan sebagai pedoman dalam menata kehidupan masyarakat dan memperkuat eksistensi masyarakat adat. Implikasi dari temuan ini dapat menjadi landasan untuk mengembangkan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung keberlanjutan masyarakat adat di masa depan. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 04 Feb 2026