Detail Katalog
ID: 30248Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI DPRD DALAM PENGGUNAAN HAK INISIATIF TERHADAP PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR : ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 / Riyas Adikarya Wisda
Edisi: -
Pengarang:
Riyas Adikarya Wisda ; Endang Try Setyasih
Riyas Adikarya Wisda ; Endang Try Setyasih
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Deskripsi Fisik:
11 hlm : ILUS ; - -
11 hlm : ILUS ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
328.598 383 1 RIY a
328.598 383 1 RIY a
Control Number:
INLIS000000001193477
INLIS000000001193477
BIB ID:
0010-0226000561
0010-0226000561
Catatan
Penulis berfokus pada permasalahan bagaimana penggunaan
hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi di DPRD Kota Samarinda, faktor apa saja yang yang
menjadi penghambat penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi di DPRD Kota
Samarinda, dan upaya apa yang dilakukan DPRD Kota Samarinda untuk mengatasi faktor penghambat penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan mengidentifikasi penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi
di DPRD Kota Samarinda, mengetahui dan mengidentifikasi faktor penghambat apa saja yang
mempengaruhi penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi di DPRD Kota
Samarinda, serta mengetahui dan mengidentifikasi upaya yang dilakukan DPRD Kota Samarinda
dalam mengatasi faktor penghambat penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (4 informan), dokumentasi, dan observasi.
Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini, yaitu pelaksanaan fungsi
legislasi yang dilakukan oleh DPRD Kota Samarinda dalam pembentukan peraturan daerah Kota
Samarinda adalah belum optimal. Kesimpulan: Pelaksanaan fungsi legislasi yang dilakukan oleh
DPRD Kota Samarinda dalam pembentukan peraturan daerah Kota Samarinda adalah belum optimal.
Hal tersebut dapat dilihat dari 6 (enam) dimensi hanya ada 3 (tiga) dimensi yang berjalan dengan baik,
sedangkan 3 (tiga) dimensi lainnya masih kurang optimal dalam pelaksanaan fungsi legislasi. Dimensi
yang kurang optimal, yaitu dimensi standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, dan sikap atau
kecenderungan (disposition) para pelaksana
hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi di DPRD Kota Samarinda, faktor apa saja yang yang
menjadi penghambat penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi di DPRD Kota
Samarinda, dan upaya apa yang dilakukan DPRD Kota Samarinda untuk mengatasi faktor penghambat penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan mengidentifikasi penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi
di DPRD Kota Samarinda, mengetahui dan mengidentifikasi faktor penghambat apa saja yang
mempengaruhi penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi di DPRD Kota
Samarinda, serta mengetahui dan mengidentifikasi upaya yang dilakukan DPRD Kota Samarinda
dalam mengatasi faktor penghambat penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (4 informan), dokumentasi, dan observasi.
Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini, yaitu pelaksanaan fungsi
legislasi yang dilakukan oleh DPRD Kota Samarinda dalam pembentukan peraturan daerah Kota
Samarinda adalah belum optimal. Kesimpulan: Pelaksanaan fungsi legislasi yang dilakukan oleh
DPRD Kota Samarinda dalam pembentukan peraturan daerah Kota Samarinda adalah belum optimal.
Hal tersebut dapat dilihat dari 6 (enam) dimensi hanya ada 3 (tiga) dimensi yang berjalan dengan baik,
sedangkan 3 (tiga) dimensi lainnya masih kurang optimal dalam pelaksanaan fungsi legislasi. Dimensi
yang kurang optimal, yaitu dimensi standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, dan sikap atau
kecenderungan (disposition) para pelaksana
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00293/IPDN/2026 |
328.598 383 1 RIY a |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193477 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260206091714 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000561 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI DPRD DALAM PENGGUNAAN HAK INISIATIF TERHADAP PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR : $b ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 /$c Riyas Adikarya Wisda | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Riyas Adikarya Wisda | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 11 hlm : $b ILUS ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19494 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Endang Try Setyasih | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 328.598 383 1 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 328.598 383 1 RIY a | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 600 | # |
4 |
$a Dewan Perwakilan Rakyat Daerah | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Penulis berfokus pada permasalahan bagaimana penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi di DPRD Kota Samarinda, faktor apa saja yang yang menjadi penghambat penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi di DPRD Kota Samarinda, dan upaya apa yang dilakukan DPRD Kota Samarinda untuk mengatasi faktor penghambat penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi di DPRD Kota Samarinda, mengetahui dan mengidentifikasi faktor penghambat apa saja yang mempengaruhi penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi di DPRD Kota Samarinda, serta mengetahui dan mengidentifikasi upaya yang dilakukan DPRD Kota Samarinda dalam mengatasi faktor penghambat penggunaan hak inisiatif dalam pelaksanaan fungsi legislasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (4 informan), dokumentasi, dan observasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini, yaitu pelaksanaan fungsi legislasi yang dilakukan oleh DPRD Kota Samarinda dalam pembentukan peraturan daerah Kota Samarinda adalah belum optimal. Kesimpulan: Pelaksanaan fungsi legislasi yang dilakukan oleh DPRD Kota Samarinda dalam pembentukan peraturan daerah Kota Samarinda adalah belum optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari 6 (enam) dimensi hanya ada 3 (tiga) dimensi yang berjalan dengan baik, sedangkan 3 (tiga) dimensi lainnya masih kurang optimal dalam pelaksanaan fungsi legislasi. Dimensi yang kurang optimal, yaitu dimensi standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, dan sikap atau kecenderungan (disposition) para pelaksana | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Feb 2026