Detail Katalog
ID: 30189Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLLABIRATIVE GOVERNANCE DALAM PENYELENGGARAAN SATU DATA INDONESIA DI KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT / Denta Aura Kusuma
Pengarang:
Denta Aura Kusuma ; Serly Wulandari
Denta Aura Kusuma ; Serly Wulandari
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Kebijakan Pemerintah dalam Administrasi
Deskripsi Fisik:
13 : ilus
13 : ilus
Nomor Panggil:
352.340 959 832 22 DEN c
352.340 959 832 22 DEN c
Control Number:
INLIS000000001193418
INLIS000000001193418
BIB ID:
0010-0226000502
0010-0226000502
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Ketersediaan data dan informasi sangat penting untuk
mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Satu Data Indonesia (SDI) merupakan kebijakan
tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data pemerintah yang berkualitas. Namun
adanya data yang tumpang tindih serta aplikasi/website yang tidak terintegrasi menjadi
permasalahan penyelenggaraan kolaborasi Satu Data di Kabupaten Mempawah. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui collaborative governance, faktor penghambat serta
upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan collaborative governance dalam
penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kabupaten Mempawah. Metode: Metode yang
digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun pisau analisis yang
digunakan ialah teori collaborative governance dari Ansell dan Gash (2008) dengan dimensi
kodisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif dan proses kolaboratif. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi serta studi dokumentasi yang
terkait dengan penelitian. Hasil/Temuan: Temuan menunjukkan dari dimensi Kondisi Awal
(starting condition), sarana dan prasarana di bagian pengelola data belum ideal khususnya
server, belum adanya insentif yang diberikan kepada para pemangku kepentingan yang terlibat
dalam kolaborasi serta belum adanya anggaran yang dikhususkan untuk melakukan kolaborasi.
Dimensi Desain Kelembagaan seluruh indikator telah tersedia. Dimensi kepemimpinan
fasilitatif, kurangnya koordinasi antara produsen data dan pembina data, kegiatan pelatihan
maupun bimbingan masih terbatas. Serta dimensi Proses Kolaboratif, data yang terkumpul
belum sesuai dengan prinsip-prinsip Satu Data Indonesia yang telah ditetapkan. Kesimpulan:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Collaborative governance dalam penyelenggaraan Satu
Data Indonesia di Kabupaten Mempawah sudah berjalan namun belum optimal.
mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Satu Data Indonesia (SDI) merupakan kebijakan
tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data pemerintah yang berkualitas. Namun
adanya data yang tumpang tindih serta aplikasi/website yang tidak terintegrasi menjadi
permasalahan penyelenggaraan kolaborasi Satu Data di Kabupaten Mempawah. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui collaborative governance, faktor penghambat serta
upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan collaborative governance dalam
penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kabupaten Mempawah. Metode: Metode yang
digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun pisau analisis yang
digunakan ialah teori collaborative governance dari Ansell dan Gash (2008) dengan dimensi
kodisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif dan proses kolaboratif. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi serta studi dokumentasi yang
terkait dengan penelitian. Hasil/Temuan: Temuan menunjukkan dari dimensi Kondisi Awal
(starting condition), sarana dan prasarana di bagian pengelola data belum ideal khususnya
server, belum adanya insentif yang diberikan kepada para pemangku kepentingan yang terlibat
dalam kolaborasi serta belum adanya anggaran yang dikhususkan untuk melakukan kolaborasi.
Dimensi Desain Kelembagaan seluruh indikator telah tersedia. Dimensi kepemimpinan
fasilitatif, kurangnya koordinasi antara produsen data dan pembina data, kegiatan pelatihan
maupun bimbingan masih terbatas. Serta dimensi Proses Kolaboratif, data yang terkumpul
belum sesuai dengan prinsip-prinsip Satu Data Indonesia yang telah ditetapkan. Kesimpulan:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Collaborative governance dalam penyelenggaraan Satu
Data Indonesia di Kabupaten Mempawah sudah berjalan namun belum optimal.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04757/IPDN/2024 |
352.340 959 832 22 DEN c |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193418 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260205025738 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000502 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLLABIRATIVE GOVERNANCE DALAM PENYELENGGARAAN SATU DATA INDONESIA DI KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT /$c Denta Aura Kusuma | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Denta Aura Kusuma | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 : $b ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17130 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Serly Wulandari | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 352.340 959 832 22 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 352.340 959 832 22 DEN c | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Kebijakan Pemerintah dalam Administrasi | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Ketersediaan data dan informasi sangat penting untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Satu Data Indonesia (SDI) merupakan kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data pemerintah yang berkualitas. Namun adanya data yang tumpang tindih serta aplikasi/website yang tidak terintegrasi menjadi permasalahan penyelenggaraan kolaborasi Satu Data di Kabupaten Mempawah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui collaborative governance, faktor penghambat serta upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan collaborative governance dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kabupaten Mempawah. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun pisau analisis yang digunakan ialah teori collaborative governance dari Ansell dan Gash (2008) dengan dimensi kodisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif dan proses kolaboratif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi serta studi dokumentasi yang terkait dengan penelitian. Hasil/Temuan: Temuan menunjukkan dari dimensi Kondisi Awal (starting condition), sarana dan prasarana di bagian pengelola data belum ideal khususnya server, belum adanya insentif yang diberikan kepada para pemangku kepentingan yang terlibat dalam kolaborasi serta belum adanya anggaran yang dikhususkan untuk melakukan kolaborasi. Dimensi Desain Kelembagaan seluruh indikator telah tersedia. Dimensi kepemimpinan fasilitatif, kurangnya koordinasi antara produsen data dan pembina data, kegiatan pelatihan maupun bimbingan masih terbatas. Serta dimensi Proses Kolaboratif, data yang terkumpul belum sesuai dengan prinsip-prinsip Satu Data Indonesia yang telah ditetapkan. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Collaborative governance dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kabupaten Mempawah sudah berjalan namun belum optimal. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 05 Feb 2026