Detail Katalog

ID: 30805
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERCEPATAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG : - / Virginia Elvira Dey Putri

Edisi: -

Pengarang:
Virginia Elvira Dey Putri ; Vinda Verina
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
persediaan bahan makanan permasalahan stunting
Deskripsi Fisik:
10 : - ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
363.859 868 63 VIR i
Control Number:
INLIS000000001194030
BIB ID:
0010-0226001114
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP):
Stunting merupakan salah satu permasalahan status gizi pada balita yang masih menjadi masalah
di dunia termasuk negara Indonesia hingga saat ini. Pada tahun 2018, Nusa Tenggara Timur
menduduki presentase tertinggi kasus Stunting di Indonesia sebesar 42,6 %. Di provinsi Nusa
Tenggara Timur salah satu daerah yang menjadi prioritas dalam penanganan Stunting adalah Kota
Kupang. Alak sebagai daerah penghasil ikan dan Stunting tertinggi di Kota Kupang menjadi latar
belakang dalam percepatan penurunan angka Stunting oleh Gubernur NTT adalah dengan
mengeluarkan kebijakan melalui Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor:
324/KEP/HK/2018 tentang Komisi Percepatan Penanggulangan Stunting maka dibentuk
kelompok kerja Stunting, didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang
percepatan penanggulangan Stunting. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis
Implementasi Kebijakan Percepatan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Alak Kota Kupang,
menganalisis faktor determinan (faktor pendukung dan penghambat) dalam implementasi
kebijakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Alak, Kota Kupang dan menganalisis
upaya penanggulangan stunting di Kecamatan Alak Kota Kupang. Metode: Dalam penelitian ini
peneliti menggunakan pendekatan Postpositivism dan Grand Teory Edward III. Postpositivisme
adalah paradigma yang digunakan dalam penelitian kualitatif. Kritik terhadap positivisme, kuatnya
pengaruh positivisme terhadap metode ini, khususnya perlakuan terhadap teori-teori yang masih
bersifat deduktif, merupakan paradigma Postpositivisme. Dengan demikian metodologi turunan
Postpositivisme tidak dapat sepenuhnya digambarkan sebagai penelitian kualitatif. Secara umum
metode pengumpulan data dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu metode observasi
langsung, metode wawancara, dan metode khusus. Hasil/Temuan: Berdasarkan penelitian
terhadap sebelas indikator dalam empat dimensi oleh Edward III dalam penelitiannya tentang
percepatan penanggulangan, terdapat delapan indikator keberhasilan stunting yaitu konsistensi,
kejelasan, kepegawaian, kewenangan, penunjukan birokrat dan insentif. Tiga indikator yang belum
berhasil adalah informasi, fasilitas, dan transmisi. Kesimpulan: Adapun delapan indikator
keberhasilan stunting yaitu konsistensi, kejelasan, kepegawaian, kewenangan, penunjukan birokrat
dan insentif. Tiga indikator yang belum berhasil adalah informasi, fasilitas, dan transmisi.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06032/IPDN/2023 363.859 868 63 VIR i Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194030 1
005 _ _ 20260211095504 2
035 # # $a 0010-0226001114 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERCEPATAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG : $b - /$c Virginia Elvira Dey Putri 4
100 _ # $a Virginia Elvira Dey Putri 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 10 : $b - ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14113 8
700 _ # $a Vinda Verina 9
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 10
082 # # $a 363.859 868 63 11
084 # # $a 363.859 868 63 VIR i 12
020 # # $a - 13
650 # 4 $a persediaan bahan makanan permasalahan stunting 14
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan salah satu permasalahan status gizi pada balita yang masih menjadi masalah di dunia termasuk negara Indonesia hingga saat ini. Pada tahun 2018, Nusa Tenggara Timur menduduki presentase tertinggi kasus Stunting di Indonesia sebesar 42,6 %. Di provinsi Nusa Tenggara Timur salah satu daerah yang menjadi prioritas dalam penanganan Stunting adalah Kota Kupang. Alak sebagai daerah penghasil ikan dan Stunting tertinggi di Kota Kupang menjadi latar belakang dalam percepatan penurunan angka Stunting oleh Gubernur NTT adalah dengan mengeluarkan kebijakan melalui Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor: 324/KEP/HK/2018 tentang Komisi Percepatan Penanggulangan Stunting maka dibentuk kelompok kerja Stunting, didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penanggulangan Stunting. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Implementasi Kebijakan Percepatan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Alak Kota Kupang, menganalisis faktor determinan (faktor pendukung dan penghambat) dalam implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Alak, Kota Kupang dan menganalisis upaya penanggulangan stunting di Kecamatan Alak Kota Kupang. Metode: Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan Postpositivism dan Grand Teory Edward III. Postpositivisme adalah paradigma yang digunakan dalam penelitian kualitatif. Kritik terhadap positivisme, kuatnya pengaruh positivisme terhadap metode ini, khususnya perlakuan terhadap teori-teori yang masih bersifat deduktif, merupakan paradigma Postpositivisme. Dengan demikian metodologi turunan Postpositivisme tidak dapat sepenuhnya digambarkan sebagai penelitian kualitatif. Secara umum metode pengumpulan data dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu metode observasi langsung, metode wawancara, dan metode khusus. Hasil/Temuan: Berdasarkan penelitian terhadap sebelas indikator dalam empat dimensi oleh Edward III dalam penelitiannya tentang percepatan penanggulangan, terdapat delapan indikator keberhasilan stunting yaitu konsistensi, kejelasan, kepegawaian, kewenangan, penunjukan birokrat dan insentif. Tiga indikator yang belum berhasil adalah informasi, fasilitas, dan transmisi. Kesimpulan: Adapun delapan indikator keberhasilan stunting yaitu konsistensi, kejelasan, kepegawaian, kewenangan, penunjukan birokrat dan insentif. Tiga indikator yang belum berhasil adalah informasi, fasilitas, dan transmisi. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 11 Feb 2026
Export