Detail Katalog
ID: 30812Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
EFEKTIVITAS SISTEM PERIZINAN LINGKUNGAN BERBASIS RESIKO DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / Ariani Nur Hasanah
Pengarang:
Ariani Nur Hasanah ; Karno
Ariani Nur Hasanah ; Karno
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Administrasi Publik
Deskripsi Fisik:
10 hlm : illus
10 hlm : illus
Nomor Panggil:
351.095 983 6 ARI e
351.095 983 6 ARI e
Control Number:
INLIS000000001194037
INLIS000000001194037
BIB ID:
0010-0226001121
0010-0226001121
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan kurangnya
pengawasan terhadap sistem perizinan lingkugan berbasis resiko yang mengakibatkan rusaknya
lingkungan di Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui efektivitas sistem perizinan lingkungan berbasis resiko di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori efektivitas oleh Gibson, Ivanevich dan Dannely. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (7 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu empat dari lima indikator berdasarkan teorit efektivitas oleh Gibson, Ivanevich dan Dannely sudah efektif. hanya saja pada indikator produksi masih mengalami hambatan. Kesimpulan: Sistem perizinan lingkungan berbasis resiko sudah efektif, namun masih perlu ada perbaikan pada dimensi produksi. Hal ini karena adanya faktor penghambat yaitu sistem perizinan lingkungan yang sering mengalami gangguan, kurangnya pemahaman masyarakat terkait izin lingkungan dan kurangnya koordinasi antar dinas. Upaya untuk mengatasi faktor yang menghambat tersebut yaitu sementara mengurus secara manual,memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan koordinasi dengan dinas lingkungan hidup. Selain itu disarankan kepada pemerintah pusat untuk memperbaiki sistem OSS, melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan koordinasi lebih lanjut kepada dinas lingkungan hidup.
pengawasan terhadap sistem perizinan lingkugan berbasis resiko yang mengakibatkan rusaknya
lingkungan di Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui efektivitas sistem perizinan lingkungan berbasis resiko di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori efektivitas oleh Gibson, Ivanevich dan Dannely. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (7 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu empat dari lima indikator berdasarkan teorit efektivitas oleh Gibson, Ivanevich dan Dannely sudah efektif. hanya saja pada indikator produksi masih mengalami hambatan. Kesimpulan: Sistem perizinan lingkungan berbasis resiko sudah efektif, namun masih perlu ada perbaikan pada dimensi produksi. Hal ini karena adanya faktor penghambat yaitu sistem perizinan lingkungan yang sering mengalami gangguan, kurangnya pemahaman masyarakat terkait izin lingkungan dan kurangnya koordinasi antar dinas. Upaya untuk mengatasi faktor yang menghambat tersebut yaitu sementara mengurus secara manual,memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan koordinasi dengan dinas lingkungan hidup. Selain itu disarankan kepada pemerintah pusat untuk memperbaiki sistem OSS, melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan koordinasi lebih lanjut kepada dinas lingkungan hidup.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
05088/IPDN/2024 |
351.095 983 6 ARI e |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194037 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260211100638 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001121 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a EFEKTIVITAS SISTEM PERIZINAN LINGKUNGAN BERBASIS RESIKO DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Ariani Nur Hasanah | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Ariani Nur Hasanah | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 10 hlm : $b illus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18602 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Karno | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 351.095 983 6 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 351.095 983 6 ARI e | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Publik | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan kurangnya pengawasan terhadap sistem perizinan lingkugan berbasis resiko yang mengakibatkan rusaknya lingkungan di Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas sistem perizinan lingkungan berbasis resiko di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori efektivitas oleh Gibson, Ivanevich dan Dannely. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (7 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu empat dari lima indikator berdasarkan teorit efektivitas oleh Gibson, Ivanevich dan Dannely sudah efektif. hanya saja pada indikator produksi masih mengalami hambatan. Kesimpulan: Sistem perizinan lingkungan berbasis resiko sudah efektif, namun masih perlu ada perbaikan pada dimensi produksi. Hal ini karena adanya faktor penghambat yaitu sistem perizinan lingkungan yang sering mengalami gangguan, kurangnya pemahaman masyarakat terkait izin lingkungan dan kurangnya koordinasi antar dinas. Upaya untuk mengatasi faktor yang menghambat tersebut yaitu sementara mengurus secara manual,memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan koordinasi dengan dinas lingkungan hidup. Selain itu disarankan kepada pemerintah pusat untuk memperbaiki sistem OSS, melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan koordinasi lebih lanjut kepada dinas lingkungan hidup. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 11 Feb 2026