Detail Katalog
ID: 30093Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Ndoloe, Ardyantho Jozhua Anugerah
Pengarang:
Ndoloe, Ardyantho Jozhua Anugerah
Ndoloe, Ardyantho Jozhua Anugerah
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Manajemen Sampah
Deskripsi Fisik:
19 : illus
19 : illus
Nomor Panggil:
363.728 095 986 863 NDO i
363.728 095 986 863 NDO i
Control Number:
INLIS000000001193322
INLIS000000001193322
BIB ID:
0010-0226000406
0010-0226000406
Catatan
Permasalahan (GAP): Sampah adalah masalah lingkungan yang menjadi perhatian umum
khususnya pemerintah dalam mengatasinya. Kota Kupang merupakan salah satu kota yang memiliki
jumlah timbulan sampah paling tinggi jika dibandingkan dengan seluruh kota/kabupaten di Provinsi
Nusa Tenggara Timur. Sampah rumah tangga menjadi sumber sampah yang mendominasi di Kota
Kupang, adapun Kota Kupang dinilai sebagai kota terkotor kategori kota sedang oleh Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sehingga hal ini menunjukan masih ada permasalahan dalam
penanganan sampah khususnya sampah rumah tangga di Kota Kupang. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan, serta kendala, dan
upaya dalam mengatasi kendala pada kebijakan penanganan sampah rumah tangga dan sampah
sejenis sampah rumah tangga di Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif-deskriptif dan pendekatan induktif dengan teknik pengumpulan data menggunakan
wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori utama implementasi
kebijakan Thomas R. Dye yang dilihat dari 5 (lima) dimensi yang terbagi menjadi 12 indikator.
Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh yaitu belum berjalannya tahapan pengelolaan sampah
karena tidak adanya fasilitas TPST; adanya pembentukan tim siaga dan tim pamungkas untuk
penanganan sampah; anggaran yang diterima dinas belum mencukupi untuk memaksimalkan
penanganan sampah; adanya SOP dalam penanganan sampah, diskresi, dan pemberian sanksi yang
diberikan dinas; masih adanya kepentingan politik yang mempengaruhi proses rekrutmen khususnya
pegawai PTT; belum adanya teknologi yang digunakan dalam penanganan sampah. Masih terdapat
beberapa kendala yang menghambat dalam proses implementasi yaitu dari sisi internal dinas pada
Sumber Daya Manusia, sarana prasarana, dan anggaran serta sisi eksternal dari rendahnya kesadaran
masyarakat. Kesimpulan: Implementasi Kebijakan penanganan sampah rumah tangga dan sampah
sejenis sampah rumah tangga di Kota Kupang belum berjalan sepenuhnya sesuai tahapan
penanganan sampah karena tahapan pengelolaan sampah yang belum dilaksanakan dinas.
Selanjutnya, masih ada kendala dalam implementasi kebijakan dari sisi internal maupun eksternal,
adapun upaya-upaya telah dilaksanakan dinas untuk mengatasi kendala yang ada selanjutnya dapat
dimaksimalkan berdasarkan saran yang diberikan oleh peneliti.
khususnya pemerintah dalam mengatasinya. Kota Kupang merupakan salah satu kota yang memiliki
jumlah timbulan sampah paling tinggi jika dibandingkan dengan seluruh kota/kabupaten di Provinsi
Nusa Tenggara Timur. Sampah rumah tangga menjadi sumber sampah yang mendominasi di Kota
Kupang, adapun Kota Kupang dinilai sebagai kota terkotor kategori kota sedang oleh Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sehingga hal ini menunjukan masih ada permasalahan dalam
penanganan sampah khususnya sampah rumah tangga di Kota Kupang. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan, serta kendala, dan
upaya dalam mengatasi kendala pada kebijakan penanganan sampah rumah tangga dan sampah
sejenis sampah rumah tangga di Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif-deskriptif dan pendekatan induktif dengan teknik pengumpulan data menggunakan
wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori utama implementasi
kebijakan Thomas R. Dye yang dilihat dari 5 (lima) dimensi yang terbagi menjadi 12 indikator.
Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh yaitu belum berjalannya tahapan pengelolaan sampah
karena tidak adanya fasilitas TPST; adanya pembentukan tim siaga dan tim pamungkas untuk
penanganan sampah; anggaran yang diterima dinas belum mencukupi untuk memaksimalkan
penanganan sampah; adanya SOP dalam penanganan sampah, diskresi, dan pemberian sanksi yang
diberikan dinas; masih adanya kepentingan politik yang mempengaruhi proses rekrutmen khususnya
pegawai PTT; belum adanya teknologi yang digunakan dalam penanganan sampah. Masih terdapat
beberapa kendala yang menghambat dalam proses implementasi yaitu dari sisi internal dinas pada
Sumber Daya Manusia, sarana prasarana, dan anggaran serta sisi eksternal dari rendahnya kesadaran
masyarakat. Kesimpulan: Implementasi Kebijakan penanganan sampah rumah tangga dan sampah
sejenis sampah rumah tangga di Kota Kupang belum berjalan sepenuhnya sesuai tahapan
penanganan sampah karena tahapan pengelolaan sampah yang belum dilaksanakan dinas.
Selanjutnya, masih ada kendala dalam implementasi kebijakan dari sisi internal maupun eksternal,
adapun upaya-upaya telah dilaksanakan dinas untuk mengatasi kendala yang ada selanjutnya dapat
dimaksimalkan berdasarkan saran yang diberikan oleh peneliti.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04680/IPDN/2024 |
363.728 095 986 863 NDO i |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 12 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193322 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260205113233 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000406 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Ndoloe, Ardyantho Jozhua Anugerah | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Ndoloe, Ardyantho Jozhua Anugerah | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 19 : $b illus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16614 | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 363.728 095 986 863 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 363.728 095 986 863 NDO i | 10 |
| 650 | # |
4 |
$a Manajemen Sampah | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan (GAP): Sampah adalah masalah lingkungan yang menjadi perhatian umum khususnya pemerintah dalam mengatasinya. Kota Kupang merupakan salah satu kota yang memiliki jumlah timbulan sampah paling tinggi jika dibandingkan dengan seluruh kota/kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sampah rumah tangga menjadi sumber sampah yang mendominasi di Kota Kupang, adapun Kota Kupang dinilai sebagai kota terkotor kategori kota sedang oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sehingga hal ini menunjukan masih ada permasalahan dalam penanganan sampah khususnya sampah rumah tangga di Kota Kupang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan, serta kendala, dan upaya dalam mengatasi kendala pada kebijakan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga di Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan pendekatan induktif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori utama implementasi kebijakan Thomas R. Dye yang dilihat dari 5 (lima) dimensi yang terbagi menjadi 12 indikator. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh yaitu belum berjalannya tahapan pengelolaan sampah karena tidak adanya fasilitas TPST; adanya pembentukan tim siaga dan tim pamungkas untuk penanganan sampah; anggaran yang diterima dinas belum mencukupi untuk memaksimalkan penanganan sampah; adanya SOP dalam penanganan sampah, diskresi, dan pemberian sanksi yang diberikan dinas; masih adanya kepentingan politik yang mempengaruhi proses rekrutmen khususnya pegawai PTT; belum adanya teknologi yang digunakan dalam penanganan sampah. Masih terdapat beberapa kendala yang menghambat dalam proses implementasi yaitu dari sisi internal dinas pada Sumber Daya Manusia, sarana prasarana, dan anggaran serta sisi eksternal dari rendahnya kesadaran masyarakat. Kesimpulan: Implementasi Kebijakan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga di Kota Kupang belum berjalan sepenuhnya sesuai tahapan penanganan sampah karena tahapan pengelolaan sampah yang belum dilaksanakan dinas. Selanjutnya, masih ada kendala dalam implementasi kebijakan dari sisi internal maupun eksternal, adapun upaya-upaya telah dilaksanakan dinas untuk mengatasi kendala yang ada selanjutnya dapat dimaksimalkan berdasarkan saran yang diberikan oleh peneliti. | 12 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 05 Feb 2026