Detail Katalog
ID: 30385Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PEMBERDAYAAN PENGRAJIN KAIN TENUN SUTERA DI DESA PAKKANNA KECAMATAN TANASITOLO KABUPATEN WAJO : - / Asrina
Edisi: -
Pengarang:
Asrina ; Riani Bakri
Asrina ; Riani Bakri
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
seni tenun
Deskripsi Fisik:
12 hlm : - ; - -
12 hlm : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
746.159 847 61 ASR p
746.159 847 61 ASR p
Control Number:
INLIS000000001193613
INLIS000000001193613
BIB ID:
0010-0226000697
0010-0226000697
Catatan
Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Penelitian ini membahas mengenai Pemberdayaan
pengrajin Kain Tenun Sutera yang merupakan ciri khas dan paling terkenal di kabupaten Wajo
khususnya Desa Pakkanna. Kain tenun sutera sebagai peningkatan kesejahteraan masyarakat karena
sebagian besar masyarakat di Desa Pakkanna menjadikan sutera sebagai mata pengcahariannya. Oleh
karena itu sutera harus terus dikembangkan dan diberdayakan oleh masyarakat dan pemerintah
khusunya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui dan menganalisis pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera yang dilakukan oleh
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah di Desa Pakkanna
Kecamatan Tanasitolo. mendekskripsikan pemberdayaan yang dilakukan, faktor penghambat serta
upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera.. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara
dan studi dokumentasi. Peneltian ini dianalisis menggunakan Teori Pemberdayaan dari Mardikanto
dan Poerwoko. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang dilakukan bahwasannya penelitian ini
menunjukan bahwa pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera dapat mendorong para pelaku usaha
untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya dengan meningkatkan produktifitas. Pada
penelitian ini diketahui juga bahwa peran pemerintah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan,
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah sangat membantu dan diperlukan dalam UMKM tenun sutera.
Namun, masih terdapat beberapa kendala yaitu terbatasnya anggaran, ketersediaan bahan baku, dan
menurunnya jumlah perajin tenun sutera, serta regulasi yang mengatur hibah dan bantuan sosial dalam
bentuk uang yang berasal dari APBD. Kesimpulan: Dengan masih adanya penghambat dalam
pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera di Desa Pakkanna Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo
ini membuat pemerintah mengambil beberapa tindakan sebagai untuk mengatasi hal tersebut dengan
melakukan pelatihan , menjalin kerjasama antar pemerintah dan masyarakat serta mengatur anggaran
untuk pengembangan kain tenun sutera
pengrajin Kain Tenun Sutera yang merupakan ciri khas dan paling terkenal di kabupaten Wajo
khususnya Desa Pakkanna. Kain tenun sutera sebagai peningkatan kesejahteraan masyarakat karena
sebagian besar masyarakat di Desa Pakkanna menjadikan sutera sebagai mata pengcahariannya. Oleh
karena itu sutera harus terus dikembangkan dan diberdayakan oleh masyarakat dan pemerintah
khusunya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui dan menganalisis pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera yang dilakukan oleh
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah di Desa Pakkanna
Kecamatan Tanasitolo. mendekskripsikan pemberdayaan yang dilakukan, faktor penghambat serta
upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera.. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara
dan studi dokumentasi. Peneltian ini dianalisis menggunakan Teori Pemberdayaan dari Mardikanto
dan Poerwoko. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang dilakukan bahwasannya penelitian ini
menunjukan bahwa pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera dapat mendorong para pelaku usaha
untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya dengan meningkatkan produktifitas. Pada
penelitian ini diketahui juga bahwa peran pemerintah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan,
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah sangat membantu dan diperlukan dalam UMKM tenun sutera.
Namun, masih terdapat beberapa kendala yaitu terbatasnya anggaran, ketersediaan bahan baku, dan
menurunnya jumlah perajin tenun sutera, serta regulasi yang mengatur hibah dan bantuan sosial dalam
bentuk uang yang berasal dari APBD. Kesimpulan: Dengan masih adanya penghambat dalam
pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera di Desa Pakkanna Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo
ini membuat pemerintah mengambil beberapa tindakan sebagai untuk mengatasi hal tersebut dengan
melakukan pelatihan , menjalin kerjasama antar pemerintah dan masyarakat serta mengatur anggaran
untuk pengembangan kain tenun sutera
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04916/IPDN/2024 |
746.159 847 61 ASR p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193613 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260206010055 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000697 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PEMBERDAYAAN PENGRAJIN KAIN TENUN SUTERA DI DESA PAKKANNA KECAMATAN TANASITOLO KABUPATEN WAJO : $b - /$c Asrina | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Asrina | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 12 hlm : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18568 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Riani Bakri | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 746.159 847 61 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 746.159 847 61 ASR p | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a seni tenun | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Penelitian ini membahas mengenai Pemberdayaan pengrajin Kain Tenun Sutera yang merupakan ciri khas dan paling terkenal di kabupaten Wajo khususnya Desa Pakkanna. Kain tenun sutera sebagai peningkatan kesejahteraan masyarakat karena sebagian besar masyarakat di Desa Pakkanna menjadikan sutera sebagai mata pengcahariannya. Oleh karena itu sutera harus terus dikembangkan dan diberdayakan oleh masyarakat dan pemerintah khusunya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah di Desa Pakkanna Kecamatan Tanasitolo. mendekskripsikan pemberdayaan yang dilakukan, faktor penghambat serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera.. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Peneltian ini dianalisis menggunakan Teori Pemberdayaan dari Mardikanto dan Poerwoko. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang dilakukan bahwasannya penelitian ini menunjukan bahwa pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera dapat mendorong para pelaku usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya dengan meningkatkan produktifitas. Pada penelitian ini diketahui juga bahwa peran pemerintah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah sangat membantu dan diperlukan dalam UMKM tenun sutera. Namun, masih terdapat beberapa kendala yaitu terbatasnya anggaran, ketersediaan bahan baku, dan menurunnya jumlah perajin tenun sutera, serta regulasi yang mengatur hibah dan bantuan sosial dalam bentuk uang yang berasal dari APBD. Kesimpulan: Dengan masih adanya penghambat dalam pemberdayaan pengrajin kain tenun sutera di Desa Pakkanna Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo ini membuat pemerintah mengambil beberapa tindakan sebagai untuk mengatasi hal tersebut dengan melakukan pelatihan , menjalin kerjasama antar pemerintah dan masyarakat serta mengatur anggaran untuk pengembangan kain tenun sutera | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Feb 2026