Detail Katalog
ID: 30663Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
MANAJEMEN MITIGASI BENCANA KEKERINGAN OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR : - / Rey, Maria Yuniarti Lavenia
Edisi: -
Pengarang:
Rey, Maria Yuniarti Lavenia ; Ida Yunari Ristiani
Rey, Maria Yuniarti Lavenia ; Ida Yunari Ristiani
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
kekeringan
Deskripsi Fisik:
9 : - ; - -
9 : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
363.349 659 868 RE m
363.349 659 868 RE m
Control Number:
INLIS000000001193889
INLIS000000001193889
BIB ID:
0010-0226000973
0010-0226000973
Catatan
Bencana kekeringan yang terjadi di Kabupaten Sikka
disebabkan oleh kondisi geografis sehingga berpengaruh pada keadaan alam berupa musim
kemarau yang panjan. Keadaan tersebut menyebabkan persedian air bersih semakin berkurang
karena curah hujan yang minim. Walaupun keadaan ini berlangsung setiap tahun masyarakat masih
mengalami kekurangan air bersih sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana kekeringan
masih belum efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis
manajemen mitigasi bencana kekeringan, hambatan eksternal dan hambatan internal yang muncul,
dan upaya mengatasi hambatan. Metodologi: Metode penelitian adalah deskripsitf kualitatif
dengan pendekatan induktif, dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui
wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen
mitigasi bencana kekeringan melalui sosialisasi bencana dan pembagian air bersih dianalisis
menggunakan teori manajemen menurut G. R. Terry. Manajemen terdiri dari perencannan kegiatan
yang mencakup pembiayaan, sarana prasarana yang digunakan, dan waktu pelaksanaan,
pengorganisasian sosialisasi oleh bidang pencegahan dan kesiapsiagaan sedangkan pembagian air
bersih oleh bidang kedaruratan dan logistik, penggerakan kegiatan sosialisasi dengan prioritas
kepada masyarakat yang tinggal di daerah berpotensi tinggi kekeringan, sedangkan pembagian air
bersih diprioritaskan bagi masyarakat dengan indeks kejadian paling banyak pada tahun-tahun
sebelumnya, dan pengawasan dilaksanakan secara pasif tanpa melibatkan masyarakat sebagai
user. Faktor penghambat terdiri dari hambatan internal yaitu kurangnya sumber daya dari dalam
BPBD Kabupaten Sikka sedangkan hambatan eksternal berasal dari kondisi pada masyarakat
tempat kegiatan mitigasi dilaksanakan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa dalam
manajemen mitigasi yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan
pengawasan sudah cukup baik namun terkendala pada tahap pengawasan tidak dilaksanakan
dengan optimal sehingga manajemen mitigasi bencana kekeringan belum efektif. Sedangkan
dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut BPBD berupaya membuat rencana alternatif
dengan cara kolaborasi bersama masyarakat dan OPD lain dalam lingkup pemerintahan Kabupaten
Sikka
disebabkan oleh kondisi geografis sehingga berpengaruh pada keadaan alam berupa musim
kemarau yang panjan. Keadaan tersebut menyebabkan persedian air bersih semakin berkurang
karena curah hujan yang minim. Walaupun keadaan ini berlangsung setiap tahun masyarakat masih
mengalami kekurangan air bersih sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana kekeringan
masih belum efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis
manajemen mitigasi bencana kekeringan, hambatan eksternal dan hambatan internal yang muncul,
dan upaya mengatasi hambatan. Metodologi: Metode penelitian adalah deskripsitf kualitatif
dengan pendekatan induktif, dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui
wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen
mitigasi bencana kekeringan melalui sosialisasi bencana dan pembagian air bersih dianalisis
menggunakan teori manajemen menurut G. R. Terry. Manajemen terdiri dari perencannan kegiatan
yang mencakup pembiayaan, sarana prasarana yang digunakan, dan waktu pelaksanaan,
pengorganisasian sosialisasi oleh bidang pencegahan dan kesiapsiagaan sedangkan pembagian air
bersih oleh bidang kedaruratan dan logistik, penggerakan kegiatan sosialisasi dengan prioritas
kepada masyarakat yang tinggal di daerah berpotensi tinggi kekeringan, sedangkan pembagian air
bersih diprioritaskan bagi masyarakat dengan indeks kejadian paling banyak pada tahun-tahun
sebelumnya, dan pengawasan dilaksanakan secara pasif tanpa melibatkan masyarakat sebagai
user. Faktor penghambat terdiri dari hambatan internal yaitu kurangnya sumber daya dari dalam
BPBD Kabupaten Sikka sedangkan hambatan eksternal berasal dari kondisi pada masyarakat
tempat kegiatan mitigasi dilaksanakan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa dalam
manajemen mitigasi yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan
pengawasan sudah cukup baik namun terkendala pada tahap pengawasan tidak dilaksanakan
dengan optimal sehingga manajemen mitigasi bencana kekeringan belum efektif. Sedangkan
dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut BPBD berupaya membuat rencana alternatif
dengan cara kolaborasi bersama masyarakat dan OPD lain dalam lingkup pemerintahan Kabupaten
Sikka
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
05036/IPDN/2024 |
363.349 659 868 RE m |
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193889 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260210104611 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000973 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a MANAJEMEN MITIGASI BENCANA KEKERINGAN OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR : $b - /$c Rey, Maria Yuniarti Lavenia | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Rey, Maria Yuniarti Lavenia | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 9 : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17168 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Ida Yunari Ristiani | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 363.349 659 868 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 363.349 659 868 RE m | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a kekeringan | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Bencana kekeringan yang terjadi di Kabupaten Sikka disebabkan oleh kondisi geografis sehingga berpengaruh pada keadaan alam berupa musim kemarau yang panjan. Keadaan tersebut menyebabkan persedian air bersih semakin berkurang karena curah hujan yang minim. Walaupun keadaan ini berlangsung setiap tahun masyarakat masih mengalami kekurangan air bersih sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana kekeringan masih belum efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis manajemen mitigasi bencana kekeringan, hambatan eksternal dan hambatan internal yang muncul, dan upaya mengatasi hambatan. Metodologi: Metode penelitian adalah deskripsitf kualitatif dengan pendekatan induktif, dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen mitigasi bencana kekeringan melalui sosialisasi bencana dan pembagian air bersih dianalisis menggunakan teori manajemen menurut G. R. Terry. Manajemen terdiri dari perencannan kegiatan yang mencakup pembiayaan, sarana prasarana yang digunakan, dan waktu pelaksanaan, pengorganisasian sosialisasi oleh bidang pencegahan dan kesiapsiagaan sedangkan pembagian air bersih oleh bidang kedaruratan dan logistik, penggerakan kegiatan sosialisasi dengan prioritas kepada masyarakat yang tinggal di daerah berpotensi tinggi kekeringan, sedangkan pembagian air bersih diprioritaskan bagi masyarakat dengan indeks kejadian paling banyak pada tahun-tahun sebelumnya, dan pengawasan dilaksanakan secara pasif tanpa melibatkan masyarakat sebagai user. Faktor penghambat terdiri dari hambatan internal yaitu kurangnya sumber daya dari dalam BPBD Kabupaten Sikka sedangkan hambatan eksternal berasal dari kondisi pada masyarakat tempat kegiatan mitigasi dilaksanakan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa dalam manajemen mitigasi yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan sudah cukup baik namun terkendala pada tahap pengawasan tidak dilaksanakan dengan optimal sehingga manajemen mitigasi bencana kekeringan belum efektif. Sedangkan dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut BPBD berupaya membuat rencana alternatif dengan cara kolaborasi bersama masyarakat dan OPD lain dalam lingkup pemerintahan Kabupaten Sikka | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 10 Feb 2026