Detail Katalog
ID: 30579Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
KOORDINASI PEMERINTAHAN DALAM MENYELESAIKAN MOBILISASI ANGKUTAN TAMBANG BATU BARA DI PROVINSI JAMBI / SIREGAR, GILANG KURNIAWAN
Edisi: -
Pengarang:
SIREGAR, GILANG KURNIAWAN ; Fernandes Simangunsong
SIREGAR, GILANG KURNIAWAN ; Fernandes Simangunsong
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Koordinasi Pemerintahan
Deskripsi Fisik:
13 hlm : - ; - -
13 hlm : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
354.759 815 SIR k
354.759 815 SIR k
Control Number:
INLIS000000001193807
INLIS000000001193807
BIB ID:
0010-0226000891
0010-0226000891
Catatan
Latar Belakang (GAP): Skripsi ini berjudul “Koordinasi Pemerintahan Dalam Menyelesaikan
Mobilisasi Angkutan Tambang Batu Bara Di Provinsi Jambi”. Penelitian ini mengkaji isu penting
mengenai mobilisasi angkutan tambang batu bara di Provinsi Jambi, yang membutuhkan koordinasi
2
pemerintahan yang efektif untuk mengelola mobilisasi tersebut secara efisien. Namun, masih terdapat
tantangan yang perlu dianalisis lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis koordinasi pemerintahan dalam menyelesaikan mobilisasi angkutan tambang batu bara
di Provinsi Jambi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis
faktor-faktor pendukung dan penghambat koordinasi pemerintahan serta upaya mengatasi faktorfaktor penghambat tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi,
dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah proses manajemen yang
mencakup konsep koordinasi menurut Taliziduhu Ndraha, yang mencakup tujuh aspek: ada tidaknya
komunikasi, kesadaran pentingnya koordinasi, kompetensi partisipan, kesepakatan dan komitmen,
penetapan kesepakatan oleh pihak yang berkoordinasi, insentif koordinasi, dan feedback.
Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, dapat disimpulkan bahwa koordinasi
pemerintahan dalam menyelesaikan mobilisasi angkutan tambang batu bara di Provinsi Jambi sudah
berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan. Faktor pendukung dan
penghambat proses koordinasi berasal dari internal dan eksternal Pemerintah Provinsi Jambi.
Kesimpulan: Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat adalah mengoptimalkan
kinerja pelaksana koordinasi dengan komitmen kerja ikhlas dan cerdas serta melakukan inovasi yang
dapat berguna bagi perkembangan penyelesaian permasalahan mobilisasi angkutan tambang batu
bara.
Mobilisasi Angkutan Tambang Batu Bara Di Provinsi Jambi”. Penelitian ini mengkaji isu penting
mengenai mobilisasi angkutan tambang batu bara di Provinsi Jambi, yang membutuhkan koordinasi
2
pemerintahan yang efektif untuk mengelola mobilisasi tersebut secara efisien. Namun, masih terdapat
tantangan yang perlu dianalisis lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis koordinasi pemerintahan dalam menyelesaikan mobilisasi angkutan tambang batu bara
di Provinsi Jambi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis
faktor-faktor pendukung dan penghambat koordinasi pemerintahan serta upaya mengatasi faktorfaktor penghambat tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi,
dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah proses manajemen yang
mencakup konsep koordinasi menurut Taliziduhu Ndraha, yang mencakup tujuh aspek: ada tidaknya
komunikasi, kesadaran pentingnya koordinasi, kompetensi partisipan, kesepakatan dan komitmen,
penetapan kesepakatan oleh pihak yang berkoordinasi, insentif koordinasi, dan feedback.
Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, dapat disimpulkan bahwa koordinasi
pemerintahan dalam menyelesaikan mobilisasi angkutan tambang batu bara di Provinsi Jambi sudah
berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan. Faktor pendukung dan
penghambat proses koordinasi berasal dari internal dan eksternal Pemerintah Provinsi Jambi.
Kesimpulan: Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat adalah mengoptimalkan
kinerja pelaksana koordinasi dengan komitmen kerja ikhlas dan cerdas serta melakukan inovasi yang
dapat berguna bagi perkembangan penyelesaian permasalahan mobilisasi angkutan tambang batu
bara.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04996/IPDN/2024 |
354.759 815 SIR k |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193807 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260210091137 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000891 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a KOORDINASI PEMERINTAHAN DALAM MENYELESAIKAN MOBILISASI ANGKUTAN TAMBANG BATU BARA DI PROVINSI JAMBI /$c SIREGAR, GILANG KURNIAWAN | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a SIREGAR, GILANG KURNIAWAN | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 13 hlm : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19459 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Fernandes Simangunsong | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 354.759 815 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 354.759 815 SIR k | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Koordinasi Pemerintahan | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Latar Belakang (GAP): Skripsi ini berjudul “Koordinasi Pemerintahan Dalam Menyelesaikan Mobilisasi Angkutan Tambang Batu Bara Di Provinsi Jambi”. Penelitian ini mengkaji isu penting mengenai mobilisasi angkutan tambang batu bara di Provinsi Jambi, yang membutuhkan koordinasi 2 pemerintahan yang efektif untuk mengelola mobilisasi tersebut secara efisien. Namun, masih terdapat tantangan yang perlu dianalisis lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis koordinasi pemerintahan dalam menyelesaikan mobilisasi angkutan tambang batu bara di Provinsi Jambi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat koordinasi pemerintahan serta upaya mengatasi faktorfaktor penghambat tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah proses manajemen yang mencakup konsep koordinasi menurut Taliziduhu Ndraha, yang mencakup tujuh aspek: ada tidaknya komunikasi, kesadaran pentingnya koordinasi, kompetensi partisipan, kesepakatan dan komitmen, penetapan kesepakatan oleh pihak yang berkoordinasi, insentif koordinasi, dan feedback. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, dapat disimpulkan bahwa koordinasi pemerintahan dalam menyelesaikan mobilisasi angkutan tambang batu bara di Provinsi Jambi sudah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan. Faktor pendukung dan penghambat proses koordinasi berasal dari internal dan eksternal Pemerintah Provinsi Jambi. Kesimpulan: Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat adalah mengoptimalkan kinerja pelaksana koordinasi dengan komitmen kerja ikhlas dan cerdas serta melakukan inovasi yang dapat berguna bagi perkembangan penyelesaian permasalahan mobilisasi angkutan tambang batu bara. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 10 Feb 2026