Detail Katalog
ID: 30048Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KOTA LAYAK ANAK (KLA) KLASTER PERLINDUNGAN KHUSUS DI KOTA PADANG / Athaya Salsabilla Pamarito
Pengarang:
Athaya Salsabilla Pamarito ; Ahmad Averus
Athaya Salsabilla Pamarito ; Ahmad Averus
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Layanan kepada Anak
Deskripsi Fisik:
17 : illus
17 : illus
Nomor Panggil:
362.709 598 137 ATH i
362.709 598 137 ATH i
Control Number:
INLIS000000001193277
INLIS000000001193277
BIB ID:
0010-0226000361
0010-0226000361
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Fokus permasalahan dalam penelitian ini
yaitu pada Program Kota Layak Anak (KLA) yang menunjukkan bahwa Kota Padang
telah meraih penghargaan peringkat utama dalam Kota Layak Anak tetapi kasus
kekerasan anak masih cukup tinggi di daerah tersebut. Hal ini menjadi permasalahan
serius yang harus segera diatas agar hak anak dapat dipenuhi dan terlindungi. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Kota Layak
Anak (KLA) klaster perlindungan khusus di Kota Padang, dan mendeskripsikan faktor
pendukung dan penghambat yang mempengaruhi implementasi kebijakan, serta upaya
pemerintah dalam mengatasi faktor penghambat dalam pelaksanaan program Kota
Layak Anak klaster perlindungan khusus di Kota Padang. Metode: Metode penelitian
yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori
implementasi kebijakan menurut George C. Edward III dengan empat indikator, yaitu
komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa masih terdapatnya beberapa faktor penghambat dalam
pelaksanaan implementasi kebijakan Kota Layak Anak (KLA) meliputi sosialisasi
yang kurang optimal, keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kesadaran
masyarakat akan pentingnya Kota Layak Anak, dan kurangnya koordinasi antar Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Untuk mengatasi faktor penghambat tersebut
dibutuhkan upaya pemerintah, yaitu melakukan evaluasi mendalam terhadap
implementasi kebijakan, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dan
seminar terbuka, meningkatkan koordinasi antar SKPD, serta melakukan evaluasi dan
monitoring secara berkala untuk meningkatkan kinerja koordinasi antar SKPD.
Kesimpulan: Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak (KLA) Klaster Perlindungan
Khusus di Kota Padang berdasarkan teori George C. Edward III belum berjalan dengan
optimal, terdapat beberapa indikator yang telah mencapai keberhasilan seperti,
indikator sumber daya manusia, disposisi, dan struktur birokrasi, kemudian pada
indikator komunikasi ini belum maksimal dan sumber daya berupa fasilitas sarana dan
prasarana belum terpenuhi. Indikator klaster perlindungan khusus di Kota Padang
masih menunjukkan beberapa tantangan, yaitu kesadaran mengenai mekanisme
penanggulangan bencana bagi anak masih rendah di kalangan keluarga, penanganan
kasus anak yang berurusan dengan hukum dilakukan dengan pendekatan diversi yang
didampingi oleh DP3AP2KB Kota Padang, namun masih terdapat tantangan dalam
menyelesaikan kasus tersebut dengan pendekatan restorative.
yaitu pada Program Kota Layak Anak (KLA) yang menunjukkan bahwa Kota Padang
telah meraih penghargaan peringkat utama dalam Kota Layak Anak tetapi kasus
kekerasan anak masih cukup tinggi di daerah tersebut. Hal ini menjadi permasalahan
serius yang harus segera diatas agar hak anak dapat dipenuhi dan terlindungi. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Kota Layak
Anak (KLA) klaster perlindungan khusus di Kota Padang, dan mendeskripsikan faktor
pendukung dan penghambat yang mempengaruhi implementasi kebijakan, serta upaya
pemerintah dalam mengatasi faktor penghambat dalam pelaksanaan program Kota
Layak Anak klaster perlindungan khusus di Kota Padang. Metode: Metode penelitian
yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori
implementasi kebijakan menurut George C. Edward III dengan empat indikator, yaitu
komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa masih terdapatnya beberapa faktor penghambat dalam
pelaksanaan implementasi kebijakan Kota Layak Anak (KLA) meliputi sosialisasi
yang kurang optimal, keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kesadaran
masyarakat akan pentingnya Kota Layak Anak, dan kurangnya koordinasi antar Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Untuk mengatasi faktor penghambat tersebut
dibutuhkan upaya pemerintah, yaitu melakukan evaluasi mendalam terhadap
implementasi kebijakan, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dan
seminar terbuka, meningkatkan koordinasi antar SKPD, serta melakukan evaluasi dan
monitoring secara berkala untuk meningkatkan kinerja koordinasi antar SKPD.
Kesimpulan: Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak (KLA) Klaster Perlindungan
Khusus di Kota Padang berdasarkan teori George C. Edward III belum berjalan dengan
optimal, terdapat beberapa indikator yang telah mencapai keberhasilan seperti,
indikator sumber daya manusia, disposisi, dan struktur birokrasi, kemudian pada
indikator komunikasi ini belum maksimal dan sumber daya berupa fasilitas sarana dan
prasarana belum terpenuhi. Indikator klaster perlindungan khusus di Kota Padang
masih menunjukkan beberapa tantangan, yaitu kesadaran mengenai mekanisme
penanggulangan bencana bagi anak masih rendah di kalangan keluarga, penanganan
kasus anak yang berurusan dengan hukum dilakukan dengan pendekatan diversi yang
didampingi oleh DP3AP2KB Kota Padang, namun masih terdapat tantangan dalam
menyelesaikan kasus tersebut dengan pendekatan restorative.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04636/IPDN/2024 |
362.709 598 137 ATH i |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193277 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260205095141 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000361 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KOTA LAYAK ANAK (KLA) KLASTER PERLINDUNGAN KHUSUS DI KOTA PADANG /$c Athaya Salsabilla Pamarito | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Athaya Salsabilla Pamarito | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 17 : $b illus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17050 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Ahmad Averus | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 362.709 598 137 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 362.709 598 137 ATH i | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Layanan kepada Anak | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Fokus permasalahan dalam penelitian ini yaitu pada Program Kota Layak Anak (KLA) yang menunjukkan bahwa Kota Padang telah meraih penghargaan peringkat utama dalam Kota Layak Anak tetapi kasus kekerasan anak masih cukup tinggi di daerah tersebut. Hal ini menjadi permasalahan serius yang harus segera diatas agar hak anak dapat dipenuhi dan terlindungi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak (KLA) klaster perlindungan khusus di Kota Padang, dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi implementasi kebijakan, serta upaya pemerintah dalam mengatasi faktor penghambat dalam pelaksanaan program Kota Layak Anak klaster perlindungan khusus di Kota Padang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan menurut George C. Edward III dengan empat indikator, yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapatnya beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaan implementasi kebijakan Kota Layak Anak (KLA) meliputi sosialisasi yang kurang optimal, keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Kota Layak Anak, dan kurangnya koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Untuk mengatasi faktor penghambat tersebut dibutuhkan upaya pemerintah, yaitu melakukan evaluasi mendalam terhadap implementasi kebijakan, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dan seminar terbuka, meningkatkan koordinasi antar SKPD, serta melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala untuk meningkatkan kinerja koordinasi antar SKPD. Kesimpulan: Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak (KLA) Klaster Perlindungan Khusus di Kota Padang berdasarkan teori George C. Edward III belum berjalan dengan optimal, terdapat beberapa indikator yang telah mencapai keberhasilan seperti, indikator sumber daya manusia, disposisi, dan struktur birokrasi, kemudian pada indikator komunikasi ini belum maksimal dan sumber daya berupa fasilitas sarana dan prasarana belum terpenuhi. Indikator klaster perlindungan khusus di Kota Padang masih menunjukkan beberapa tantangan, yaitu kesadaran mengenai mekanisme penanggulangan bencana bagi anak masih rendah di kalangan keluarga, penanganan kasus anak yang berurusan dengan hukum dilakukan dengan pendekatan diversi yang didampingi oleh DP3AP2KB Kota Padang, namun masih terdapat tantangan dalam menyelesaikan kasus tersebut dengan pendekatan restorative. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 05 Feb 2026