Detail Katalog

ID: 30692
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ABREVIASI BAHASA LOKAL PADA PENAMAAN APLIKASI DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA MAKASSAR / Muh. Wira Mattalitti

Pengarang:
Muh. Wira Mattalitti ; Sudarmono
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Administrasi Publik
Deskripsi Fisik:
15 hlm : illus
Nomor Panggil:
351.095 984 771 MU a
Control Number:
INLIS000000001193917
BIB ID:
0010-0226001001
Catatan
Permasalahan (GAP): Penamaan aplikasi menggunakan abreviasi bahasa lokal telah menjadi
fenomena umum pada banyak pemerintah daerah diseluruh Indonesia. Penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan karena pertama, dari hasil kajian literatur belum terdapat penelitian yang secara spesifik membahas lokus dan fokus ini. Kedua, implikasinya terhadap pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) belum sepenuhnya dipahami. Ketiga, belum adanya kebijakan mengenai praktik penamaan aplikasi khususnya menggunakan abreviasi bahasa lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tahapan adopsi inovasi abreviasi bahasa lokal pada penamaan aplikasi di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, inovasi ini tidak melalui tahapan adopsi inovasi dengan sempurna meski inovasi ini telah diadopsi oleh Diskominfo Kota Makassar. Kesimpulan: Inovasi ini gagal pada tahap knowledge dimana kurangnya pemahaman membuat eksekusi nama aplikasi jadi tidak sesuai dengan konteksnya. Tahap implementasi juga belum maksimal karena masih adanya aplikasi yang tidak dinamai menggunakan abreviasi bahasa lokal sehingga memengaruhi hasil dari tahap konfirmasi dan membuatnya bersifat fleksibel tergantung kondisi dilapangan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
05052/IPDN/2024 351.095 984 771 MU a Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193917 1
005 _ _ 20260210112406 2
035 # # $a 0010-0226001001 3
245 1 # $a ABREVIASI BAHASA LOKAL PADA PENAMAAN APLIKASI DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA MAKASSAR /$c Muh. Wira Mattalitti 4
100 _ # $a Muh. Wira Mattalitti 5
300 # # $a 15 hlm : $b illus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19187 7
700 _ # $a Sudarmono 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 9
082 # # $a 351.095 984 771 10
084 # # $a 351.095 984 771 MU a 11
650 # 4 $a Administrasi Publik 12
520 # # $a Permasalahan (GAP): Penamaan aplikasi menggunakan abreviasi bahasa lokal telah menjadi fenomena umum pada banyak pemerintah daerah diseluruh Indonesia. Penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan karena pertama, dari hasil kajian literatur belum terdapat penelitian yang secara spesifik membahas lokus dan fokus ini. Kedua, implikasinya terhadap pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) belum sepenuhnya dipahami. Ketiga, belum adanya kebijakan mengenai praktik penamaan aplikasi khususnya menggunakan abreviasi bahasa lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tahapan adopsi inovasi abreviasi bahasa lokal pada penamaan aplikasi di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, inovasi ini tidak melalui tahapan adopsi inovasi dengan sempurna meski inovasi ini telah diadopsi oleh Diskominfo Kota Makassar. Kesimpulan: Inovasi ini gagal pada tahap knowledge dimana kurangnya pemahaman membuat eksekusi nama aplikasi jadi tidak sesuai dengan konteksnya. Tahap implementasi juga belum maksimal karena masih adanya aplikasi yang tidak dinamai menggunakan abreviasi bahasa lokal sehingga memengaruhi hasil dari tahap konfirmasi dan membuatnya bersifat fleksibel tergantung kondisi dilapangan. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name