Detail Katalog

ID: 30028
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

STRATEGI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN PADA ANAK DI KOTA PAREPARE PROVINSI SULAWESI SELATAN / Onny Tamy Putri Alcantari

Edisi: -

Pengarang:
Onny Tamy Putri Alcantari ; Udaya Madjid
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Kekerasan Terhadap Anak
Deskripsi Fisik:
19 hlm : Ilust ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
364.155 545 984 752 ONN s
Control Number:
INLIS000000001193257
BIB ID:
0010-0226000341
Catatan
Kekerasan pada anak di Kota Parepare sudah sangat
memprihatinkan karena tiap tahun angka kasus kekerasan pada anak meningkat. Kota Parepare
merupakan urutan ketiga Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki jumlah
kasus kekerasan pada anak tertinggi, pada tahun 2023 menjadi Kabupaten/Kota yang paling
signifikan kenaikan kasus kekerasan pada anak. Padahal Kota Parepare pada tahun 2022 meraih
penghargaaan sebgai Kota Layak Anak Kategori Nindya yang diberikan Oleh Kementerian
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Permasalahan tersebut wajib ditangani
secepatnya demi anak – anak sebagai genarasi penerus bangsa karena menjadi ancaman bagi
anak – anak yaitu kasus kekerasan menunjukan peningkatan setiap tahunnya. Oleh karena itu,
Pemerintah menyelenggarakan strategi penanganan korban kekerasan terhadap anak pada
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sehingga peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian ini. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan
menganalisis strategi penanganan kasus kekerasan terhadap anak, faktor-faktor yang
menghambat dan mendukung, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam
penanganan kasus kekerasan terhadap anak oleh DP3A Kota Parepare. Metode: Penelitian
dilakukan menggunakan teori strategi menurut James Brian Quinn dengan metode penelitian
deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi
langsung, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yaitu berdasarkan teori strategi
Quin ada 3 dimensi yaitu tujuan, kebijakan, dan program. Dimensi tujuan belum terlaksana
karena indikator peranan masyarakat dan penurunan kasus belum maksimal. Dimensi
kebijakan belum terlaksana karena indikator perumusan dan penilaian Peraturan tentang
perlindungan anak belum maksimal. Dimensi Program belum terlaksana karena indikator
program pemenuhan hak anak dan perlindungan anak belum maksimal. Kesimpulan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh DP3A Kota Parepare dalam
penanganan kasus kekerasan terhadap anak belum terlaksana secara optimal karena beberapa
indikator yang belum terpenuhi. Adapun faktor penghambat yaitu 1) terbatasnya tenaga ahli,
2) regulasi yang sudah terlalu lama dan tidak ada lagi menimbulkan efek jera pada pelaku, 3)
masih kurangnya fasilitas penunjang penanganan, 4) belum optimalnya sosialisasi, dan 5)
tingkat pemahaman masyarakat masih rendah. Adapun faktor pendukungnya, yaitu 1) adanya
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan 2) adanya
kolaborasi dengan Kepolisian dan Dinas Lainnya.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04617/IPDN/2024 364.155 545 984 752 ONN s Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193257 1
005 _ _ 20260205091001 2
035 # # $a 0010-0226000341 3
245 1 # $a STRATEGI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN PADA ANAK DI KOTA PAREPARE PROVINSI SULAWESI SELATAN /$c Onny Tamy Putri Alcantari 4
100 _ # $a Onny Tamy Putri Alcantari 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 19 hlm : $b Ilust ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17117 8
700 _ # $a Udaya Madjid 9
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 10
082 # # $a 364.155 545 984 752 11
084 # # $a 364.155 545 984 752 ONN s 12
020 # # $a - 13
650 # 4 $a Kekerasan Terhadap Anak 14
520 # # $a Kekerasan pada anak di Kota Parepare sudah sangat memprihatinkan karena tiap tahun angka kasus kekerasan pada anak meningkat. Kota Parepare merupakan urutan ketiga Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki jumlah kasus kekerasan pada anak tertinggi, pada tahun 2023 menjadi Kabupaten/Kota yang paling signifikan kenaikan kasus kekerasan pada anak. Padahal Kota Parepare pada tahun 2022 meraih penghargaaan sebgai Kota Layak Anak Kategori Nindya yang diberikan Oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Permasalahan tersebut wajib ditangani secepatnya demi anak – anak sebagai genarasi penerus bangsa karena menjadi ancaman bagi anak – anak yaitu kasus kekerasan menunjukan peningkatan setiap tahunnya. Oleh karena itu, Pemerintah menyelenggarakan strategi penanganan korban kekerasan terhadap anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi penanganan kasus kekerasan terhadap anak, faktor-faktor yang menghambat dan mendukung, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak oleh DP3A Kota Parepare. Metode: Penelitian dilakukan menggunakan teori strategi menurut James Brian Quinn dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yaitu berdasarkan teori strategi Quin ada 3 dimensi yaitu tujuan, kebijakan, dan program. Dimensi tujuan belum terlaksana karena indikator peranan masyarakat dan penurunan kasus belum maksimal. Dimensi kebijakan belum terlaksana karena indikator perumusan dan penilaian Peraturan tentang perlindungan anak belum maksimal. Dimensi Program belum terlaksana karena indikator program pemenuhan hak anak dan perlindungan anak belum maksimal. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh DP3A Kota Parepare dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak belum terlaksana secara optimal karena beberapa indikator yang belum terpenuhi. Adapun faktor penghambat yaitu 1) terbatasnya tenaga ahli, 2) regulasi yang sudah terlalu lama dan tidak ada lagi menimbulkan efek jera pada pelaku, 3) masih kurangnya fasilitas penunjang penanganan, 4) belum optimalnya sosialisasi, dan 5) tingkat pemahaman masyarakat masih rendah. Adapun faktor pendukungnya, yaitu 1) adanya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan 2) adanya kolaborasi dengan Kepolisian dan Dinas Lainnya. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 05 Feb 2026
Export