Detail Katalog
ID: 30636Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENANGGULANGAN BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR : - / Galla, Loeta Eben Haezer
Edisi: -
Pengarang:
Galla, Loeta Eben Haezer ; Ida Yunari Ristiani
Galla, Loeta Eben Haezer ; Ida Yunari Ristiani
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
penanganan bencana
Deskripsi Fisik:
15 : Ilust. ; - -
15 : Ilust. ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
363.345 986 811 GAL p
363.345 986 811 GAL p
Control Number:
INLIS000000001193862
INLIS000000001193862
BIB ID:
0010-0226000946
0010-0226000946
Catatan
Bencana kekeringan adalah bencana yang
berlangsung perlahan-lahan atau bencana bersifat Slow On Set yang
mengakibatkan kekurangan air untuk kebutuhan domestik, pertanian, peternakan,
perkebunan, dan sebagainya. Dampak bencana kekeringan kepada masyarakat
terbagi menjadi dua, fisik dan nonfisik. Secara fisik: Kerusakan habitat binatang;
Erosi; Tanaman mati; Kualitas air Menurun; Polusi udaral; Tanah gersang
ditanami; dan Mengakibatkan pelapukan. Sedangkan non fisik mempengaruhi:
Ekonomi; Sosial Budaya; dan Politik Negara. Kabupaten Sumba Barat terdapat
korban terdampak kekeringan sebanyak dimana hampir 92% penduduk Sumba
Barat terdampak kekeringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis, mendeskripsikan, dan mengidentifikasi bagaimana program dalam
penanggulangan bencana di kabupaten Sumba Barat, lalu mengetahui,
mendeskripsikan, dan menganalisis menemukan kendala dan mengetahui,
mendeskripsikan, dan menganalisis apa upaya yang dilakukan dalam
penanggulangan bencana kekeringan di kabupaten Sumba Barat. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun metode
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang
telah terkumpul diolah dalam tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori Manajemen Bencana
milik Nick Carter. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukan
penanggulangan bencana kekeringan di Kab. Sumba Barat dilakukan dengan
antara lain; bantuan distribusi air sebanyak 133 tangki, sosialisasi bencana
kekeringan dan pembuatan dokumen kebencanaan oleh BPBD; bantuan bencana
oleh Dinas Sosial; dan pembangunanan SPAM dan Daerah Irigasi oleh Dinas
PUPR. Kendala yang ditemukan ada tiga yaitu; Kebijakan yang berstatus siaga,
Anggaran, dan Pendataan korban. Upaya yang dilakukan mengkaji kembali status
bencana kekeringan, melakukan pengoptimalan anggaran yang ada, dan
meningkatkan proses pendataan korban. Kesimpulan: Penanggulangan bencana
kekeringan di Kabupaten Sumba Barat dapat dikataka masih kurang baik hal ini
diperkuat berdasarkan data risiko terdampak kekeringan di Kab. Sumba Barat
hampir mencapai 100% daerah terdampak.
berlangsung perlahan-lahan atau bencana bersifat Slow On Set yang
mengakibatkan kekurangan air untuk kebutuhan domestik, pertanian, peternakan,
perkebunan, dan sebagainya. Dampak bencana kekeringan kepada masyarakat
terbagi menjadi dua, fisik dan nonfisik. Secara fisik: Kerusakan habitat binatang;
Erosi; Tanaman mati; Kualitas air Menurun; Polusi udaral; Tanah gersang
ditanami; dan Mengakibatkan pelapukan. Sedangkan non fisik mempengaruhi:
Ekonomi; Sosial Budaya; dan Politik Negara. Kabupaten Sumba Barat terdapat
korban terdampak kekeringan sebanyak dimana hampir 92% penduduk Sumba
Barat terdampak kekeringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis, mendeskripsikan, dan mengidentifikasi bagaimana program dalam
penanggulangan bencana di kabupaten Sumba Barat, lalu mengetahui,
mendeskripsikan, dan menganalisis menemukan kendala dan mengetahui,
mendeskripsikan, dan menganalisis apa upaya yang dilakukan dalam
penanggulangan bencana kekeringan di kabupaten Sumba Barat. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun metode
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang
telah terkumpul diolah dalam tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori Manajemen Bencana
milik Nick Carter. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukan
penanggulangan bencana kekeringan di Kab. Sumba Barat dilakukan dengan
antara lain; bantuan distribusi air sebanyak 133 tangki, sosialisasi bencana
kekeringan dan pembuatan dokumen kebencanaan oleh BPBD; bantuan bencana
oleh Dinas Sosial; dan pembangunanan SPAM dan Daerah Irigasi oleh Dinas
PUPR. Kendala yang ditemukan ada tiga yaitu; Kebijakan yang berstatus siaga,
Anggaran, dan Pendataan korban. Upaya yang dilakukan mengkaji kembali status
bencana kekeringan, melakukan pengoptimalan anggaran yang ada, dan
meningkatkan proses pendataan korban. Kesimpulan: Penanggulangan bencana
kekeringan di Kabupaten Sumba Barat dapat dikataka masih kurang baik hal ini
diperkuat berdasarkan data risiko terdampak kekeringan di Kab. Sumba Barat
hampir mencapai 100% daerah terdampak.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
05023/IPDN/2024 |
363.345 986 811 GAL p |
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193862 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260210100851 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000946 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENANGGULANGAN BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR : $b - /$c Galla, Loeta Eben Haezer | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Galla, Loeta Eben Haezer | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 15 : $b Ilust. ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18718 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Ida Yunari Ristiani | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 363.345 986 811 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 363.345 986 811 GAL p | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a penanganan bencana | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Bencana kekeringan adalah bencana yang berlangsung perlahan-lahan atau bencana bersifat Slow On Set yang mengakibatkan kekurangan air untuk kebutuhan domestik, pertanian, peternakan, perkebunan, dan sebagainya. Dampak bencana kekeringan kepada masyarakat terbagi menjadi dua, fisik dan nonfisik. Secara fisik: Kerusakan habitat binatang; Erosi; Tanaman mati; Kualitas air Menurun; Polusi udaral; Tanah gersang ditanami; dan Mengakibatkan pelapukan. Sedangkan non fisik mempengaruhi: Ekonomi; Sosial Budaya; dan Politik Negara. Kabupaten Sumba Barat terdapat korban terdampak kekeringan sebanyak dimana hampir 92% penduduk Sumba Barat terdampak kekeringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mendeskripsikan, dan mengidentifikasi bagaimana program dalam penanggulangan bencana di kabupaten Sumba Barat, lalu mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis menemukan kendala dan mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis apa upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana kekeringan di kabupaten Sumba Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul diolah dalam tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori Manajemen Bencana milik Nick Carter. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukan penanggulangan bencana kekeringan di Kab. Sumba Barat dilakukan dengan antara lain; bantuan distribusi air sebanyak 133 tangki, sosialisasi bencana kekeringan dan pembuatan dokumen kebencanaan oleh BPBD; bantuan bencana oleh Dinas Sosial; dan pembangunanan SPAM dan Daerah Irigasi oleh Dinas PUPR. Kendala yang ditemukan ada tiga yaitu; Kebijakan yang berstatus siaga, Anggaran, dan Pendataan korban. Upaya yang dilakukan mengkaji kembali status bencana kekeringan, melakukan pengoptimalan anggaran yang ada, dan meningkatkan proses pendataan korban. Kesimpulan: Penanggulangan bencana kekeringan di Kabupaten Sumba Barat dapat dikataka masih kurang baik hal ini diperkuat berdasarkan data risiko terdampak kekeringan di Kab. Sumba Barat hampir mencapai 100% daerah terdampak. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 10 Feb 2026