Detail Katalog
ID: 30349Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
MANAJEMEN PASCA BENCANA BANJIR DI DISTRIK PANIAI TIMUR KABUPATEN PANIAI PROVINSI PAPUA TENGAH : - / Petrus Madai
Edisi: -
Pengarang:
Petrus Madai ; Mujahidin
Petrus Madai ; Mujahidin
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Manajemen Pascabencana Banjir
Deskripsi Fisik:
9 : - ; - -
9 : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
363.349 598 8 PET m
363.349 598 8 PET m
Control Number:
INLIS000000001193577
INLIS000000001193577
BIB ID:
0010-0226000661
0010-0226000661
Catatan
Indonesia, yang terletak di antara dua jalur tektonik
utama di dunia, yaitu Cincin Api Pasifik dan Sabuk Mediterranea, sering mengalami bencana
alam. Selain itu, negara ini juga memiliki curah hujan yang tinggi, berkisar antara 1.000 hingga
4.000 mm setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji "Manajemen
Pasca Bencana Banjir di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah."
Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu untuk memahami manajemen pasca bencana
banjir di Distrik Paniai Timur, mengidentifikasi hambatan dan faktor pendukung dalam
manajemen tersebut, serta mengusulkan solusi yang tepat. Metode: Metode pengumpulan data
yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam konteks penelitian
kualitatif ini, peneliti menjadi instrumen utama yang bertanggung jawab dalam pembuatan
fokus, pemilihan informan, pengumpulan data, analisis, interpretasi, dan kesimpulan. Pedoman
wawancara menjadi panduan bagi peneliti dalam melakukan observasi langsung terhadap
narasumber.Hasil: Manajemen pasca bencana banjir mencakup serangkaian langkah, mulai
dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons cepat. Pencegahan termasuk dalam
hal analisis risiko, perencanaan tata ruang, dan kampanye edukasi, sementara mitigasi
melibatkan pembangunan infrastruktur anti-banjir dan pelatihan evakuasi. Kesimpulan: Saat
terjadi bencana, fokus utama adalah respons cepat menggunakan Teori Tanggap Darurat,
dengan penekanan pada evakuasi dan distribusi bantuan. Setelah bencana berlalu, perhatian
beralih pada rehabilitasi, pembangunan infrastruktur, dan pemulihan ekonomi masyarakat
yang terdampak.
utama di dunia, yaitu Cincin Api Pasifik dan Sabuk Mediterranea, sering mengalami bencana
alam. Selain itu, negara ini juga memiliki curah hujan yang tinggi, berkisar antara 1.000 hingga
4.000 mm setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji "Manajemen
Pasca Bencana Banjir di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah."
Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu untuk memahami manajemen pasca bencana
banjir di Distrik Paniai Timur, mengidentifikasi hambatan dan faktor pendukung dalam
manajemen tersebut, serta mengusulkan solusi yang tepat. Metode: Metode pengumpulan data
yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam konteks penelitian
kualitatif ini, peneliti menjadi instrumen utama yang bertanggung jawab dalam pembuatan
fokus, pemilihan informan, pengumpulan data, analisis, interpretasi, dan kesimpulan. Pedoman
wawancara menjadi panduan bagi peneliti dalam melakukan observasi langsung terhadap
narasumber.Hasil: Manajemen pasca bencana banjir mencakup serangkaian langkah, mulai
dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons cepat. Pencegahan termasuk dalam
hal analisis risiko, perencanaan tata ruang, dan kampanye edukasi, sementara mitigasi
melibatkan pembangunan infrastruktur anti-banjir dan pelatihan evakuasi. Kesimpulan: Saat
terjadi bencana, fokus utama adalah respons cepat menggunakan Teori Tanggap Darurat,
dengan penekanan pada evakuasi dan distribusi bantuan. Setelah bencana berlalu, perhatian
beralih pada rehabilitasi, pembangunan infrastruktur, dan pemulihan ekonomi masyarakat
yang terdampak.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04885/IPDN/2024 |
363.349 598 8 PET m |
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193577 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260206110336 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000661 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a MANAJEMEN PASCA BENCANA BANJIR DI DISTRIK PANIAI TIMUR KABUPATEN PANIAI PROVINSI PAPUA TENGAH : $b - /$c Petrus Madai | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Petrus Madai | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 9 : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18183 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Mujahidin | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 363.349 598 8 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 363.349 598 8 PET m | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Manajemen Pascabencana Banjir | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Indonesia, yang terletak di antara dua jalur tektonik utama di dunia, yaitu Cincin Api Pasifik dan Sabuk Mediterranea, sering mengalami bencana alam. Selain itu, negara ini juga memiliki curah hujan yang tinggi, berkisar antara 1.000 hingga 4.000 mm setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji "Manajemen Pasca Bencana Banjir di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah." Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu untuk memahami manajemen pasca bencana banjir di Distrik Paniai Timur, mengidentifikasi hambatan dan faktor pendukung dalam manajemen tersebut, serta mengusulkan solusi yang tepat. Metode: Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam konteks penelitian kualitatif ini, peneliti menjadi instrumen utama yang bertanggung jawab dalam pembuatan fokus, pemilihan informan, pengumpulan data, analisis, interpretasi, dan kesimpulan. Pedoman wawancara menjadi panduan bagi peneliti dalam melakukan observasi langsung terhadap narasumber.Hasil: Manajemen pasca bencana banjir mencakup serangkaian langkah, mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons cepat. Pencegahan termasuk dalam hal analisis risiko, perencanaan tata ruang, dan kampanye edukasi, sementara mitigasi melibatkan pembangunan infrastruktur anti-banjir dan pelatihan evakuasi. Kesimpulan: Saat terjadi bencana, fokus utama adalah respons cepat menggunakan Teori Tanggap Darurat, dengan penekanan pada evakuasi dan distribusi bantuan. Setelah bencana berlalu, perhatian beralih pada rehabilitasi, pembangunan infrastruktur, dan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Feb 2026