Detail Katalog
ID: 30752Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERCEPATAN PENURUNAN RABIES DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN / Gundisalvus Allesandro Dey Putra
Pengarang:
Gundisalvus Allesandro Dey Putra ; Merintha Suryapuspita
Gundisalvus Allesandro Dey Putra ; Merintha Suryapuspita
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Penanganan Masalah Kesehatan (Rabies)
Deskripsi Fisik:
8
8
Nomor Panggil:
362.190 959 868 71 GUN c
362.190 959 868 71 GUN c
Control Number:
INLIS000000001193977
INLIS000000001193977
BIB ID:
0010-0226001061
0010-0226001061
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Ditemukan adanya kasus rabies pada 6 desa di Kabupaten
TTS pada pertengahan tahun 2023 dan mengalami peningkatan hingga akhir tahun 2023 hingga 6,5
kali lipat, hal ini diikuti dengan anggaran dan alokasi vaksin yang belum merata ke desa-desa yang
terjangkit virus ini. Tujuan: untuk mendeskripsikan dan menganalisis kolaborasi pemerintah
sebagai pemangku kepentingan dengan pihak-pihak terkait dalam rangka percepatan penurunan
Rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi NTT. Metode: Metode penelitian ini
menggunakan penelitian kualitatif untuk dapat menjelaskan permasalahan yang terjadi dengan lebih
mendalam berdasarkan teori collaborative governance dari (Ratner, 2012) melalui teknik
pengambilan data berupa wawancara langsung maupun daring, observasi, dan dokumentasi.
Hasil/Temuan: Kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak-pihak yang terkait seperti
dinas kesehatan, LSM, dan pihak-pihak lainnya telah berjalan dengan baik walaupun belum
sepenuhnya optimal , dimana berdasarkan teori Ratnar dilihat bahwa kolaborasi yang telah
dilakukan dengan berbagai macam program hanya saja masih terdapat kendala berupa anggara
pembiayaan dan desa-desa terjangkit masih ada yang sulit untuk dijangkau, adapun hasil capaian
sudah terlihat dengan berbagai program lintas sektor yang telah diadakan dengan membuat vaksin
massal dan pengendalian hewan pembawa virus serta adanya sosialisasi langsung ke masyarakat.
Kesimpulan: Kolaborasi dalam penanganan Rabies di Kabupaten TTS menunjukkan langkah awal
yang positif dalam menghadapi tantangan kompleks penyakit zoonosis ini, hanya perlu adanya
langkah-langkah yang lebih komprehensif untuk dapat mengoptimalkan upaya-upaya yang telah
dilakukan.
TTS pada pertengahan tahun 2023 dan mengalami peningkatan hingga akhir tahun 2023 hingga 6,5
kali lipat, hal ini diikuti dengan anggaran dan alokasi vaksin yang belum merata ke desa-desa yang
terjangkit virus ini. Tujuan: untuk mendeskripsikan dan menganalisis kolaborasi pemerintah
sebagai pemangku kepentingan dengan pihak-pihak terkait dalam rangka percepatan penurunan
Rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi NTT. Metode: Metode penelitian ini
menggunakan penelitian kualitatif untuk dapat menjelaskan permasalahan yang terjadi dengan lebih
mendalam berdasarkan teori collaborative governance dari (Ratner, 2012) melalui teknik
pengambilan data berupa wawancara langsung maupun daring, observasi, dan dokumentasi.
Hasil/Temuan: Kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak-pihak yang terkait seperti
dinas kesehatan, LSM, dan pihak-pihak lainnya telah berjalan dengan baik walaupun belum
sepenuhnya optimal , dimana berdasarkan teori Ratnar dilihat bahwa kolaborasi yang telah
dilakukan dengan berbagai macam program hanya saja masih terdapat kendala berupa anggara
pembiayaan dan desa-desa terjangkit masih ada yang sulit untuk dijangkau, adapun hasil capaian
sudah terlihat dengan berbagai program lintas sektor yang telah diadakan dengan membuat vaksin
massal dan pengendalian hewan pembawa virus serta adanya sosialisasi langsung ke masyarakat.
Kesimpulan: Kolaborasi dalam penanganan Rabies di Kabupaten TTS menunjukkan langkah awal
yang positif dalam menghadapi tantangan kompleks penyakit zoonosis ini, hanya perlu adanya
langkah-langkah yang lebih komprehensif untuk dapat mengoptimalkan upaya-upaya yang telah
dilakukan.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
05081/IPDN/2024 |
362.190 959 868 71 GUN c |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193977 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260210090738 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001061 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERCEPATAN PENURUNAN RABIES DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN /$c Gundisalvus Allesandro Dey Putra | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Gundisalvus Allesandro Dey Putra | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 8 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19961 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Merintha Suryapuspita | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 362.190 959 868 71 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 362.190 959 868 71 GUN c | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Penanganan Masalah Kesehatan (Rabies) | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Ditemukan adanya kasus rabies pada 6 desa di Kabupaten TTS pada pertengahan tahun 2023 dan mengalami peningkatan hingga akhir tahun 2023 hingga 6,5 kali lipat, hal ini diikuti dengan anggaran dan alokasi vaksin yang belum merata ke desa-desa yang terjangkit virus ini. Tujuan: untuk mendeskripsikan dan menganalisis kolaborasi pemerintah sebagai pemangku kepentingan dengan pihak-pihak terkait dalam rangka percepatan penurunan Rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi NTT. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif untuk dapat menjelaskan permasalahan yang terjadi dengan lebih mendalam berdasarkan teori collaborative governance dari (Ratner, 2012) melalui teknik pengambilan data berupa wawancara langsung maupun daring, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak-pihak yang terkait seperti dinas kesehatan, LSM, dan pihak-pihak lainnya telah berjalan dengan baik walaupun belum sepenuhnya optimal , dimana berdasarkan teori Ratnar dilihat bahwa kolaborasi yang telah dilakukan dengan berbagai macam program hanya saja masih terdapat kendala berupa anggara pembiayaan dan desa-desa terjangkit masih ada yang sulit untuk dijangkau, adapun hasil capaian sudah terlihat dengan berbagai program lintas sektor yang telah diadakan dengan membuat vaksin massal dan pengendalian hewan pembawa virus serta adanya sosialisasi langsung ke masyarakat. Kesimpulan: Kolaborasi dalam penanganan Rabies di Kabupaten TTS menunjukkan langkah awal yang positif dalam menghadapi tantangan kompleks penyakit zoonosis ini, hanya perlu adanya langkah-langkah yang lebih komprehensif untuk dapat mengoptimalkan upaya-upaya yang telah dilakukan. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 10 Feb 2026