Detail Katalog

ID: 30630
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA DI KELURAHAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH : - / Bintang Syahda Aqim

Edisi: -

Pengarang:
Bintang Syahda Aqim ; Luh Putu Vera Astri Pujayanti
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Kesiapsiagaan
Deskripsi Fisik:
14 : Ilust. ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
363.34959826 BIN p
Control Number:
INLIS000000001193857
BIB ID:
0010-0226000941
Catatan
: Bencana alam di Wonosobo dari tahun 2018-2022
meningkat signifikan, terutama tanah longsor yang melonjak dari 49 kejadian pada 2018
menjadi 525 pada 2022. Selain tanah longsor, banjir juga meningkat dalam tiga tahun terakhir,
diikuti oleh angin kencang dan kebakaran yang menunjukkan fluktuasi tetapi meningkat lagi
2
pada 2022, menyebabkan kerugian besar dan korban yang signifikan setiap tahunnya. Tujuan:
Penelittian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program desa tangguh bencana dalam
kesiapsiagaan bencana masyarakat dan apa saja faktor penghambat dalam pelaksanaannya serta
upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif dengan metode induktif. Proses penelitian kualitatif melibatkan perumusan
pertanyaan dan prosedur, pengumpulan data spesifik dari partisipan, serta analisis data secara
induktif. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, peneliti menyelidiki efektivitas
program desa tangguh bencana di Wonosobo, mengidentifikasi keberhasilan dan hambatan,
serta mewawancarai sembilan informan kunci, termasuk pejabat BPBD dan relawan
masyarakat. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan program
desa tangguh bencana sudah berjalan dengan baik, terlihat dari 6 indikator pengukuran
pelaksanaan program desa tangguh bencana dan beberapa hambatan. Indikator yang diukur
yaitu legislasi, perencanaan, kelembagaan, pendanaan, pengembangan kemampuan dan
penyelenggaraan penanggulangan bencana. Dari keenam indikator tersebut sudah berjalan
dengan baik, hambatan juga dapat diatasi secara bertahap oleh pemerintah. Kesimpulan:
Pelaksanaan program desa tangguh bencana sudah berjalan dengan baik dan ditemukan
beberapa hambatan. Saran yang diberikan peneliti adalah pertahankan dan tingkatkan
pelaksanaan program yang sudah baik, penggunaan anggaran yang efektif untuk menunjang
kegiatan penanggulangan bencana, dan tingkatkan intensitas pelatihan serta sosialisasi
kebencanaan kepada masyarakat.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
05021/IPDN/2024 363.34959826 BIN p Baca di tempat Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193857 1
005 _ _ 20260210100101 2
035 # # $a 0010-0226000941 3
245 1 # $a PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA DI KELURAHAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH : $b - /$c Bintang Syahda Aqim 4
100 _ # $a Bintang Syahda Aqim 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 14 : $b Ilust. ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17148 8
700 _ # $a Luh Putu Vera Astri Pujayanti 9
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 10
082 # # $a 363.34959826 11
084 # # $a 363.34959826 BIN p 12
020 # # $a - 13
650 # 4 $a Kesiapsiagaan 14
520 # # $a : Bencana alam di Wonosobo dari tahun 2018-2022 meningkat signifikan, terutama tanah longsor yang melonjak dari 49 kejadian pada 2018 menjadi 525 pada 2022. Selain tanah longsor, banjir juga meningkat dalam tiga tahun terakhir, diikuti oleh angin kencang dan kebakaran yang menunjukkan fluktuasi tetapi meningkat lagi 2 pada 2022, menyebabkan kerugian besar dan korban yang signifikan setiap tahunnya. Tujuan: Penelittian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program desa tangguh bencana dalam kesiapsiagaan bencana masyarakat dan apa saja faktor penghambat dalam pelaksanaannya serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode induktif. Proses penelitian kualitatif melibatkan perumusan pertanyaan dan prosedur, pengumpulan data spesifik dari partisipan, serta analisis data secara induktif. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, peneliti menyelidiki efektivitas program desa tangguh bencana di Wonosobo, mengidentifikasi keberhasilan dan hambatan, serta mewawancarai sembilan informan kunci, termasuk pejabat BPBD dan relawan masyarakat. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan program desa tangguh bencana sudah berjalan dengan baik, terlihat dari 6 indikator pengukuran pelaksanaan program desa tangguh bencana dan beberapa hambatan. Indikator yang diukur yaitu legislasi, perencanaan, kelembagaan, pendanaan, pengembangan kemampuan dan penyelenggaraan penanggulangan bencana. Dari keenam indikator tersebut sudah berjalan dengan baik, hambatan juga dapat diatasi secara bertahap oleh pemerintah. Kesimpulan: Pelaksanaan program desa tangguh bencana sudah berjalan dengan baik dan ditemukan beberapa hambatan. Saran yang diberikan peneliti adalah pertahankan dan tingkatkan pelaksanaan program yang sudah baik, penggunaan anggaran yang efektif untuk menunjang kegiatan penanggulangan bencana, dan tingkatkan intensitas pelatihan serta sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 10 Feb 2026
Export