Detail Katalog

ID: 30222
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENURUNAN STUNTING DI KECAMATAN JONGKONG KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT / Fira Pebrianti

Pengarang:
Fira Pebrianti ; Vinda Verina
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Penanganan Masalah Stunting
Deskripsi Fisik:
14 : ilus
Nomor Panggil:
363.809 598 326 2 FIR c
Control Number:
INLIS000000001193451
BIB ID:
0010-0226000535
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP):
Provinsi Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi yang masuk 10 provinsi dengan angka stunting
tertinggi nasional di tahun 2022. Di provinsi Kalimantan Barat salah satu daerah yang mengalami
peningkatan prevalensi balita stunting tertinggi di tahun 2022 adalah Kabupaten Kapuas Hulu.
Jongkong menempati posisi pertama dengan presentase jumlah anak yang mengalami stunting tertinggi
di Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2021, dimana sebesar 39,4% dari total baduta yang diukur
sebanyak 1.773 ribu jiwa yang mengalami stunting. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis
Collaborative Governance dalam Penurunan Stunting di Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu
Provinsi Kalimantan Barat, menganalisis faktor determinan (faktor pendukung dang penghambat) pada
Collaborative Governance dalam Penurunan Stunting di Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu
Provinsi Kalimantan Barat, dan menganalisis upaya yang dilakukan dalam penurunan stunting di
Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Metode: Pada penelitian
ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan Grand Teory
Ansell and Gash (2008). Secara umum teknik pengumpulan data dapat dibedakan menjadi beberapa
kelompok, yaitu teknik observasi langsung, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Berdasarkan
penelitian terhadap 15 indikator dalam 4 (empat) dimensi oleh Ansell and Gash (2008) dalam
penelitiannya tentang percepatan penurunan stunting sudah berjalan dengan baik. Hasil/Temuan:
Collaborative Governance dalam penurunan stunting di Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu
Provinsi Kalimantan Barat sudah berjalan dengan baik yang dapat dibuktikan dari penelitian yang
mengacu pada indikator dan dimensi yang dikemukakan oleh Ansell and Gash (2008) dimana dari 15
indikator dalam empat dimensi collaborative governance dalam penurunan stunting di Kecamatan
Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat terdapat 11 indikator yang berhasil dan
empat indikator yang belum berhasil. Kesimpulan: Keberhasilan 11 indikator dalam teori Ansell and
Gash (2008) menunjukan kolaborasi sudah berjalan dengan baik di Kecamatan Jongkong terkait
stunting. Namun, Peneliti menemukan faktor lain yang menyebabkan angka stunting di Jongkong
mengalami kenaikan yaitu adanya faktor eksternal seperti pola asuh orang tua yang kurang, pemberian
PMT yang tidak tepat sasaran dan pemberian ASI ekslusif yang kurang.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04787/IPDN/2024 363.809 598 326 2 FIR c Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193451 1
005 _ _ 20260206085713 2
035 # # $a 0010-0226000535 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENURUNAN STUNTING DI KECAMATAN JONGKONG KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT /$c Fira Pebrianti 4
100 _ # $a Fira Pebrianti 5
300 # # $a 14 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17131 7
700 _ # $a Vinda Verina 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 9
082 # # $a 363.809 598 326 2 10
084 # # $a 363.809 598 326 2 FIR c 11
650 # 4 $a Penanganan Masalah Stunting 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Provinsi Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi yang masuk 10 provinsi dengan angka stunting tertinggi nasional di tahun 2022. Di provinsi Kalimantan Barat salah satu daerah yang mengalami peningkatan prevalensi balita stunting tertinggi di tahun 2022 adalah Kabupaten Kapuas Hulu. Jongkong menempati posisi pertama dengan presentase jumlah anak yang mengalami stunting tertinggi di Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2021, dimana sebesar 39,4% dari total baduta yang diukur sebanyak 1.773 ribu jiwa yang mengalami stunting. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Collaborative Governance dalam Penurunan Stunting di Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, menganalisis faktor determinan (faktor pendukung dang penghambat) pada Collaborative Governance dalam Penurunan Stunting di Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, dan menganalisis upaya yang dilakukan dalam penurunan stunting di Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Metode: Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan Grand Teory Ansell and Gash (2008). Secara umum teknik pengumpulan data dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu teknik observasi langsung, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Berdasarkan penelitian terhadap 15 indikator dalam 4 (empat) dimensi oleh Ansell and Gash (2008) dalam penelitiannya tentang percepatan penurunan stunting sudah berjalan dengan baik. Hasil/Temuan: Collaborative Governance dalam penurunan stunting di Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat sudah berjalan dengan baik yang dapat dibuktikan dari penelitian yang mengacu pada indikator dan dimensi yang dikemukakan oleh Ansell and Gash (2008) dimana dari 15 indikator dalam empat dimensi collaborative governance dalam penurunan stunting di Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat terdapat 11 indikator yang berhasil dan empat indikator yang belum berhasil. Kesimpulan: Keberhasilan 11 indikator dalam teori Ansell and Gash (2008) menunjukan kolaborasi sudah berjalan dengan baik di Kecamatan Jongkong terkait stunting. Namun, Peneliti menemukan faktor lain yang menyebabkan angka stunting di Jongkong mengalami kenaikan yaitu adanya faktor eksternal seperti pola asuh orang tua yang kurang, pemberian PMT yang tidak tepat sasaran dan pemberian ASI ekslusif yang kurang. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name