Detail Katalog

ID: 30744
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

EVALUASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH / Nur Ilhami

Pengarang:
Nur Ilhami ; Anwar Rosshad
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Manajemen Sampah
Deskripsi Fisik:
13 : ilus
Nomor Panggil:
363.728 095 982 621 NUR e
Control Number:
INLIS000000001193969
BIB ID:
0010-0226001053
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Terjadi peningkatan timbulan sampah
nasional dari tahun 2019 hingga 2022. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu
daerah yang berhasil dalam bidang Smart Green ASEAN. Namun, masih terdapat
beberapa permasalahan, jumlah timbulan sampah perhari di Kabupaten Banyumas
mencapai 1656,2 m3
/hari pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 1790 m3
/hari
pada tahun 2021. Permasalahan yang lain adalah luasnya cakupan pelayanan
persampahan. Total area kabupaten yang belum terlayani sampahnya adalah 221,98
km2 atau 22.198 Ha. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
mendeskripsikan evaluasi kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas,
faktor penghambatnya dan upaya dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Banyumas dalam mengatasi faktor penghambat tersebut. Metode: Dalam penelitian
ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif, metode ini dianggap paling
cocok karena mudah menyesuaikan terhadap kondisi dan perubahan di lapangan.
Kemudian teknik pengumpulan data diakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan analisis yang peneliti lakukan
pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas belum berjalan dengan optimal,
dikarenakan masih belum efisen, memadai, dan merata, tetapi dari aspek efektif
sudah berjalan cukup efektif serta aspek ketepatan kebijakan ini sudah tepat pada
tujuan dan sasarannya. Faktor penghambat pelaksanaan pengelolaan sampah di
Kabupaten Banyumas yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan
anggaran serta infrastuktur sarana dan prasarana layanan persampahan yang
belum memadai. Upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan sosialiasi dan edukasi
kepada masyarakat serta meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah
yang memadai. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan
bahwa pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas belum berjalan dengan
optimal, dikarenakan masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
05073/IPDN/2024 363.728 095 982 621 NUR e Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193969 1
005 _ _ 20260210024936 2
035 # # $a 0010-0226001053 3
245 1 # $a EVALUASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH /$c Nur Ilhami 4
100 _ # $a Nur Ilhami 5
300 # # $a 13 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19586 7
700 _ # $a Anwar Rosshad 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 9
082 # # $a 363.728 095 982 621 10
084 # # $a 363.728 095 982 621 NUR e 11
650 # 4 $a Manajemen Sampah 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Terjadi peningkatan timbulan sampah nasional dari tahun 2019 hingga 2022. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah yang berhasil dalam bidang Smart Green ASEAN. Namun, masih terdapat beberapa permasalahan, jumlah timbulan sampah perhari di Kabupaten Banyumas mencapai 1656,2 m3 /hari pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 1790 m3 /hari pada tahun 2021. Permasalahan yang lain adalah luasnya cakupan pelayanan persampahan. Total area kabupaten yang belum terlayani sampahnya adalah 221,98 km2 atau 22.198 Ha. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan evaluasi kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas, faktor penghambatnya dan upaya dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas dalam mengatasi faktor penghambat tersebut. Metode: Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif, metode ini dianggap paling cocok karena mudah menyesuaikan terhadap kondisi dan perubahan di lapangan. Kemudian teknik pengumpulan data diakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan analisis yang peneliti lakukan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas belum berjalan dengan optimal, dikarenakan masih belum efisen, memadai, dan merata, tetapi dari aspek efektif sudah berjalan cukup efektif serta aspek ketepatan kebijakan ini sudah tepat pada tujuan dan sasarannya. Faktor penghambat pelaksanaan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan anggaran serta infrastuktur sarana dan prasarana layanan persampahan yang belum memadai. Upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat serta meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang memadai. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas belum berjalan dengan optimal, dikarenakan masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 10 Feb 2026
Export