Detail Katalog

ID: 30164
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PEMBERDAYAAN PENGRAJIN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH BATIK DI KAMPUNG BATIK KEMPLONG DESA KEMPLONG KECAMATAN WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH : - / Arif Prabowo Wardoyo

Edisi: -

Pengarang:
Arif Prabowo Wardoyo ; Juliati Prihatini
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
pemberdayaan masyarakat
Deskripsi Fisik:
14 hlm : Ilus ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
307.159 826 32 ARI p
Control Number:
INLIS000000001193393
BIB ID:
0010-0226000477
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemberdayaan pengrajin industri batik menjadi penting
untuk melestarikan warisan budaya yang telah ada turun temurun dan meningkatkan kesejahteraan
para pengrajin industri batik, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan pengrajin di Desa Kemplong. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan dan
menganalisis pemberdayaan pengrajin industri kecil dan menengah batik di Kampung Batik
Kemplong Desa Kemplong Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah.
Metode: Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif.
Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil
menunjukan bahwa dalam pelaksanaan pemberdayaan pengrajin industri kecil dan menengah batik di
Kampung Batik Desa Kemplong sudah berjalan dengan baik sesuai dengan empat dimensi
pemberdayaan, yaitu bina manusia dengan indikator peningkatan kualitas sumber daya manusia, bina
usaha dengan indikator pengembangan lokasi potensi industri batik, pengembangan sarana dan
prasarana, pengembangan jejaring dan kemitraan, bina lingkungan dengan indikator keberlanjutan
produksi batik dan aspek lingkungan dan bina kelembagaan dengan indikator komponen person,
kepentingan, aturan, dan struktural, namun masih terdapat beberapa hambatan yang perlu diperbaiki.
Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor penghambat yang dialami dalam pemberdayaan, yaitu
terbatasnya modal usaha, rendahnya partisipasi dari generasi muda, dan proses pembuatan perwarnaan
alami yang memerlukan waktu yang lama. Faktor pendukungnya adalah potensi pasar yang strategis
dan tersedianya pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta. Upaya pemerintah
adalah penyediaan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), menyediakan pelatihan membatik secara
gratis khususnya untuk generasi muda dan menggunakan teknologi dalam membuat pewarna alami.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04743/IPDN/2024 307.159 826 32 ARI p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193393 1
005 _ _ 20260205022138 2
035 # # $a 0010-0226000477 3
245 1 # $a PEMBERDAYAAN PENGRAJIN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH BATIK DI KAMPUNG BATIK KEMPLONG DESA KEMPLONG KECAMATAN WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH : $b - /$c Arif Prabowo Wardoyo 4
100 _ # $a Arif Prabowo Wardoyo 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 14 hlm : $b Ilus ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18298 8
700 _ # $a Juliati Prihatini 9
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 10
082 # # $a 307.159 826 32 11
084 # # $a 307.159 826 32 ARI p 12
020 # # $a - 13
650 # 4 $a pemberdayaan masyarakat 14
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemberdayaan pengrajin industri batik menjadi penting untuk melestarikan warisan budaya yang telah ada turun temurun dan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin industri batik, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan pengrajin di Desa Kemplong. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan pengrajin industri kecil dan menengah batik di Kampung Batik Kemplong Desa Kemplong Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Metode: Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil menunjukan bahwa dalam pelaksanaan pemberdayaan pengrajin industri kecil dan menengah batik di Kampung Batik Desa Kemplong sudah berjalan dengan baik sesuai dengan empat dimensi pemberdayaan, yaitu bina manusia dengan indikator peningkatan kualitas sumber daya manusia, bina usaha dengan indikator pengembangan lokasi potensi industri batik, pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan jejaring dan kemitraan, bina lingkungan dengan indikator keberlanjutan produksi batik dan aspek lingkungan dan bina kelembagaan dengan indikator komponen person, kepentingan, aturan, dan struktural, namun masih terdapat beberapa hambatan yang perlu diperbaiki. Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor penghambat yang dialami dalam pemberdayaan, yaitu terbatasnya modal usaha, rendahnya partisipasi dari generasi muda, dan proses pembuatan perwarnaan alami yang memerlukan waktu yang lama. Faktor pendukungnya adalah potensi pasar yang strategis dan tersedianya pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta. Upaya pemerintah adalah penyediaan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), menyediakan pelatihan membatik secara gratis khususnya untuk generasi muda dan menggunakan teknologi dalam membuat pewarna alami. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 05 Feb 2026
Export