Detail Katalog

ID: 30270
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KECAMATAN NITA KABUPATEN SIKKA / Fidelia Inexcelsis In Richardus

Pengarang:
Fidelia Inexcelsis In Richardus ; Heru Sulistyo
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Penanganan Masalah Stunting
Deskripsi Fisik:
21 : ilus
Nomor Panggil:
363.809 598 684 1 FID i
Control Number:
INLIS000000001193499
BIB ID:
0010-0226000583
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang: Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018
mengeluarkan data epidemiologi yang menyatakan bahwa di Asia Tenggara 14,4
juta bayi mengalami stunting, dan pada tahun 2022 Indonesia menempati urutan ke
2 tertinggi secara global dengan angka prevalensi stunting tertinggi se-Asia.
Stunting adalah suatu kondisi dimana tinggi badan dan berat badan bayi tidak sesuai
dengan kriteria umur berdasarkan indikator yang ditetapkan dari WHO dan
menempatkan NTT menjadi provinsi dengan angka stunting tertinggi tahun 2022.
Berdasarkan data yang dilaporkan e-PPGBM, Kabupaten Sikka menjadi salah satu
daerah prioritas dalam penanggulangan stunting di NTT disebabkan tren prevalensi
stunting yang naik sebesar 1,5 % dari tahun sebelumnya dan Kecamatan Nita
menjadi Kecamatan dengan kenaikan angka stunting secara berkala selama 3 tahun
terakhir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
pengimplementasian kebijakan penanggulangan stunting di Kecamatan Nita
Kabupaten Sikka. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian
kualitatif melalui teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan
dokumentasi. Hasil/Temuan: Melalui teori implementasi menurut George Edward
III yang terbagi menjadi 4 dimensi yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan
Struktur Birokrasi penulis melihat bagaimana implementasi Peraturan Bupati Sikka
Nomor 19 Tahun 2019 tentang penanggulangan Stunting di Daerah berjalan.
Terdapat 3 indikator dalam dimensi implementasi kebijakan yang menunjukkan
bahwa kebijakan penanggulangan stunting yang dilaksanakan di Kecamatan Nita
dikatakan berhasil yaitu dilihat dari kerja sama antar lintas sektor dan penggunaan
dana desa untuk alokasi dana stunting serta adanya aturan/ hukum yang mengikat.
Kesimpulan: Kerja sama antar lintas sektor merupakan salah satu peran penting
dalam keberhasilan kebijakan penanggulangan stunting di Kecamatan Nita
Kabupaten Sikka sehingga berdasarkan hasil dan pembahasan implementasi
kebijakan penanggulangan stunting berjalan baik, dilaksanakan sesuai dengan
prosedur walaupun partisipasi timbal balik dari masyarakat target sasaran masih
sangat minim.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04826/IPDN/2024 363.809 598 684 1 FID i Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193499 1
005 _ _ 20260206094033 2
035 # # $a 0010-0226000583 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KECAMATAN NITA KABUPATEN SIKKA /$c Fidelia Inexcelsis In Richardus 4
100 _ # $a Fidelia Inexcelsis In Richardus 5
300 # # $a 21 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19849 7
700 _ # $a Heru Sulistyo 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 9
082 # # $a 363.809 598 684 1 10
084 # # $a 363.809 598 684 1 FID i 11
650 # 4 $a Penanganan Masalah Stunting 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang: Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 mengeluarkan data epidemiologi yang menyatakan bahwa di Asia Tenggara 14,4 juta bayi mengalami stunting, dan pada tahun 2022 Indonesia menempati urutan ke 2 tertinggi secara global dengan angka prevalensi stunting tertinggi se-Asia. Stunting adalah suatu kondisi dimana tinggi badan dan berat badan bayi tidak sesuai dengan kriteria umur berdasarkan indikator yang ditetapkan dari WHO dan menempatkan NTT menjadi provinsi dengan angka stunting tertinggi tahun 2022. Berdasarkan data yang dilaporkan e-PPGBM, Kabupaten Sikka menjadi salah satu daerah prioritas dalam penanggulangan stunting di NTT disebabkan tren prevalensi stunting yang naik sebesar 1,5 % dari tahun sebelumnya dan Kecamatan Nita menjadi Kecamatan dengan kenaikan angka stunting secara berkala selama 3 tahun terakhir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian kebijakan penanggulangan stunting di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Melalui teori implementasi menurut George Edward III yang terbagi menjadi 4 dimensi yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan Struktur Birokrasi penulis melihat bagaimana implementasi Peraturan Bupati Sikka Nomor 19 Tahun 2019 tentang penanggulangan Stunting di Daerah berjalan. Terdapat 3 indikator dalam dimensi implementasi kebijakan yang menunjukkan bahwa kebijakan penanggulangan stunting yang dilaksanakan di Kecamatan Nita dikatakan berhasil yaitu dilihat dari kerja sama antar lintas sektor dan penggunaan dana desa untuk alokasi dana stunting serta adanya aturan/ hukum yang mengikat. Kesimpulan: Kerja sama antar lintas sektor merupakan salah satu peran penting dalam keberhasilan kebijakan penanggulangan stunting di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka sehingga berdasarkan hasil dan pembahasan implementasi kebijakan penanggulangan stunting berjalan baik, dilaksanakan sesuai dengan prosedur walaupun partisipasi timbal balik dari masyarakat target sasaran masih sangat minim. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name