Detail Katalog
ID: 30114Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR / Toriq Dwi Citra Permata
Pengarang:
Toriq Dwi Citra Permata ; Nur Saribulan
Toriq Dwi Citra Permata ; Nur Saribulan
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Penanganan Masalah Stunting
Deskripsi Fisik:
13 : illus
13 : illus
Nomor Panggil:
363.809 598 284 3 TOR c
363.809 598 284 3 TOR c
Control Number:
INLIS000000001193343
INLIS000000001193343
BIB ID:
0010-0226000427
0010-0226000427
Catatan
PERMASALAHAN (GAP): Stunting di Kabupaten Lamongan pada prevalensi stunting meningkat pada tahun
2021 sebesar 22,5% menjadi 27,5% pada tahun 2022. Tujuan: untuk mengetahui dan mendeskripsikan
bagaimana collaborative governance dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lamongan
Provinsi Jawa Timur melalui program 1-10-100. Metode: Penelitian ini menggunakan metode metode
kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan dokumentasi dan
wawancara. Analisis data dilaksanakan dengan memanfaatkan perangkat lunak NVivo 12.
Hasil/Temuan: terdapat adanya permasalahan yaitu didapatkannya tugas dan tanggung jawab para
pemangku kepentingan yang tidak setara dan hanya dominan pada TP PKK, serta aturan-aturan yang
belum jelas ditandai dengan tidak adanya SOP. Kesimpulan: Pada beberapa dimensi ditemukannya
fenomena, seperti pada dimensi kondisi awal bahwa tidak adanya hak dan tanggung jawab yang sama
dalam berkolaborasi, pada dimensi kepemimpinan fasilitatif yang dimana peran pemangku
kepentingan menjadi satu-satunya indikator, pada dimensi desain kelembagaan dalam proporsinya
melalui hierarchy chart bahwa transparansi proses lebih dominan dibanding indikator lainnya, lalu
pada dimensi proses kolaborasi satu pemangku kepentingan yang terlalu dominan yaitu TP PKK serta
aturan-aturan kurang lengkap untuk program 1-10-100 karena hanya menggunakan SK TPPS di
Kabupaten Lamongan nomor 188/133/KEP/413.013/2022 dan SK Orang Tua Asuh Percepatan
Penurunan Stunting di Kabupaten Lamongan nomor 188/324/KEP/413.013/2023 serta tidak memiliki
SOP program 1-10-100.
2021 sebesar 22,5% menjadi 27,5% pada tahun 2022. Tujuan: untuk mengetahui dan mendeskripsikan
bagaimana collaborative governance dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lamongan
Provinsi Jawa Timur melalui program 1-10-100. Metode: Penelitian ini menggunakan metode metode
kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan dokumentasi dan
wawancara. Analisis data dilaksanakan dengan memanfaatkan perangkat lunak NVivo 12.
Hasil/Temuan: terdapat adanya permasalahan yaitu didapatkannya tugas dan tanggung jawab para
pemangku kepentingan yang tidak setara dan hanya dominan pada TP PKK, serta aturan-aturan yang
belum jelas ditandai dengan tidak adanya SOP. Kesimpulan: Pada beberapa dimensi ditemukannya
fenomena, seperti pada dimensi kondisi awal bahwa tidak adanya hak dan tanggung jawab yang sama
dalam berkolaborasi, pada dimensi kepemimpinan fasilitatif yang dimana peran pemangku
kepentingan menjadi satu-satunya indikator, pada dimensi desain kelembagaan dalam proporsinya
melalui hierarchy chart bahwa transparansi proses lebih dominan dibanding indikator lainnya, lalu
pada dimensi proses kolaborasi satu pemangku kepentingan yang terlalu dominan yaitu TP PKK serta
aturan-aturan kurang lengkap untuk program 1-10-100 karena hanya menggunakan SK TPPS di
Kabupaten Lamongan nomor 188/133/KEP/413.013/2022 dan SK Orang Tua Asuh Percepatan
Penurunan Stunting di Kabupaten Lamongan nomor 188/324/KEP/413.013/2023 serta tidak memiliki
SOP program 1-10-100.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00286/IPDN/2026 |
363.809 598 284 3 TOR c |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193343 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260205011200 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000427 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR /$c Toriq Dwi Citra Permata | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Toriq Dwi Citra Permata | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 : $b illus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19360 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Nur Saribulan | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 363.809 598 284 3 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 363.809 598 284 3 TOR c | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Penanganan Masalah Stunting | 12 |
| 520 | # |
# |
$a PERMASALAHAN (GAP): Stunting di Kabupaten Lamongan pada prevalensi stunting meningkat pada tahun 2021 sebesar 22,5% menjadi 27,5% pada tahun 2022. Tujuan: untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana collaborative governance dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur melalui program 1-10-100. Metode: Penelitian ini menggunakan metode metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan dokumentasi dan wawancara. Analisis data dilaksanakan dengan memanfaatkan perangkat lunak NVivo 12. Hasil/Temuan: terdapat adanya permasalahan yaitu didapatkannya tugas dan tanggung jawab para pemangku kepentingan yang tidak setara dan hanya dominan pada TP PKK, serta aturan-aturan yang belum jelas ditandai dengan tidak adanya SOP. Kesimpulan: Pada beberapa dimensi ditemukannya fenomena, seperti pada dimensi kondisi awal bahwa tidak adanya hak dan tanggung jawab yang sama dalam berkolaborasi, pada dimensi kepemimpinan fasilitatif yang dimana peran pemangku kepentingan menjadi satu-satunya indikator, pada dimensi desain kelembagaan dalam proporsinya melalui hierarchy chart bahwa transparansi proses lebih dominan dibanding indikator lainnya, lalu pada dimensi proses kolaborasi satu pemangku kepentingan yang terlalu dominan yaitu TP PKK serta aturan-aturan kurang lengkap untuk program 1-10-100 karena hanya menggunakan SK TPPS di Kabupaten Lamongan nomor 188/133/KEP/413.013/2022 dan SK Orang Tua Asuh Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Lamongan nomor 188/324/KEP/413.013/2023 serta tidak memiliki SOP program 1-10-100. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 05 Feb 2026