Detail Katalog
ID: 30751Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
IMPLEMENTASI PROGRAM BAPAK BUNDA ASUH ANAK STUNTING DALAM PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN PROVINSI PAPUA / Wenno, Billy Frederick
Pengarang:
Wenno, Billy Frederick ; Sarwani
Wenno, Billy Frederick ; Sarwani
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Penanganan Masalah Stunting
Deskripsi Fisik:
13 : ilus
13 : ilus
Nomor Panggil:
363.809 598 814 2 WEN i
363.809 598 814 2 WEN i
Control Number:
INLIS000000001193976
INLIS000000001193976
BIB ID:
0010-0226001060
0010-0226001060
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis menyoroti masalah-masalah yang terjadi selama
pelaksanaan implementasi program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting
di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua, di mana masih terdapat kendala dalam mengatasi
masalah stunting dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk
menggambarkan pelaksanaan program bapak bunda asuh anak stunting, dengan fokus pada faktorfaktor yang mendukung dan menghambat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.
Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil /Temuan: Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan
program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting di Kabupaten Kepulauan
Yapen Provinsi Papua masih belum berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan Stunting
di Kabupaten Kepulauan Yapen menghadapi tantangan signifikan terkait keterbatasan akses,
konsistensi aturan, ketidakcukupan personil, dan sumber daya yang terbatas, namun upaya
kolaboratif dan adaptasi terhadap kebutuhan lokal menjadi kunci untuk mengatasi masalah
stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di wilayah tersebut. Kesimpulan:
Pelaksanaan program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting di Kabupaten
Kepulauan Yapen Provinsi Papua belum berjalan dengan baik dikarenakan adanya tantangan
signifikan terkait keterbatasan akses, konsistensi aturan, ketidakcukupan personil, dan sumber
daya yang terbatas, namun upaya kolaboratif dan adaptasi terhadap kebutuhan lokal menjadi kunci
untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di wilayah tersebut.
hambatan dalam implementasi program Bapak Bunda Anak Asuh Stunting di Kabupaten
Kepulauan Yapen adalah masih terdapat kelompok masyarakat yang belum mendapatkan
informasi mengenai program bapak bunda anak asuh stunting, menunjukkan perlunya peningkatan
sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya program tersebut dalam meningkatkan
kesehatan dan kualitas hidup anak-anak serta keluarga di Kabupaten Kepulauan Yapen. Guna
meningkatkan pelaksanaan program maka disarankan untuk meningkatkan efektivitas program
Bapak Bunda Anak Asuh Stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen, diperlukan peningkatan
strategi sosialisasi melalui media yang beragam, penguatan kerjasama lintas sektor, dan inovasi
dalam pendekatan untuk mencapai wilayah terpencil, yang merupakan langkah penting dalam
meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat serta kesuksesan program tersebut.
pelaksanaan implementasi program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting
di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua, di mana masih terdapat kendala dalam mengatasi
masalah stunting dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk
menggambarkan pelaksanaan program bapak bunda asuh anak stunting, dengan fokus pada faktorfaktor yang mendukung dan menghambat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.
Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil /Temuan: Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan
program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting di Kabupaten Kepulauan
Yapen Provinsi Papua masih belum berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan Stunting
di Kabupaten Kepulauan Yapen menghadapi tantangan signifikan terkait keterbatasan akses,
konsistensi aturan, ketidakcukupan personil, dan sumber daya yang terbatas, namun upaya
kolaboratif dan adaptasi terhadap kebutuhan lokal menjadi kunci untuk mengatasi masalah
stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di wilayah tersebut. Kesimpulan:
Pelaksanaan program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting di Kabupaten
Kepulauan Yapen Provinsi Papua belum berjalan dengan baik dikarenakan adanya tantangan
signifikan terkait keterbatasan akses, konsistensi aturan, ketidakcukupan personil, dan sumber
daya yang terbatas, namun upaya kolaboratif dan adaptasi terhadap kebutuhan lokal menjadi kunci
untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di wilayah tersebut.
hambatan dalam implementasi program Bapak Bunda Anak Asuh Stunting di Kabupaten
Kepulauan Yapen adalah masih terdapat kelompok masyarakat yang belum mendapatkan
informasi mengenai program bapak bunda anak asuh stunting, menunjukkan perlunya peningkatan
sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya program tersebut dalam meningkatkan
kesehatan dan kualitas hidup anak-anak serta keluarga di Kabupaten Kepulauan Yapen. Guna
meningkatkan pelaksanaan program maka disarankan untuk meningkatkan efektivitas program
Bapak Bunda Anak Asuh Stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen, diperlukan peningkatan
strategi sosialisasi melalui media yang beragam, penguatan kerjasama lintas sektor, dan inovasi
dalam pendekatan untuk mencapai wilayah terpencil, yang merupakan langkah penting dalam
meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat serta kesuksesan program tersebut.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
05080/IPDN/2024 |
363.809 598 814 2 WEN i |
Dapat dipinjam | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193976 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260210085435 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001060 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a IMPLEMENTASI PROGRAM BAPAK BUNDA ASUH ANAK STUNTING DALAM PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN PROVINSI PAPUA /$c Wenno, Billy Frederick | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Wenno, Billy Frederick | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 : $b ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19510 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Sarwani | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 363.809 598 814 2 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 363.809 598 814 2 WEN i | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Penanganan Masalah Stunting | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis menyoroti masalah-masalah yang terjadi selama pelaksanaan implementasi program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua, di mana masih terdapat kendala dalam mengatasi masalah stunting dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan program bapak bunda asuh anak stunting, dengan fokus pada faktorfaktor yang mendukung dan menghambat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil /Temuan: Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua masih belum berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan Stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen menghadapi tantangan signifikan terkait keterbatasan akses, konsistensi aturan, ketidakcukupan personil, dan sumber daya yang terbatas, namun upaya kolaboratif dan adaptasi terhadap kebutuhan lokal menjadi kunci untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di wilayah tersebut. Kesimpulan: Pelaksanaan program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua belum berjalan dengan baik dikarenakan adanya tantangan signifikan terkait keterbatasan akses, konsistensi aturan, ketidakcukupan personil, dan sumber daya yang terbatas, namun upaya kolaboratif dan adaptasi terhadap kebutuhan lokal menjadi kunci untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di wilayah tersebut. hambatan dalam implementasi program Bapak Bunda Anak Asuh Stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen adalah masih terdapat kelompok masyarakat yang belum mendapatkan informasi mengenai program bapak bunda anak asuh stunting, menunjukkan perlunya peningkatan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya program tersebut dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup anak-anak serta keluarga di Kabupaten Kepulauan Yapen. Guna meningkatkan pelaksanaan program maka disarankan untuk meningkatkan efektivitas program Bapak Bunda Anak Asuh Stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen, diperlukan peningkatan strategi sosialisasi melalui media yang beragam, penguatan kerjasama lintas sektor, dan inovasi dalam pendekatan untuk mencapai wilayah terpencil, yang merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat serta kesuksesan program tersebut. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 10 Feb 2026