Detail Katalog
ID: 30848Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS KESIAPAN PENERAPAN E-GOVERNMENT DI KABUPATEN NUNUKAN / Abdul Malik Fajar
Pengarang:
Abdul Malik Fajar ; Agung Nurrahman
Abdul Malik Fajar ; Agung Nurrahman
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Perencanaan Administrasi Negara
Deskripsi Fisik:
15 hlm : illus
15 hlm : illus
Nomor Panggil:
352.340 959 839 21 ABD a
352.340 959 839 21 ABD a
Control Number:
INLIS000000001194073
INLIS000000001194073
BIB ID:
0010-0226001157
0010-0226001157
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Research ini layak dan perlu dilakukan karena
belum ada penelitian sebelumnya yang melihat kesiapan e-government di Kabupaten
Nunukan. Kedua, indeks SPBE Kabupaten Nunukan masih rendah dibandingkan dari
Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. Ketiga, Indeks SPBE Kabupaten
Nunukan tahun 2019 dan 2020 berpredikat kurang. Berdasarkan masalah tersebut peneliti
ingin menganalisis sejauh apakah kesiapan e-govovernment di Kabupaten Nunukan. Tujuan:
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesiapan e-government di
Kabupaten Nunukan. Maka dari itu peneliti mengambil judul Analisis Kesiapan Penerapan
E-Government di Kabupaten Nunukan. Metode : Penelitian yang digunakan adalah metode
quasi qualitative alasan menggunakan metode ini karena teori sebagai alat analisis data, serta
menempatkan teori sebagai landasan berpikir sejak awal penelitian berlangsung. Teknik
pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik pengambilan sampling
dengan purposive sampling. Teknik analisis berupa reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan. Analisis yang dilakukan menggunakan teori kesiapan e-government
(Indrajit, 2005). Hasil/Temuan : Hasil temuan menunjukkan terdapat kekurangan pada
infrastruktur telekomunikasi yaitu keterjangkauan jaringan untuk daerah terpencil atau
daerah perbatasan dimana masyarakat masih sulit mengakses internet. Kesimpulan :
Kesiapan e-government di Kabupaten Nunukan sudah tergolong siap. Akan tetapi, belum
maksimal dikarenakan keterjangkaun jaringan yang masih sulit di akses oleh daerah terpencil.
Akan tetapi pada 5 dimensi yang ada sudah tergolong siap hal ini dapat membantu terciptanya
sistem pemerintahan bebasis elektronik di Kabupaten Nunukan berjalan dengan baik.
belum ada penelitian sebelumnya yang melihat kesiapan e-government di Kabupaten
Nunukan. Kedua, indeks SPBE Kabupaten Nunukan masih rendah dibandingkan dari
Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. Ketiga, Indeks SPBE Kabupaten
Nunukan tahun 2019 dan 2020 berpredikat kurang. Berdasarkan masalah tersebut peneliti
ingin menganalisis sejauh apakah kesiapan e-govovernment di Kabupaten Nunukan. Tujuan:
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesiapan e-government di
Kabupaten Nunukan. Maka dari itu peneliti mengambil judul Analisis Kesiapan Penerapan
E-Government di Kabupaten Nunukan. Metode : Penelitian yang digunakan adalah metode
quasi qualitative alasan menggunakan metode ini karena teori sebagai alat analisis data, serta
menempatkan teori sebagai landasan berpikir sejak awal penelitian berlangsung. Teknik
pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik pengambilan sampling
dengan purposive sampling. Teknik analisis berupa reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan. Analisis yang dilakukan menggunakan teori kesiapan e-government
(Indrajit, 2005). Hasil/Temuan : Hasil temuan menunjukkan terdapat kekurangan pada
infrastruktur telekomunikasi yaitu keterjangkauan jaringan untuk daerah terpencil atau
daerah perbatasan dimana masyarakat masih sulit mengakses internet. Kesimpulan :
Kesiapan e-government di Kabupaten Nunukan sudah tergolong siap. Akan tetapi, belum
maksimal dikarenakan keterjangkaun jaringan yang masih sulit di akses oleh daerah terpencil.
Akan tetapi pada 5 dimensi yang ada sudah tergolong siap hal ini dapat membantu terciptanya
sistem pemerintahan bebasis elektronik di Kabupaten Nunukan berjalan dengan baik.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00328/IPDN/2026 |
352.340 959 839 21 ABD a |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 14 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194073 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260211103823 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001157 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS KESIAPAN PENERAPAN E-GOVERNMENT DI KABUPATEN NUNUKAN /$c Abdul Malik Fajar | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Abdul Malik Fajar | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 15 hlm : $b illus | 6 |
| 700 | _ |
# |
$a Agung Nurrahman | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 352.340 959 839 21 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 352.340 959 839 21 ABD a | 10 |
| 650 | # |
4 |
$a Perencanaan Administrasi Negara | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Research ini layak dan perlu dilakukan karena belum ada penelitian sebelumnya yang melihat kesiapan e-government di Kabupaten Nunukan. Kedua, indeks SPBE Kabupaten Nunukan masih rendah dibandingkan dari Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. Ketiga, Indeks SPBE Kabupaten Nunukan tahun 2019 dan 2020 berpredikat kurang. Berdasarkan masalah tersebut peneliti ingin menganalisis sejauh apakah kesiapan e-govovernment di Kabupaten Nunukan. Tujuan: Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesiapan e-government di Kabupaten Nunukan. Maka dari itu peneliti mengambil judul Analisis Kesiapan Penerapan E-Government di Kabupaten Nunukan. Metode : Penelitian yang digunakan adalah metode quasi qualitative alasan menggunakan metode ini karena teori sebagai alat analisis data, serta menempatkan teori sebagai landasan berpikir sejak awal penelitian berlangsung. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling. Teknik analisis berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis yang dilakukan menggunakan teori kesiapan e-government (Indrajit, 2005). Hasil/Temuan : Hasil temuan menunjukkan terdapat kekurangan pada infrastruktur telekomunikasi yaitu keterjangkauan jaringan untuk daerah terpencil atau daerah perbatasan dimana masyarakat masih sulit mengakses internet. Kesimpulan : Kesiapan e-government di Kabupaten Nunukan sudah tergolong siap. Akan tetapi, belum maksimal dikarenakan keterjangkaun jaringan yang masih sulit di akses oleh daerah terpencil. Akan tetapi pada 5 dimensi yang ada sudah tergolong siap hal ini dapat membantu terciptanya sistem pemerintahan bebasis elektronik di Kabupaten Nunukan berjalan dengan baik. | 12 |
| 990 | # |
# |
$a 00328/IPDN/2026 | 1 |
| 856 | # |
# |
$a - | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 11 Feb 2026