Detail Katalog
ID: 30345Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN MELALUI PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI KEMISKINAN EKSTREM DI KABUPATEN NABIRE, PROVINSI PAPUA TENGAH : - / Christine Mekarwati Motte
Edisi: -
Pengarang:
Christine Mekarwati Motte ; Hendrawati Hamid
Christine Mekarwati Motte ; Hendrawati Hamid
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
pemberdayaan masyarakat
Deskripsi Fisik:
12 hlm : - ; - -
12 hlm : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
307.159 881 12 CHR p
307.159 881 12 CHR p
Control Number:
INLIS000000001193573
INLIS000000001193573
BIB ID:
0010-0226000657
0010-0226000657
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada ermasalahan antara lain pendataan
keluarga penerima manfaat bantuan langsung tunai kemiskinan ekstrem yang belum efektif, terhambatnya
pencairan bantuan langsung tunai kemiskinan ekstrem, dan kurangnya pengetahuan masyarakat kampung
tentang bantuan langsung tunai kemiskinan ekstrem. Salah satu penyebabnya dikarenakan masih
kurangnya peran aktif masyarakat dalam program yang diberikan dan merupakan dampak dari kebijakan
dan struktur sosial masyarakat sehingga membentuk ketergantungan serta sikap dan pola pikir keliru.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk emberikan gambaran tentang pemberdayaan masyarakat
miskin melalui Program Bantuan Langsung Tunai Kemiskinan Ekstrem (BLT) di Kabupaten Nabire,
penghambat serta upaya yang dilakukan di Kabupaten Nabire. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis terhadap pemberdayaan masyarakat menurut Teori Aswas. Teknik
pengumpulan data yaitu wawancara (9 informan), dan observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan angket (50 responden), wawancara mendalam (7 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan:
Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu pemberdayaan masyarakat miskin melalui
Program Bantuan Langsung Tunai Kemiskinan Ekstrem (BLT) dilihat pada 4 (empat) dimensi yakni
Berdasarkan kebutuhan, masalah, dan potensi, sasaran utama adalah masyarakat, aspek sosial dan
ekonomi dan keputusan secara partisipatif, diperoleh bahwa pemberdayaan masyarakat miskinan
melalui BLT Kemiskinan Ekstrem sudah berjalan cukup baik namun belum optimal. Kesimpulan: Hal
tersebut dapat dilihat pemberdayaan masyarakat dilakukan belum secara aktif, menyeluruh dan
berkelanjutan. Penekanan pada konsep ini ialah dalam pemberdayaan masyarakat miskin bukan hanya
bukan hanya sekedar menerima bantuan dengan tanpa menggembangkan diri tetapi dapat menumbuhkan
kesadaran diri untuk keluar dari kemiskinan.
keluarga penerima manfaat bantuan langsung tunai kemiskinan ekstrem yang belum efektif, terhambatnya
pencairan bantuan langsung tunai kemiskinan ekstrem, dan kurangnya pengetahuan masyarakat kampung
tentang bantuan langsung tunai kemiskinan ekstrem. Salah satu penyebabnya dikarenakan masih
kurangnya peran aktif masyarakat dalam program yang diberikan dan merupakan dampak dari kebijakan
dan struktur sosial masyarakat sehingga membentuk ketergantungan serta sikap dan pola pikir keliru.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk emberikan gambaran tentang pemberdayaan masyarakat
miskin melalui Program Bantuan Langsung Tunai Kemiskinan Ekstrem (BLT) di Kabupaten Nabire,
penghambat serta upaya yang dilakukan di Kabupaten Nabire. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis terhadap pemberdayaan masyarakat menurut Teori Aswas. Teknik
pengumpulan data yaitu wawancara (9 informan), dan observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan angket (50 responden), wawancara mendalam (7 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan:
Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu pemberdayaan masyarakat miskin melalui
Program Bantuan Langsung Tunai Kemiskinan Ekstrem (BLT) dilihat pada 4 (empat) dimensi yakni
Berdasarkan kebutuhan, masalah, dan potensi, sasaran utama adalah masyarakat, aspek sosial dan
ekonomi dan keputusan secara partisipatif, diperoleh bahwa pemberdayaan masyarakat miskinan
melalui BLT Kemiskinan Ekstrem sudah berjalan cukup baik namun belum optimal. Kesimpulan: Hal
tersebut dapat dilihat pemberdayaan masyarakat dilakukan belum secara aktif, menyeluruh dan
berkelanjutan. Penekanan pada konsep ini ialah dalam pemberdayaan masyarakat miskin bukan hanya
bukan hanya sekedar menerima bantuan dengan tanpa menggembangkan diri tetapi dapat menumbuhkan
kesadaran diri untuk keluar dari kemiskinan.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04881/IPDN/2024 |
307.159 881 12 CHR p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193573 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260206105713 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000657 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN MELALUI PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI KEMISKINAN EKSTREM DI KABUPATEN NABIRE, PROVINSI PAPUA TENGAH : $b - /$c Christine Mekarwati Motte | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Christine Mekarwati Motte | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 12 hlm : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19719 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Hendrawati Hamid | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 307.159 881 12 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 307.159 881 12 CHR p | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a pemberdayaan masyarakat | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada ermasalahan antara lain pendataan keluarga penerima manfaat bantuan langsung tunai kemiskinan ekstrem yang belum efektif, terhambatnya pencairan bantuan langsung tunai kemiskinan ekstrem, dan kurangnya pengetahuan masyarakat kampung tentang bantuan langsung tunai kemiskinan ekstrem. Salah satu penyebabnya dikarenakan masih kurangnya peran aktif masyarakat dalam program yang diberikan dan merupakan dampak dari kebijakan dan struktur sosial masyarakat sehingga membentuk ketergantungan serta sikap dan pola pikir keliru. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk emberikan gambaran tentang pemberdayaan masyarakat miskin melalui Program Bantuan Langsung Tunai Kemiskinan Ekstrem (BLT) di Kabupaten Nabire, penghambat serta upaya yang dilakukan di Kabupaten Nabire. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis terhadap pemberdayaan masyarakat menurut Teori Aswas. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara (9 informan), dan observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket (50 responden), wawancara mendalam (7 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu pemberdayaan masyarakat miskin melalui Program Bantuan Langsung Tunai Kemiskinan Ekstrem (BLT) dilihat pada 4 (empat) dimensi yakni Berdasarkan kebutuhan, masalah, dan potensi, sasaran utama adalah masyarakat, aspek sosial dan ekonomi dan keputusan secara partisipatif, diperoleh bahwa pemberdayaan masyarakat miskinan melalui BLT Kemiskinan Ekstrem sudah berjalan cukup baik namun belum optimal. Kesimpulan: Hal tersebut dapat dilihat pemberdayaan masyarakat dilakukan belum secara aktif, menyeluruh dan berkelanjutan. Penekanan pada konsep ini ialah dalam pemberdayaan masyarakat miskin bukan hanya bukan hanya sekedar menerima bantuan dengan tanpa menggembangkan diri tetapi dapat menumbuhkan kesadaran diri untuk keluar dari kemiskinan. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Feb 2026