Detail Katalog
ID: 30234Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
STRATEGI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN : - / Alif Duta Bahri
Edisi: -
Pengarang:
Alif Duta Bahri ; SUBIYONO
Alif Duta Bahri ; SUBIYONO
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Masalah Stunting
Deskripsi Fisik:
15 hlm : Ilus ; - -
15 hlm : Ilus ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
363.859 847 71 ALI s
363.859 847 71 ALI s
Control Number:
INLIS000000001193463
INLIS000000001193463
BIB ID:
0010-0226000547
0010-0226000547
Catatan
Permasalahan (GAP): Penulis berfokus pada rekomendasi strategi percepatan penurunan
stunting di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk
menggambarkan kondisi riil, permasalahan, upaya yang telah dilakukan dan memberikan
rekomendasi strategi dalam percepatan penurunan stunting di Kota Makassar. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori Analisis SWOT yang
dikemukakan oleh Freddy Rangkuti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan data E-PPGBM Dinas
Kesehatan Kota Makassar bulan Februari 2024 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di
Kota Makassar turun di angka 3,01 dari 3,14 pada bulan Agustus 2023 dan tren penurunan
sebesar 0,13 persen dari sebelumnya sebesar 3,14 persen dan apabila dibandingkan pada
Agustus 2021 sebesar 5,25 persen, dalam 3 tahun Pemerintah Kota Makassar sudah berhasil
menurunkan sebesar 2,24 persen. Kesimpulan: Penanganan stunting di Kota Makassar sudah
berjalan dengan baik dibuktikan dengan turunnya angka prevalensi stunting setiap tahunnya
menurut data E-PPGBM Dinkes Kota Makassar meskipun masih ada beberapa Kecamatan
yang bertambah angka stunting nya. Faktor penghambat dalam percepatan penurunan stunting
di Kota Makassar yakni: 1. Masih rendahnya kesadaran tentang pentingnya pencegahan
stunting; 2. Kebijakan yang belum sepenuhnya konvergen dalam memberikan dukungandukungan terhadap pencegahan stunting; 3. Permasalahan Komunikasi dalam perubahan
perilaku baik di tingkat individu maupun tingkat masyarakat; 4. Masih kurangnya peran di
setiap kelurahan dan kecamatan dalam mengintervensi penanganan stunting; 5. Penganggaran
masih belum terinci secara jelas oleh seluruh perangkat daerah terkait penanganan stunting di
Kota Makassar. Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar adalah membentuk Tim
Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS melalui Perwali Kota Makassar Nomor 122 Tahun
2022 dan SK Wali Kota Makassar Nomor 1215/440.1.05 Tahun 2022. Kemudian adanya
penganggaran Dana Kelurahan (DAKEL) sebesar 50 juta per kelurahan, kemudian ada Dapur
Sehat atasi Stunting melalui PMT, dan program Lorong Pengendali Stunting (LOPIS). Rekomendasi strategi yang peneliti berikan dalam percepatan penurunan stunting di Kota
Makassar adalah sebagai berikut: 1. Menambah anggaran operasional serta sarana dan
prasarana Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS; 2. Memperbaiki Peraturan Walikota
dan Keputusan Walikota sehingga mempermudah dan memfasilitasi sektor diluar Pemerintah
untuk berpartisipasi dalam penanganan stunting; 3. Menyebarluaskan informasi program
penanganan stunting pemerintah dan menjalin kerjasama kepada stakeholder terkait yang bisa
mendukung sesuai dengan bidang atau keahliannya; 4. Mendukung secara penuh pembuatan
program baru oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS apabila program sekarang
dirasa tidak efektif dan efisien.
stunting di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk
menggambarkan kondisi riil, permasalahan, upaya yang telah dilakukan dan memberikan
rekomendasi strategi dalam percepatan penurunan stunting di Kota Makassar. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori Analisis SWOT yang
dikemukakan oleh Freddy Rangkuti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan data E-PPGBM Dinas
Kesehatan Kota Makassar bulan Februari 2024 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di
Kota Makassar turun di angka 3,01 dari 3,14 pada bulan Agustus 2023 dan tren penurunan
sebesar 0,13 persen dari sebelumnya sebesar 3,14 persen dan apabila dibandingkan pada
Agustus 2021 sebesar 5,25 persen, dalam 3 tahun Pemerintah Kota Makassar sudah berhasil
menurunkan sebesar 2,24 persen. Kesimpulan: Penanganan stunting di Kota Makassar sudah
berjalan dengan baik dibuktikan dengan turunnya angka prevalensi stunting setiap tahunnya
menurut data E-PPGBM Dinkes Kota Makassar meskipun masih ada beberapa Kecamatan
yang bertambah angka stunting nya. Faktor penghambat dalam percepatan penurunan stunting
di Kota Makassar yakni: 1. Masih rendahnya kesadaran tentang pentingnya pencegahan
stunting; 2. Kebijakan yang belum sepenuhnya konvergen dalam memberikan dukungandukungan terhadap pencegahan stunting; 3. Permasalahan Komunikasi dalam perubahan
perilaku baik di tingkat individu maupun tingkat masyarakat; 4. Masih kurangnya peran di
setiap kelurahan dan kecamatan dalam mengintervensi penanganan stunting; 5. Penganggaran
masih belum terinci secara jelas oleh seluruh perangkat daerah terkait penanganan stunting di
Kota Makassar. Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar adalah membentuk Tim
Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS melalui Perwali Kota Makassar Nomor 122 Tahun
2022 dan SK Wali Kota Makassar Nomor 1215/440.1.05 Tahun 2022. Kemudian adanya
penganggaran Dana Kelurahan (DAKEL) sebesar 50 juta per kelurahan, kemudian ada Dapur
Sehat atasi Stunting melalui PMT, dan program Lorong Pengendali Stunting (LOPIS). Rekomendasi strategi yang peneliti berikan dalam percepatan penurunan stunting di Kota
Makassar adalah sebagai berikut: 1. Menambah anggaran operasional serta sarana dan
prasarana Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS; 2. Memperbaiki Peraturan Walikota
dan Keputusan Walikota sehingga mempermudah dan memfasilitasi sektor diluar Pemerintah
untuk berpartisipasi dalam penanganan stunting; 3. Menyebarluaskan informasi program
penanganan stunting pemerintah dan menjalin kerjasama kepada stakeholder terkait yang bisa
mendukung sesuai dengan bidang atau keahliannya; 4. Mendukung secara penuh pembuatan
program baru oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS apabila program sekarang
dirasa tidak efektif dan efisien.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04798/IPDN/2024 |
363.859 847 71 ALI s |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193463 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260206090618 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000547 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a STRATEGI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN : $b - /$c Alif Duta Bahri | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Alif Duta Bahri | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 15 hlm : $b Ilus ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19089 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a SUBIYONO | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 363.859 847 71 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 363.859 847 71 ALI s | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Masalah Stunting | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan (GAP): Penulis berfokus pada rekomendasi strategi percepatan penurunan stunting di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan kondisi riil, permasalahan, upaya yang telah dilakukan dan memberikan rekomendasi strategi dalam percepatan penurunan stunting di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori Analisis SWOT yang dikemukakan oleh Freddy Rangkuti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan data E-PPGBM Dinas Kesehatan Kota Makassar bulan Februari 2024 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kota Makassar turun di angka 3,01 dari 3,14 pada bulan Agustus 2023 dan tren penurunan sebesar 0,13 persen dari sebelumnya sebesar 3,14 persen dan apabila dibandingkan pada Agustus 2021 sebesar 5,25 persen, dalam 3 tahun Pemerintah Kota Makassar sudah berhasil menurunkan sebesar 2,24 persen. Kesimpulan: Penanganan stunting di Kota Makassar sudah berjalan dengan baik dibuktikan dengan turunnya angka prevalensi stunting setiap tahunnya menurut data E-PPGBM Dinkes Kota Makassar meskipun masih ada beberapa Kecamatan yang bertambah angka stunting nya. Faktor penghambat dalam percepatan penurunan stunting di Kota Makassar yakni: 1. Masih rendahnya kesadaran tentang pentingnya pencegahan stunting; 2. Kebijakan yang belum sepenuhnya konvergen dalam memberikan dukungandukungan terhadap pencegahan stunting; 3. Permasalahan Komunikasi dalam perubahan perilaku baik di tingkat individu maupun tingkat masyarakat; 4. Masih kurangnya peran di setiap kelurahan dan kecamatan dalam mengintervensi penanganan stunting; 5. Penganggaran masih belum terinci secara jelas oleh seluruh perangkat daerah terkait penanganan stunting di Kota Makassar. Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar adalah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS melalui Perwali Kota Makassar Nomor 122 Tahun 2022 dan SK Wali Kota Makassar Nomor 1215/440.1.05 Tahun 2022. Kemudian adanya penganggaran Dana Kelurahan (DAKEL) sebesar 50 juta per kelurahan, kemudian ada Dapur Sehat atasi Stunting melalui PMT, dan program Lorong Pengendali Stunting (LOPIS). Rekomendasi strategi yang peneliti berikan dalam percepatan penurunan stunting di Kota Makassar adalah sebagai berikut: 1. Menambah anggaran operasional serta sarana dan prasarana Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS; 2. Memperbaiki Peraturan Walikota dan Keputusan Walikota sehingga mempermudah dan memfasilitasi sektor diluar Pemerintah untuk berpartisipasi dalam penanganan stunting; 3. Menyebarluaskan informasi program penanganan stunting pemerintah dan menjalin kerjasama kepada stakeholder terkait yang bisa mendukung sesuai dengan bidang atau keahliannya; 4. Mendukung secara penuh pembuatan program baru oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS apabila program sekarang dirasa tidak efektif dan efisien. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Feb 2026