Detail Katalog

ID: 30702
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

STRATEGI KOLABORATIF PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KABUPATEN PASANGKAYU PROVINSI SULAWESI BARAT / Arya Nugraha

Pengarang:
Arya Nugraha ; Helwani
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Penanganan Masalah Stunting
Deskripsi Fisik:
13 : ilus
Nomor Panggil:
363.809 598 485 1 ARY s
Control Number:
INLIS000000001193927
BIB ID:
0010-0226001011
Catatan
Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting adalah kondisi gagal
tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang berdampak pada
pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas. Di Indonesia, stunting masih menjadi
masalah serius, terutama di Sulawesi Barat. Di Pasangkayu, angka stunting meningkat meski
intervensi dilakukan. Kurangnya koordinasi dan partisipasi masyarakat menghambat
penanganan, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
2
untuk mengetahui bagaimana strategi kolaboratif yang dijalankan oleh Tim Percepatan
Penurunan Stunting Kabupaten Pasangkayu dalam penanganan dan pencegahan stunting di
Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode induktif untuk memahami secara mendalam
fenomena di lapangan. Paradigma yang digunakan membantu peneliti menentukan fokus,
metode, dan analisis yang relevan. Penelitian ini menganalisis strategi kolaboratif TPPS
Kabupaten Pasangkayu dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan teori Ansell
dan Gash. Proses kolaborasi meliputi dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan,
komitmen, pemahaman bersama dan hasil sementara. Hasil/Temuan: Meski angka stunting
sempat naik, Pasangkayu tetap mencatat prevalensi terendah di Sulawesi Barat. Tantangan
meliputi koordinasi lintas sektor, anggaran, dan partisipasi masyarakat serta beberapa peluang
dalam penanganan stunting. Strategi kolaboratif dalam penanganan stunting di Kabupaten
Pasangkayu telah menunjukkan hasil baik meskipun belum dapat dikatakan optimal karena
masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan anggaran dan ketidakhadiran
beberapa stakeholder. Kesimpulan: Optimalisasi anggaran serta inovasi Desa dan posyandu
diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah stunting.
Dengan pengembangan inovasi dan perbaikan aspek yang belum optimal, Kabupaten
Pasangkayu berpeluang mencapai penurunan angka stunting yang lebih signifikan di masa
depan kesadaran beberapa pemuda yang masih rendah.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07394/IPDN/2025 363.809 598 485 1 ARY s Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193927 1
005 _ _ 20260210113235 2
035 # # $a 0010-0226001011 3
245 1 # $a STRATEGI KOLABORATIF PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KABUPATEN PASANGKAYU PROVINSI SULAWESI BARAT /$c Arya Nugraha 4
100 _ # $a Arya Nugraha 5
300 # # $a 13 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23764 7
700 _ # $a Helwani 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 9
082 # # $a 363.809 598 485 1 10
084 # # $a 363.809 598 485 1 ARY s 11
650 # 4 $a Penanganan Masalah Stunting 12
520 # # $a Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas. Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah serius, terutama di Sulawesi Barat. Di Pasangkayu, angka stunting meningkat meski intervensi dilakukan. Kurangnya koordinasi dan partisipasi masyarakat menghambat penanganan, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan 2 untuk mengetahui bagaimana strategi kolaboratif yang dijalankan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pasangkayu dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode induktif untuk memahami secara mendalam fenomena di lapangan. Paradigma yang digunakan membantu peneliti menentukan fokus, metode, dan analisis yang relevan. Penelitian ini menganalisis strategi kolaboratif TPPS Kabupaten Pasangkayu dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan teori Ansell dan Gash. Proses kolaborasi meliputi dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen, pemahaman bersama dan hasil sementara. Hasil/Temuan: Meski angka stunting sempat naik, Pasangkayu tetap mencatat prevalensi terendah di Sulawesi Barat. Tantangan meliputi koordinasi lintas sektor, anggaran, dan partisipasi masyarakat serta beberapa peluang dalam penanganan stunting. Strategi kolaboratif dalam penanganan stunting di Kabupaten Pasangkayu telah menunjukkan hasil baik meskipun belum dapat dikatakan optimal karena masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan anggaran dan ketidakhadiran beberapa stakeholder. Kesimpulan: Optimalisasi anggaran serta inovasi Desa dan posyandu diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah stunting. Dengan pengembangan inovasi dan perbaikan aspek yang belum optimal, Kabupaten Pasangkayu berpeluang mencapai penurunan angka stunting yang lebih signifikan di masa depan kesadaran beberapa pemuda yang masih rendah. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 10 Feb 2026
Export