Detail Katalog
ID: 30492Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS PROSPEK PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK KAMPUNG DI KABUPATEN PUNCAK JAYA PROVINSI PAPUA TENGAH / Enumbi, Riance
Edisi: -
Pengarang:
Enumbi, Riance ; .Ermaya Suradinata
Enumbi, Riance ; .Ermaya Suradinata
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Badan Usaha Milik Kampung
Deskripsi Fisik:
15 hlm : - ; - -
15 hlm : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
352.33 ENU a
352.33 ENU a
Control Number:
INLIS000000001193720
INLIS000000001193720
BIB ID:
0010-0226000804
0010-0226000804
Catatan
Latar Belakang (GAP): Papua Tengah, meskipun memiliki banyak kekayaan alam yang bernilai
ekonomis dan strategis, merupakan provinsi termiskin di Indonesia. Salah satu faktor utama tingginya
2
angka kemiskinan di Papua Tengah adalah pertumbuhan ekonominya yang fluktuatif setiap tahun.
Peran pemerintah daerah sangat vital dalam pembentukan dan pengembangan Badan Usaha Milik
Kampung (BUMKam). Pemerintah daerah bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang
kondusif bagi pertumbuhan BUMKam dan memberikan dukungan yang diperlukan masyarakat
kampung untuk mengelola BUMKam secara efektif. Namun, peran pemerintah daerah dalam
pembentukan BUMKam masih menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat pembentukan BUMKam, menganalisis upaya
yang telah dilakukan, serta mengeksplorasi prospek pemerintah daerah dalam pembentukan
BUMKam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis ASOCA. Data
dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi dari berbagai sumber primer dan sekunder.
Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam pembentukan BUMKam
berasal dari faktor internal dan eksternal, termasuk keterbatasan sumber daya manusia terlatih,
regulasi yang tidak memadai, ketidakstabilan politik atau konflik sosial, kurangnya akses dan
infrastruktur, serta kurangnya kesadaran dan minat kewirausahaan. Meskipun telah dilakukan upaya
sosialisasi, pembinaan, dan pemberdayaan, upaya tersebut belum berjalan efektif. Kesimpulan:
Diperlukan prospek yang lebih baik untuk mengatasi hambatan ini, termasuk peningkatan kapasitas
sumber daya manusia, perbaikan regulasi, stabilitas politik, peningkatan infrastruktur, dan
peningkatan kesadaran kewirausahaan.
ekonomis dan strategis, merupakan provinsi termiskin di Indonesia. Salah satu faktor utama tingginya
2
angka kemiskinan di Papua Tengah adalah pertumbuhan ekonominya yang fluktuatif setiap tahun.
Peran pemerintah daerah sangat vital dalam pembentukan dan pengembangan Badan Usaha Milik
Kampung (BUMKam). Pemerintah daerah bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang
kondusif bagi pertumbuhan BUMKam dan memberikan dukungan yang diperlukan masyarakat
kampung untuk mengelola BUMKam secara efektif. Namun, peran pemerintah daerah dalam
pembentukan BUMKam masih menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat pembentukan BUMKam, menganalisis upaya
yang telah dilakukan, serta mengeksplorasi prospek pemerintah daerah dalam pembentukan
BUMKam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis ASOCA. Data
dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi dari berbagai sumber primer dan sekunder.
Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam pembentukan BUMKam
berasal dari faktor internal dan eksternal, termasuk keterbatasan sumber daya manusia terlatih,
regulasi yang tidak memadai, ketidakstabilan politik atau konflik sosial, kurangnya akses dan
infrastruktur, serta kurangnya kesadaran dan minat kewirausahaan. Meskipun telah dilakukan upaya
sosialisasi, pembinaan, dan pemberdayaan, upaya tersebut belum berjalan efektif. Kesimpulan:
Diperlukan prospek yang lebih baik untuk mengatasi hambatan ini, termasuk peningkatan kapasitas
sumber daya manusia, perbaikan regulasi, stabilitas politik, peningkatan infrastruktur, dan
peningkatan kesadaran kewirausahaan.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04971/IPDN/2024 |
352.33 ENU a |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193720 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260209100604 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000804 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS PROSPEK PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK KAMPUNG DI KABUPATEN PUNCAK JAYA PROVINSI PAPUA TENGAH /$c Enumbi, Riance | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Enumbi, Riance | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 15 hlm : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18538 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a .Ermaya Suradinata | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 352.33 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 352.33 ENU a | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Badan Usaha Milik Kampung | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Latar Belakang (GAP): Papua Tengah, meskipun memiliki banyak kekayaan alam yang bernilai ekonomis dan strategis, merupakan provinsi termiskin di Indonesia. Salah satu faktor utama tingginya 2 angka kemiskinan di Papua Tengah adalah pertumbuhan ekonominya yang fluktuatif setiap tahun. Peran pemerintah daerah sangat vital dalam pembentukan dan pengembangan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam). Pemerintah daerah bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan BUMKam dan memberikan dukungan yang diperlukan masyarakat kampung untuk mengelola BUMKam secara efektif. Namun, peran pemerintah daerah dalam pembentukan BUMKam masih menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat pembentukan BUMKam, menganalisis upaya yang telah dilakukan, serta mengeksplorasi prospek pemerintah daerah dalam pembentukan BUMKam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis ASOCA. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi dari berbagai sumber primer dan sekunder. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam pembentukan BUMKam berasal dari faktor internal dan eksternal, termasuk keterbatasan sumber daya manusia terlatih, regulasi yang tidak memadai, ketidakstabilan politik atau konflik sosial, kurangnya akses dan infrastruktur, serta kurangnya kesadaran dan minat kewirausahaan. Meskipun telah dilakukan upaya sosialisasi, pembinaan, dan pemberdayaan, upaya tersebut belum berjalan efektif. Kesimpulan: Diperlukan prospek yang lebih baik untuk mengatasi hambatan ini, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan regulasi, stabilitas politik, peningkatan infrastruktur, dan peningkatan kesadaran kewirausahaan. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 09 Feb 2026