Detail Katalog

ID: 30262
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN TERHADAP PERKAWINAN TIDAK TERCATAT DALAM KAITANNYA DENGAN PENERBITAN AKTA KELAHIRAN ANAK DI KOTA PALU : - / Dhafin Rizqullah

Edisi: -

Pengarang:
Dhafin Rizqullah ; Suraji
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Administrasi Pemerintahan Perkotaan
Deskripsi Fisik:
11 hlm : - ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
352.160 959 844 31 DHA i
Control Number:
INLIS000000001193491
BIB ID:
0010-0226000575
Catatan
Permasalahan : Perkawinan yang tidak dicatatkan membawa konsekuensi hukum,
salah satunya mengakibatkan anak yang dilahirkan akan diterbitkan akta
kelahirannya dengan tambahan frasa sesuai yang tercantum pada Permendagri
Nomor 108 Tahun 2019 Pasal 48 Ayat (2), Anak yang dilahirkan dalam perkawinan
adalah keturunan sah dari ayah dan ibu yang sah menurut hukum. Selama dalam
perkawinan, pengawasan anak berada di bawah tanggung jawab orang tua dan
berakhir saat anak menjadi dewasa, menikah, atau ketika perkawinan orang tua
berakhir akibat perceraian. Kitab Undang-undang Hukum Perdata atau KUH
Perdata mengatur perbedaan antara anak sah dan anak luar perkawinan. Anak sah
adalah yang dilahirkan dalam perkawinan yang sah, sementara anak luar
perkawinan adalah yang lahir di luar perkawinan yang sah antara kedua orang
tuanya, kurangnya pemahaman warga Kota Palu mengenai pentingnya memiliki
akta perkawinan dan ketidaktahuan fungsi dari surat nikah membuat angka ketidak
pemilikan akta kelahiran anak di kota palu sangat tinggi, pandangan warga bahwa
pelayanan pencatatan sipil sulit untuk dilakukan dan memakan waktu, warga yang
malu dalam mengurus akta perkawinan, ketidaktahuan warga mengenai akibat
hukum yang ditimbulkan dari perkawinan tidak tercatat terhadap anak mereka,
adanya keyakinan bahwa pencatatan tidak diwajibkan agama, dan lainnya adalah
karena sudah berumur dan untuk menutupi aib. Tujuan : Tujuan penelitian untuk
mengetahui dan menganalisa dampak perkawinan tidak tercatata terhadap status
kependudukan anak di Kota Palu, kendala apa saja dalam pelaksanaan dan Solusi
untuk mengatasi masalah tersebut. Metode : Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif, (Arikunto, 2010) mengatakan bahwa Penelitian deskriptif
adalah penelitian yang digunakankan untuk mencari tau tentang keadaan, kondisi
atau hal-hal lain yang sudah dijelaskan, dan hasilnya dipaparkan dalam bentuk
laporan penelitian, dalam pengumpulan data peniliti menggunakan Teknik
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam Skripsi ini
adalah teori Implementasi menurut (Edward III dalam Ayungningtyas, 2014) dengan empat indikator yaitu Komunikasi, Sumber daya, Disposisi, dan Struktur
Birokrasi. Hasil : Penerapan tertib administrasi terhadap status kependudukan anak
dari perkawinan tidak tercatat di kota palu sudah berjalan dengan baik sesuai dengan indikator, tetapi kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dan
minimnya anggaran tidak dapat menunjang proses pelayanan administrasi
kependudukan kepada Masyarakat. Kesimpulan : Status anak yang diakibatkan
oleh perkawinan tidak tercatatat akan menyebabkan beberapa dampak untuk
kedepannya seperti, Rentan terjadinya penelantaran dan kekerasan dalam rumah
tanggan karena tidak adannya perlindungan hukum terhadap istri dan anak berupa
bukti yang autentik, Anak yang dilahirkan tidak memiliki hak perdata karena status
kependudukan yang didapatlan saat akta kelahirannya diterbitkan hanya anak
seorang ibu sedangkan contoh kasus keperdataan yang dialami misalnya masalah
hal waris terhadap ayahnya sehingga tidak dapat diperjuangkan haknya.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04820/IPDN/2024 352.160 959 844 31 DHA i Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193491 1
005 _ _ 20260206093121 2
035 # # $a 0010-0226000575 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN TERHADAP PERKAWINAN TIDAK TERCATAT DALAM KAITANNYA DENGAN PENERBITAN AKTA KELAHIRAN ANAK DI KOTA PALU : $b - /$c Dhafin Rizqullah 4
100 _ # $a Dhafin Rizqullah 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 11 hlm : $b - ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18772 8
700 _ # $a Suraji 9
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 10
082 # # $a 352.160 959 844 31 11
084 # # $a 352.160 959 844 31 DHA i 12
020 # # $a - 13
650 # 4 $a Administrasi Pemerintahan Perkotaan 14
520 # # $a Permasalahan : Perkawinan yang tidak dicatatkan membawa konsekuensi hukum, salah satunya mengakibatkan anak yang dilahirkan akan diterbitkan akta kelahirannya dengan tambahan frasa sesuai yang tercantum pada Permendagri Nomor 108 Tahun 2019 Pasal 48 Ayat (2), Anak yang dilahirkan dalam perkawinan adalah keturunan sah dari ayah dan ibu yang sah menurut hukum. Selama dalam perkawinan, pengawasan anak berada di bawah tanggung jawab orang tua dan berakhir saat anak menjadi dewasa, menikah, atau ketika perkawinan orang tua berakhir akibat perceraian. Kitab Undang-undang Hukum Perdata atau KUH Perdata mengatur perbedaan antara anak sah dan anak luar perkawinan. Anak sah adalah yang dilahirkan dalam perkawinan yang sah, sementara anak luar perkawinan adalah yang lahir di luar perkawinan yang sah antara kedua orang tuanya, kurangnya pemahaman warga Kota Palu mengenai pentingnya memiliki akta perkawinan dan ketidaktahuan fungsi dari surat nikah membuat angka ketidak pemilikan akta kelahiran anak di kota palu sangat tinggi, pandangan warga bahwa pelayanan pencatatan sipil sulit untuk dilakukan dan memakan waktu, warga yang malu dalam mengurus akta perkawinan, ketidaktahuan warga mengenai akibat hukum yang ditimbulkan dari perkawinan tidak tercatat terhadap anak mereka, adanya keyakinan bahwa pencatatan tidak diwajibkan agama, dan lainnya adalah karena sudah berumur dan untuk menutupi aib. Tujuan : Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisa dampak perkawinan tidak tercatata terhadap status kependudukan anak di Kota Palu, kendala apa saja dalam pelaksanaan dan Solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, (Arikunto, 2010) mengatakan bahwa Penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakankan untuk mencari tau tentang keadaan, kondisi atau hal-hal lain yang sudah dijelaskan, dan hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian, dalam pengumpulan data peniliti menggunakan Teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam Skripsi ini adalah teori Implementasi menurut (Edward III dalam Ayungningtyas, 2014) dengan empat indikator yaitu Komunikasi, Sumber daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil : Penerapan tertib administrasi terhadap status kependudukan anak dari perkawinan tidak tercatat di kota palu sudah berjalan dengan baik sesuai dengan indikator, tetapi kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dan minimnya anggaran tidak dapat menunjang proses pelayanan administrasi kependudukan kepada Masyarakat. Kesimpulan : Status anak yang diakibatkan oleh perkawinan tidak tercatatat akan menyebabkan beberapa dampak untuk kedepannya seperti, Rentan terjadinya penelantaran dan kekerasan dalam rumah tanggan karena tidak adannya perlindungan hukum terhadap istri dan anak berupa bukti yang autentik, Anak yang dilahirkan tidak memiliki hak perdata karena status kependudukan yang didapatlan saat akta kelahirannya diterbitkan hanya anak seorang ibu sedangkan contoh kasus keperdataan yang dialami misalnya masalah hal waris terhadap ayahnya sehingga tidak dapat diperjuangkan haknya. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 06 Feb 2026
Export