Detail Katalog

ID: 30118
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN LAHAN DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / Noor Ivana Maula Isyaroh

Pengarang:
Noor Ivana Maula Isyaroh ; Muchlis Hamdi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Penanggulangan Kebakaran
Deskripsi Fisik:
21 : illus
Nomor Panggil:
363.370 959 836 13 NOO i
Control Number:
INLIS000000001193347
BIB ID:
0010-0226000431
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan kebakaran lahan
di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan yang mengalami kenaikan kejadian kebakaran
lahan setiap tahunnya. Hal itu ditunjukkan dari data jumlah lahan yang terbakar di setiap
tahunnya serta penyebab terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh jenis tanah yang ada di
Kota Banjarbaru.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan
menganalisis faktor pendukung dan penghambat serta merumuskan upaya untuk
mengoptimalkan Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kebakaran Lahan di Kota
Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif
dengan menganalisis tahap implementasi kebijakan menurut Teori Knill dan Tosun (2020).
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (21 informan), observasi, dan
dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini
menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan di wilayah Kota
Banjarbaru belum optimal dengan adanya temuan kendala dalam pelaksanaan kebijakan yaitu
keterbatasan fasilitas yang belum sesuai dengan kebutuhan pekerja, serta belum adanya dana
insentif yang diberikan kepada para petugas. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa
faktor pendukung implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan di Kota Banjarbaru
yaitu ketepatan dan kemudahan pilihan instrumen kebijakan, kejelasan desain kelembagaan yang
meliputi jumlah organisasi pelaksana dan koordinasi internal dan antar organisasi, adanya
pengawasan oleh badan pengawas, tersedianya sumber daya meliputi sumber daya manusia,
keuangan, teknologi, dan informasi, kemampuan dalam melaksanakan SOP, dan tingginya
penerimaan sosial. Sedangkan, faktor penghambat implementasi kebijakan penanggulangan
kebakaran lahan yaitu ketidakjelasan desain kebijakan berupa prosedur, waktu, dan sumber daya
serta perubahan target dan tujuan kebijakan, kurangnya pengawasan oleh masyarakat, dan
ketidakcukupan anggaran dalam penanggulangan kebakaran lahan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04704/IPDN/2024 363.370 959 836 13 NOO i Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193347 1
005 _ _ 20260205011755 2
035 # # $a 0010-0226000431 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN LAHAN DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Noor Ivana Maula Isyaroh 4
100 _ # $a Noor Ivana Maula Isyaroh 5
300 # # $a 21 : $b illus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18899 7
700 _ # $a Muchlis Hamdi 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 9
082 # # $a 363.370 959 836 13 10
084 # # $a 363.370 959 836 13 NOO i 11
650 # 4 $a Penanggulangan Kebakaran 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan kebakaran lahan di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan yang mengalami kenaikan kejadian kebakaran lahan setiap tahunnya. Hal itu ditunjukkan dari data jumlah lahan yang terbakar di setiap tahunnya serta penyebab terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh jenis tanah yang ada di Kota Banjarbaru. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat serta merumuskan upaya untuk mengoptimalkan Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kebakaran Lahan di Kota Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis tahap implementasi kebijakan menurut Teori Knill dan Tosun (2020). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (21 informan), observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan di wilayah Kota Banjarbaru belum optimal dengan adanya temuan kendala dalam pelaksanaan kebijakan yaitu keterbatasan fasilitas yang belum sesuai dengan kebutuhan pekerja, serta belum adanya dana insentif yang diberikan kepada para petugas. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendukung implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan di Kota Banjarbaru yaitu ketepatan dan kemudahan pilihan instrumen kebijakan, kejelasan desain kelembagaan yang meliputi jumlah organisasi pelaksana dan koordinasi internal dan antar organisasi, adanya pengawasan oleh badan pengawas, tersedianya sumber daya meliputi sumber daya manusia, keuangan, teknologi, dan informasi, kemampuan dalam melaksanakan SOP, dan tingginya penerimaan sosial. Sedangkan, faktor penghambat implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan yaitu ketidakjelasan desain kebijakan berupa prosedur, waktu, dan sumber daya serta perubahan target dan tujuan kebijakan, kurangnya pengawasan oleh masyarakat, dan ketidakcukupan anggaran dalam penanggulangan kebakaran lahan. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name