Detail Katalog
ID: 30075Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PROGRAM BANK SAMPAH DI KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT / Resty Dwi Anjani
Pengarang:
Resty Dwi Anjani
Resty Dwi Anjani
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Pengelolaan Sampah
Deskripsi Fisik:
10
10
Nomor Panggil:
363.728 095 982 422 RES c
363.728 095 982 422 RES c
Control Number:
INLIS000000001193304
INLIS000000001193304
BIB ID:
0010-0226000388
0010-0226000388
Catatan
Permasalahan (GAP): Penelitian ini berangkat dari permasalahan sampah di Kota Bekasi
yang sudah menahun dan belum berhasil terbenahi. Terjalinnya keterlibatan dari lintas
sektoral dalam pengelolaan sampah sangat diharapkan dalam menyelesaikan permasalahan
ini. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses
collaborative governance dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota
Bekasi Provinsi Jawa Barat dan untuk mengetahui faktor – faktor pendukung dan
penghambat pada tindak kolaboratif tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta
dokumentasi. Teknik pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling serta
menggunakan metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan teori Collaborative Governance yang
dikemukakan oleh Ansell dan Gash. Hasil/Temuan: hasil dari penelitian ini diketahui bahwa
pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota Bekasi belum berjalan baik
karena belum terjalinnya hubungan sektoral yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan
swasta. Eksklusivitas masing-masing sektor dan kondisi sumber daya yang berbeda menjadi
faktor utama dalam mendukung adanya tindak kolaboratif antar stakeholders. Kemudian di
lain sisi terdapat juga faktor penghambat seperti kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk
mulai mengelola sampahnya sendiri. Kesimpulan: Kesimpulannya, collaborative governance
dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota Bekasi sudah dapat
dilaksanakan, namun stakeholders yang terlibat masih perlu memperhatikan langkah
komprehensif dalam menangani faktor penghambat yang telah peneliti uraikan pada
penelitian ini.
yang sudah menahun dan belum berhasil terbenahi. Terjalinnya keterlibatan dari lintas
sektoral dalam pengelolaan sampah sangat diharapkan dalam menyelesaikan permasalahan
ini. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses
collaborative governance dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota
Bekasi Provinsi Jawa Barat dan untuk mengetahui faktor – faktor pendukung dan
penghambat pada tindak kolaboratif tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta
dokumentasi. Teknik pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling serta
menggunakan metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan teori Collaborative Governance yang
dikemukakan oleh Ansell dan Gash. Hasil/Temuan: hasil dari penelitian ini diketahui bahwa
pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota Bekasi belum berjalan baik
karena belum terjalinnya hubungan sektoral yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan
swasta. Eksklusivitas masing-masing sektor dan kondisi sumber daya yang berbeda menjadi
faktor utama dalam mendukung adanya tindak kolaboratif antar stakeholders. Kemudian di
lain sisi terdapat juga faktor penghambat seperti kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk
mulai mengelola sampahnya sendiri. Kesimpulan: Kesimpulannya, collaborative governance
dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota Bekasi sudah dapat
dilaksanakan, namun stakeholders yang terlibat masih perlu memperhatikan langkah
komprehensif dalam menangani faktor penghambat yang telah peneliti uraikan pada
penelitian ini.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04662/IPDN/2024 |
363.728 095 982 422 RES c |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 12 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193304 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260205105206 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000388 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PROGRAM BANK SAMPAH DI KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT /$c Resty Dwi Anjani | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Resty Dwi Anjani | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 10 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17032 | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 363.728 095 982 422 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 363.728 095 982 422 RES c | 10 |
| 650 | # |
4 |
$a Pengelolaan Sampah | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan (GAP): Penelitian ini berangkat dari permasalahan sampah di Kota Bekasi yang sudah menahun dan belum berhasil terbenahi. Terjalinnya keterlibatan dari lintas sektoral dalam pengelolaan sampah sangat diharapkan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses collaborative governance dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat dan untuk mengetahui faktor – faktor pendukung dan penghambat pada tindak kolaboratif tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Teknik pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling serta menggunakan metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan teori Collaborative Governance yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash. Hasil/Temuan: hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota Bekasi belum berjalan baik karena belum terjalinnya hubungan sektoral yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan swasta. Eksklusivitas masing-masing sektor dan kondisi sumber daya yang berbeda menjadi faktor utama dalam mendukung adanya tindak kolaboratif antar stakeholders. Kemudian di lain sisi terdapat juga faktor penghambat seperti kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk mulai mengelola sampahnya sendiri. Kesimpulan: Kesimpulannya, collaborative governance dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah di Kota Bekasi sudah dapat dilaksanakan, namun stakeholders yang terlibat masih perlu memperhatikan langkah komprehensif dalam menangani faktor penghambat yang telah peneliti uraikan pada penelitian ini. | 12 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 05 Feb 2026