Detail Katalog

ID: 30145
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI LINGKUNGAN LEBAK KELURAHAN TUKANGKAYU KECAMATAN BANYUWANGI KABUPATEN BANYUWANGI : - / Dea Apsari Pramudana Putri

Edisi: -

Pengarang:
Dea Apsari Pramudana Putri ; Sulthon Rohmadin
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
penanggulangan banjir
Deskripsi Fisik:
18 hlm : Ilust ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
627.459 828 82 DEA c
Control Number:
INLIS000000001193374
BIB ID:
0010-0226000458
Catatan
Bencana alam banjir merupakan bencana tahunan
yang terus melanda Kabupaten Banyuwangi terkhusus kawasan Lingkungan Lebak Kelurahan
Tukangkayu. Lingkungan Lebak merupakan kawasan permukiman yang memiliki kedalaman
tanah yang sangat rendah yakni 6mdpl sehingga rawan terendam oleh banjir apabila terjadi
hujan dengan intensitas tinggi. Berbagai program penanggulangan bencana dari pemerntah
telah dilaksanakan. Akan tetapi, bencana tahunan masih terus melanda dan merendam kawasan
Lingkungan Lebak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui, menganalisis,
serta mendeskripsikan bagaimana penerapan Collaborative Governance yang terjalin antara
pihak pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat di Lingkungan Lebak, Kelurahan
Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi dalam penanggulangan
bencana banjir. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
menggunakan sumber data primer dan sekunder dalam menunjang hasil penelitian. Penelitian
ini bertumpu pada teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi
untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Peneliti mewawancari 22 informan kunci yang di
dalamnya terdapat perwakilan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dengan BPBD
sebagai leading sektornya. Hasil/Temuan: Kolaborasi antara pihak pemerintah, dunia usaha,
dan kelompok masyarakat sudah terlaksana tetapi belum optimal sehingga perlu dilakukan
pemaksimalan peranan pada tahapan preventif dan monitoring. Pihak pemerintah masih
cenderung lebih dominan dibandingkan dengan dunia usaha dan kelompok masyarakat. Proses
kolaborasi tersebut menghasilkan dua unit mesin pompa air permanen, plengsengan sungai,
program normalisasi sungai, dan pelaksanaan apel satgas bencana yang beranggotakan seluruh
stakeholder. Dalam pelaksanan kolaborasi ini terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya
kesadaran masyarakat akan pentingnya tidak membuang sampah atau limbah ke sungai,
sulitnya akses alat berat berupa ekskavator menuju sungai, terkendalanya pengoperasian mesin
pompa air, terjadinya alih fungsi komoditas tanaman perkebunan di daerah hulu, serta kondisi
wilayah Lebak yang sangat rendah. Kesimpulan: Berdasarkan permasalahan yang dihadapi
maka diperlukan adanya upaya pemaksimalan peranan masing-masing pihak terlibat pada
setiap tahapan manajemen bencana serta inovasi terkait pemecahan masalah yang sedang
dialami. Pemerintah masih memegang peranan superior sedangkan dunia usaha dan
masyarakat masih memegang peranan secara inferior. Rekomendasi: Perlu dilakukan
penyetaraan masing-masing peran antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga penanggulangan bencana banjir dapat maksimal.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04726/IPDN/2024 627.459 828 82 DEA c Baca di tempat Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193374 1
005 _ _ 20260205015747 2
035 # # $a 0010-0226000458 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI LINGKUNGAN LEBAK KELURAHAN TUKANGKAYU KECAMATAN BANYUWANGI KABUPATEN BANYUWANGI : $b - /$c Dea Apsari Pramudana Putri 4
100 _ # $a Dea Apsari Pramudana Putri 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 18 hlm : $b Ilust ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17805 8
700 _ # $a Sulthon Rohmadin 9
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 10
082 # # $a 627.459 828 82 11
084 # # $a 627.459 828 82 DEA c 12
020 # # $a - 13
650 # 4 $a penanggulangan banjir 14
520 # # $a Bencana alam banjir merupakan bencana tahunan yang terus melanda Kabupaten Banyuwangi terkhusus kawasan Lingkungan Lebak Kelurahan Tukangkayu. Lingkungan Lebak merupakan kawasan permukiman yang memiliki kedalaman tanah yang sangat rendah yakni 6mdpl sehingga rawan terendam oleh banjir apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Berbagai program penanggulangan bencana dari pemerntah telah dilaksanakan. Akan tetapi, bencana tahunan masih terus melanda dan merendam kawasan Lingkungan Lebak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui, menganalisis, serta mendeskripsikan bagaimana penerapan Collaborative Governance yang terjalin antara pihak pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat di Lingkungan Lebak, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi dalam penanggulangan bencana banjir. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder dalam menunjang hasil penelitian. Penelitian ini bertumpu pada teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Peneliti mewawancari 22 informan kunci yang di dalamnya terdapat perwakilan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dengan BPBD sebagai leading sektornya. Hasil/Temuan: Kolaborasi antara pihak pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat sudah terlaksana tetapi belum optimal sehingga perlu dilakukan pemaksimalan peranan pada tahapan preventif dan monitoring. Pihak pemerintah masih cenderung lebih dominan dibandingkan dengan dunia usaha dan kelompok masyarakat. Proses kolaborasi tersebut menghasilkan dua unit mesin pompa air permanen, plengsengan sungai, program normalisasi sungai, dan pelaksanaan apel satgas bencana yang beranggotakan seluruh stakeholder. Dalam pelaksanan kolaborasi ini terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya tidak membuang sampah atau limbah ke sungai, sulitnya akses alat berat berupa ekskavator menuju sungai, terkendalanya pengoperasian mesin pompa air, terjadinya alih fungsi komoditas tanaman perkebunan di daerah hulu, serta kondisi wilayah Lebak yang sangat rendah. Kesimpulan: Berdasarkan permasalahan yang dihadapi maka diperlukan adanya upaya pemaksimalan peranan masing-masing pihak terlibat pada setiap tahapan manajemen bencana serta inovasi terkait pemecahan masalah yang sedang dialami. Pemerintah masih memegang peranan superior sedangkan dunia usaha dan masyarakat masih memegang peranan secara inferior. Rekomendasi: Perlu dilakukan penyetaraan masing-masing peran antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga penanggulangan bencana banjir dapat maksimal. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 05 Feb 2026
Export