Detail Katalog

ID: 30081
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN GOWA / Umniatul Izzah

Pengarang:
Umniatul Izzah ; Riani Bakri
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Bencana Tanah Longsor
Deskripsi Fisik:
14 : illus
Nomor Panggil:
363.349 509 598 477 3 UMN c
Control Number:
INLIS000000001193310
BIB ID:
0010-0226000394
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Gowa merupakan
daerah yang didominasi oleh dataran tinggi yakni sekitar 72,26% yang menjadi
salah satu penyebab terjadinya tanah longsor. Dalam Indeks Risiko Bencana Tanah
Longsor Tahun 2022, Kabupaten Gowa berada pada kelas risiko tinggi untuk
kejadian tanah longsor. Tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Gowa
menyebabkan kerusakan seperti jalan rusak yang berdampak pada siklus kehidupan
masyarakat hingga menyebabkan korban jiwa. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui bagaimana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Gowa melakukan kolaborasi bersama para stakeholder dalam upaya
penanggulangan bencana tanah longsor di Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian
ini menggunakan teori Collaborative Governance yang dikemukakan oleh Ansell
dan Gash pada tahun 2007. Teori yang memiliki 4 (empat) tahap dimensi yaitu
kondisi awal (starting condition), desain institusional (desain institusional),
kepemimpinan fasilitatif (facilitaive leadership), dan proses kolaborasi
(collaborative process). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kolaborasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Gowa masih belum optimal. Masih ada beberapa hal yang menjadi penghambat
dalam menjalankan kolaborasi tersebut yakni masih kurangnya sarana dan
prasarana serta sumber daya manusianya. Kesimpulan: Adapun hal yang menjadi
saran serta masukan agar kolaborasi dapat berjalan lebih baik kedepannya yaitu
penambahan sumber daya manusia dan melengkapi sarana prasarana yang
digunakan dalam penanggulangan bencana tanah longsor baik dalam tahap
pencegahan, tanggap darurat dan pasca bencana.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04668/IPDN/2024 363.349 509 598 477 3 UMN c Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193310 1
005 _ _ 20260205110300 2
035 # # $a 0010-0226000394 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN GOWA /$c Umniatul Izzah 4
100 _ # $a Umniatul Izzah 5
300 # # $a 14 : $b illus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18575 7
700 _ # $a Riani Bakri 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 9
082 # # $a 363.349 509 598 477 3 10
084 # # $a 363.349 509 598 477 3 UMN c 11
650 # 4 $a Bencana Tanah Longsor 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Gowa merupakan daerah yang didominasi oleh dataran tinggi yakni sekitar 72,26% yang menjadi salah satu penyebab terjadinya tanah longsor. Dalam Indeks Risiko Bencana Tanah Longsor Tahun 2022, Kabupaten Gowa berada pada kelas risiko tinggi untuk kejadian tanah longsor. Tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Gowa menyebabkan kerusakan seperti jalan rusak yang berdampak pada siklus kehidupan masyarakat hingga menyebabkan korban jiwa. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gowa melakukan kolaborasi bersama para stakeholder dalam upaya penanggulangan bencana tanah longsor di Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini menggunakan teori Collaborative Governance yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash pada tahun 2007. Teori yang memiliki 4 (empat) tahap dimensi yaitu kondisi awal (starting condition), desain institusional (desain institusional), kepemimpinan fasilitatif (facilitaive leadership), dan proses kolaborasi (collaborative process). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gowa masih belum optimal. Masih ada beberapa hal yang menjadi penghambat dalam menjalankan kolaborasi tersebut yakni masih kurangnya sarana dan prasarana serta sumber daya manusianya. Kesimpulan: Adapun hal yang menjadi saran serta masukan agar kolaborasi dapat berjalan lebih baik kedepannya yaitu penambahan sumber daya manusia dan melengkapi sarana prasarana yang digunakan dalam penanggulangan bencana tanah longsor baik dalam tahap pencegahan, tanggap darurat dan pasca bencana. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name