Detail Katalog
ID: 30360Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENGEMBANGAN WISATA DALAM MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN DI DESA ARJASA KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR : - / El Haris Dian Putra Nugraha
Edisi: -
Pengarang:
El Haris Dian Putra Nugraha ; Samsul Arifin
El Haris Dian Putra Nugraha ; Samsul Arifin
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
permasalahan pengangguran
Deskripsi Fisik:
16hlm : Ilus ; - -
16hlm : Ilus ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
362.594 598 288 1 EL p
362.594 598 288 1 EL p
Control Number:
INLIS000000001193588
INLIS000000001193588
BIB ID:
0010-0226000672
0010-0226000672
Catatan
Permasalahan (GAP): Desa Arjasa memiliki beragam peninggalan cagar budaya
dan kesenian turun menurun dari nenek moyang. Dengan adanya potensi tersebut
harusnya dapat mengurangi adanya tingkat pengangguran melalui pengembangan
wisata. Namun, pada kenyataannya partisipasi dan keterampilan masyarakat dalam
mengembangkan wisata masih kurang, promosi wisata yang masih belum optimal,
akses transportasi pada obyek wisata masih kurang, dan kondisi jalan yang belum memadai. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan
wisata dalam mengurangi tingkat pengangguran dan faktor penghambat serta upaya
mengatasinya di Desa Arjasa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori
pengembangan wisata menurut Inskeep yang terdiri dari enam dimensi.
Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi terstruktur,
observasi partisipatif moderat, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis berupa
reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Pengembangan
wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan baik meskipun masih terdapat satu
indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk dioptimalkan kembali dan secara
garis lurus dapat mengurangi tingkat pengangguran. Hal ini karena dengan baiknya
pengembangan wisata, maka kunjungan wisatawan dapat meningkat dan
masyarakat dapat memiliki pekerjaan dengan berturut serta dalan mengembangkan
wisata. Kesimpulan: Pengembangan wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan
baik, namun masih terdapat satu indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk
dioptimalkan kembali. Pengembangan wisata sudah berjalan baik secara garis lurus
dapat mengurangi tingkat pengangguran di Desa Arjasa karena dengan
meningkatnya kunjungan wisatatawan, maka masyarakat lokal khususnya yang
masih sekolah dan yang penangguran dapat memiliki pekerjaan. Faktor yang
menjadi penghambat adalah belum adanya peraturan daerah tentang pariwisata,
keterbatasan anggaran, dan masih rendahnya sumber daya manusia. Upaya untuk
mengatasi faktor penghambat adalah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga
dan melakukan pelatihan-pelatihan.
dan kesenian turun menurun dari nenek moyang. Dengan adanya potensi tersebut
harusnya dapat mengurangi adanya tingkat pengangguran melalui pengembangan
wisata. Namun, pada kenyataannya partisipasi dan keterampilan masyarakat dalam
mengembangkan wisata masih kurang, promosi wisata yang masih belum optimal,
akses transportasi pada obyek wisata masih kurang, dan kondisi jalan yang belum memadai. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan
wisata dalam mengurangi tingkat pengangguran dan faktor penghambat serta upaya
mengatasinya di Desa Arjasa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori
pengembangan wisata menurut Inskeep yang terdiri dari enam dimensi.
Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi terstruktur,
observasi partisipatif moderat, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis berupa
reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Pengembangan
wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan baik meskipun masih terdapat satu
indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk dioptimalkan kembali dan secara
garis lurus dapat mengurangi tingkat pengangguran. Hal ini karena dengan baiknya
pengembangan wisata, maka kunjungan wisatawan dapat meningkat dan
masyarakat dapat memiliki pekerjaan dengan berturut serta dalan mengembangkan
wisata. Kesimpulan: Pengembangan wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan
baik, namun masih terdapat satu indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk
dioptimalkan kembali. Pengembangan wisata sudah berjalan baik secara garis lurus
dapat mengurangi tingkat pengangguran di Desa Arjasa karena dengan
meningkatnya kunjungan wisatatawan, maka masyarakat lokal khususnya yang
masih sekolah dan yang penangguran dapat memiliki pekerjaan. Faktor yang
menjadi penghambat adalah belum adanya peraturan daerah tentang pariwisata,
keterbatasan anggaran, dan masih rendahnya sumber daya manusia. Upaya untuk
mengatasi faktor penghambat adalah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga
dan melakukan pelatihan-pelatihan.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04892/IPDN/2024 |
362.594 598 288 1 EL p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193588 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260206114155 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000672 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENGEMBANGAN WISATA DALAM MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN DI DESA ARJASA KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR : $b - /$c El Haris Dian Putra Nugraha | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a El Haris Dian Putra Nugraha | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 16hlm : $b Ilus ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17588 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Samsul Arifin | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 362.594 598 288 1 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 362.594 598 288 1 EL p | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a permasalahan pengangguran | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan (GAP): Desa Arjasa memiliki beragam peninggalan cagar budaya dan kesenian turun menurun dari nenek moyang. Dengan adanya potensi tersebut harusnya dapat mengurangi adanya tingkat pengangguran melalui pengembangan wisata. Namun, pada kenyataannya partisipasi dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan wisata masih kurang, promosi wisata yang masih belum optimal, akses transportasi pada obyek wisata masih kurang, dan kondisi jalan yang belum memadai. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan wisata dalam mengurangi tingkat pengangguran dan faktor penghambat serta upaya mengatasinya di Desa Arjasa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori pengembangan wisata menurut Inskeep yang terdiri dari enam dimensi. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif moderat, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Pengembangan wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan baik meskipun masih terdapat satu indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk dioptimalkan kembali dan secara garis lurus dapat mengurangi tingkat pengangguran. Hal ini karena dengan baiknya pengembangan wisata, maka kunjungan wisatawan dapat meningkat dan masyarakat dapat memiliki pekerjaan dengan berturut serta dalan mengembangkan wisata. Kesimpulan: Pengembangan wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan baik, namun masih terdapat satu indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk dioptimalkan kembali. Pengembangan wisata sudah berjalan baik secara garis lurus dapat mengurangi tingkat pengangguran di Desa Arjasa karena dengan meningkatnya kunjungan wisatatawan, maka masyarakat lokal khususnya yang masih sekolah dan yang penangguran dapat memiliki pekerjaan. Faktor yang menjadi penghambat adalah belum adanya peraturan daerah tentang pariwisata, keterbatasan anggaran, dan masih rendahnya sumber daya manusia. Upaya untuk mengatasi faktor penghambat adalah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dan melakukan pelatihan-pelatihan. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Feb 2026