Detail Katalog
ID: 30329Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI MUTIARA DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI DESA GUMANANO KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA : - / Rahmat Irfandi
Edisi: -
Pengarang:
Rahmat Irfandi ; Umar Nain
Rahmat Irfandi ; Umar Nain
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
pariwisata kepariwisataan
Deskripsi Fisik:
19 hlm : Ilus ; - -
19 hlm : Ilus ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
910.598 485 1 RAH p
910.598 485 1 RAH p
Control Number:
INLIS000000001193558
INLIS000000001193558
BIB ID:
0010-0226000642
0010-0226000642
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Jumlah kunjungan
wisatawan yang meningkat di Pantai Mutiara Kabupaten Buton Tengah
serta besarnya alokasi anggaran pariwisata Kabupaten Buton Tengah
belum dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan angka
kemiskinan di Kabupaten Buton Tengah. Tujuan: Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengembangkan objek wisata Pantai Mutiara di Desa
Gumanano, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi
Sulawesi Tenggara, guna meningkatkan perekonomian lokal dan
kesejahteraan masyarakat setempat. Metode: Melalui pendekatan kualitatif
deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini mengidentifikasi potensi wisata
alam yang meliputi keindahan pantai, keragaman hayati laut, serta kearifan
lokal yang dapat dijadikan daya tarik utama.. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Pantai Mutiara
memerlukan strategi yang komprehensif, meliputi pengelolaan sumber
daya alam yang berkelanjutan, peningkatan fasilitas wisata seperti akses
jalan, akomodasi, dan sarana pendukung lainnya, serta promosi yang efektif
untuk menarik wisatawan. Selain itu, pemberdayaan masyarakat lokal
melalui pelatihan keterampilan dan partisipasi aktif dalam pengelolaan
wisata juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pengembangan ini.
Kesimpulan: Pantai Mutiara di Kabupaten Buton Tengah memili potensi
dalam pengembangan pariwisata namun terdapat hambatan yaitu
kurangnya promosi, belum optimalnya daya tarik, kurangnya took
cinderamata, fasilitas dasar yang terbatas, toilet dan sanitasi belum
memadai, jaringan telekomunikasi yang lemah, air bersih yang tidak stabil,
akses jalan yang kurang memadai, pelatihan manajemen pariwisata yang
kurang sertas partisipasi masyarakat yang rendah. Adapun C. Upaya yang
dilakukan pemerintah untuk mengatasi hambatan dalam pengembangan
objek wisata pantai Mutiara yaitu perbaikan dan perluasan jalan,
transportasi, serta sarana pendukung, strategi promosi intensif melalui
media sosial, iklan, festival, dan kerjasama dengan influencer lokal,
pengembangan Fasilitas Wisata : Peningkatan kualitas akomodasi,
restoran, dan fasilitas rekreasi, pendidikan dan Pelatihan: Pelatihan
manajemen destinasi, pelayanan wisata, serta kampanye kesadaran
lingkungan, pengelolaan Lingkungan: Prioritas pada pengelolaan
lingkungan berkelanjutan, kerja Sama dengan Pihak Terkait: Kolaborasi
dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas lokal.
wisatawan yang meningkat di Pantai Mutiara Kabupaten Buton Tengah
serta besarnya alokasi anggaran pariwisata Kabupaten Buton Tengah
belum dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan angka
kemiskinan di Kabupaten Buton Tengah. Tujuan: Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengembangkan objek wisata Pantai Mutiara di Desa
Gumanano, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi
Sulawesi Tenggara, guna meningkatkan perekonomian lokal dan
kesejahteraan masyarakat setempat. Metode: Melalui pendekatan kualitatif
deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini mengidentifikasi potensi wisata
alam yang meliputi keindahan pantai, keragaman hayati laut, serta kearifan
lokal yang dapat dijadikan daya tarik utama.. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Pantai Mutiara
memerlukan strategi yang komprehensif, meliputi pengelolaan sumber
daya alam yang berkelanjutan, peningkatan fasilitas wisata seperti akses
jalan, akomodasi, dan sarana pendukung lainnya, serta promosi yang efektif
untuk menarik wisatawan. Selain itu, pemberdayaan masyarakat lokal
melalui pelatihan keterampilan dan partisipasi aktif dalam pengelolaan
wisata juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pengembangan ini.
Kesimpulan: Pantai Mutiara di Kabupaten Buton Tengah memili potensi
dalam pengembangan pariwisata namun terdapat hambatan yaitu
kurangnya promosi, belum optimalnya daya tarik, kurangnya took
cinderamata, fasilitas dasar yang terbatas, toilet dan sanitasi belum
memadai, jaringan telekomunikasi yang lemah, air bersih yang tidak stabil,
akses jalan yang kurang memadai, pelatihan manajemen pariwisata yang
kurang sertas partisipasi masyarakat yang rendah. Adapun C. Upaya yang
dilakukan pemerintah untuk mengatasi hambatan dalam pengembangan
objek wisata pantai Mutiara yaitu perbaikan dan perluasan jalan,
transportasi, serta sarana pendukung, strategi promosi intensif melalui
media sosial, iklan, festival, dan kerjasama dengan influencer lokal,
pengembangan Fasilitas Wisata : Peningkatan kualitas akomodasi,
restoran, dan fasilitas rekreasi, pendidikan dan Pelatihan: Pelatihan
manajemen destinasi, pelayanan wisata, serta kampanye kesadaran
lingkungan, pengelolaan Lingkungan: Prioritas pada pengelolaan
lingkungan berkelanjutan, kerja Sama dengan Pihak Terkait: Kolaborasi
dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas lokal.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04868/IPDN/2024 |
910.598 485 1 RAH p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193558 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260206103858 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000642 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI MUTIARA DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI DESA GUMANANO KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA : $b - /$c Rahmat Irfandi | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Rahmat Irfandi | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 19 hlm : $b Ilus ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19663 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Umar Nain | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 910.598 485 1 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 910.598 485 1 RAH p | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a pariwisata kepariwisataan | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat di Pantai Mutiara Kabupaten Buton Tengah serta besarnya alokasi anggaran pariwisata Kabupaten Buton Tengah belum dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan angka kemiskinan di Kabupaten Buton Tengah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan objek wisata Pantai Mutiara di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara, guna meningkatkan perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat setempat. Metode: Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini mengidentifikasi potensi wisata alam yang meliputi keindahan pantai, keragaman hayati laut, serta kearifan lokal yang dapat dijadikan daya tarik utama.. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Pantai Mutiara memerlukan strategi yang komprehensif, meliputi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, peningkatan fasilitas wisata seperti akses jalan, akomodasi, dan sarana pendukung lainnya, serta promosi yang efektif untuk menarik wisatawan. Selain itu, pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan keterampilan dan partisipasi aktif dalam pengelolaan wisata juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pengembangan ini. Kesimpulan: Pantai Mutiara di Kabupaten Buton Tengah memili potensi dalam pengembangan pariwisata namun terdapat hambatan yaitu kurangnya promosi, belum optimalnya daya tarik, kurangnya took cinderamata, fasilitas dasar yang terbatas, toilet dan sanitasi belum memadai, jaringan telekomunikasi yang lemah, air bersih yang tidak stabil, akses jalan yang kurang memadai, pelatihan manajemen pariwisata yang kurang sertas partisipasi masyarakat yang rendah. Adapun C. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hambatan dalam pengembangan objek wisata pantai Mutiara yaitu perbaikan dan perluasan jalan, transportasi, serta sarana pendukung, strategi promosi intensif melalui media sosial, iklan, festival, dan kerjasama dengan influencer lokal, pengembangan Fasilitas Wisata : Peningkatan kualitas akomodasi, restoran, dan fasilitas rekreasi, pendidikan dan Pelatihan: Pelatihan manajemen destinasi, pelayanan wisata, serta kampanye kesadaran lingkungan, pengelolaan Lingkungan: Prioritas pada pengelolaan lingkungan berkelanjutan, kerja Sama dengan Pihak Terkait: Kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas lokal. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Feb 2026