Detail Katalog
ID: 30863Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
KOLABORASI PEMERINTAHAN DALAM MELINDUNGI MASYARAKAT TERHADAP DAMPAK AKTIVITAS PEMBAKARAN BATU KAPUR DI KABUPATEN TUBAN PROVINSI JAWA TIMUR : - / Revanza Oktavia Widianingrum
Edisi: -
Pengarang:
Revanza Oktavia Widianingrum ; Muhammad Suhardi
Revanza Oktavia Widianingrum ; Muhammad Suhardi
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Perlindungan masyarakat terhadap risiko lingkungan
Deskripsi Fisik:
8 : - ; - -
8 : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
363.759 828 REV k
363.759 828 REV k
Control Number:
INLIS000000001194088
INLIS000000001194088
BIB ID:
0010-0226001172
0010-0226001172
Catatan
Penulis berfokus pada permasalahan tentang banyaknya
dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat yang timbul akibat aktivitas pmbakaran batu kapur
di Kabupaten Tuban. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
pelaksanaan kolaborasi pemerintah dalam menangani dampak negatif dari pembakaran batu kapur,
mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penertiban industri pertambangan batu kapur
serta upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kerusakan lingkungan yang diakibatkan
2
oleh pembakaran batu kapur. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif
deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan
dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh
adalah kolaborasi pemerintah dalam menangani dampak pembakaran batu kapur sudah terlaksana
namun belum secara maksimal karena adanya kendala dalam pelaksanannya baik dari faktor internal
maupun faktor eksternal organisasi pemerintahan. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam
melindungi masyarakat terhadap dampak pembakaran batu kapur adalah pendataan jumlah dan
pemetaan lokasi pembakaran batu kapur, pelaporan kepada pemerintah provinsi mengenai kondisi
pembakaran batu kapur di Kabupaten Tuban, dan melakukan edukasi kepada masyarakat.
Kesimpulan: Kolaborasi Pemerintahan di Kabupaten Tuban dalam melindungi masyarakat terhadap
dampak pembakaran batu kapur masih kurang berjalan baik karena adanya perubahan pengalihan
kewenangan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat sehingga pelaksanaan penertiban serta
pengendalian tidak bisa terlaksana secara optimal. Agar kegiatan penertiban serta pengendalian dapat
terlaksana secara baik disarankan untuk memberikan andil kepada pemerintah daerah untuk
mengawasi pertambangan skala kecil dan memberikan fasilitas yang mendukung keselamatan kerja
para pekerja pembakaran batu kapur untuk mengurangi dampak negatif industri pembakaran batu
kapur.
dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat yang timbul akibat aktivitas pmbakaran batu kapur
di Kabupaten Tuban. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
pelaksanaan kolaborasi pemerintah dalam menangani dampak negatif dari pembakaran batu kapur,
mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penertiban industri pertambangan batu kapur
serta upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kerusakan lingkungan yang diakibatkan
2
oleh pembakaran batu kapur. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif
deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan
dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh
adalah kolaborasi pemerintah dalam menangani dampak pembakaran batu kapur sudah terlaksana
namun belum secara maksimal karena adanya kendala dalam pelaksanannya baik dari faktor internal
maupun faktor eksternal organisasi pemerintahan. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam
melindungi masyarakat terhadap dampak pembakaran batu kapur adalah pendataan jumlah dan
pemetaan lokasi pembakaran batu kapur, pelaporan kepada pemerintah provinsi mengenai kondisi
pembakaran batu kapur di Kabupaten Tuban, dan melakukan edukasi kepada masyarakat.
Kesimpulan: Kolaborasi Pemerintahan di Kabupaten Tuban dalam melindungi masyarakat terhadap
dampak pembakaran batu kapur masih kurang berjalan baik karena adanya perubahan pengalihan
kewenangan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat sehingga pelaksanaan penertiban serta
pengendalian tidak bisa terlaksana secara optimal. Agar kegiatan penertiban serta pengendalian dapat
terlaksana secara baik disarankan untuk memberikan andil kepada pemerintah daerah untuk
mengawasi pertambangan skala kecil dan memberikan fasilitas yang mendukung keselamatan kerja
para pekerja pembakaran batu kapur untuk mengurangi dampak negatif industri pembakaran batu
kapur.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06070/IPDN/2023 |
363.759 828 REV k |
Dapat dipinjam | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194088 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260211105302 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001172 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a KOLABORASI PEMERINTAHAN DALAM MELINDUNGI MASYARAKAT TERHADAP DAMPAK AKTIVITAS PEMBAKARAN BATU KAPUR DI KABUPATEN TUBAN PROVINSI JAWA TIMUR : $b - /$c Revanza Oktavia Widianingrum | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Revanza Oktavia Widianingrum | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 8 : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12929 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Muhammad Suhardi | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 363.759 828 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 363.759 828 REV k | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Perlindungan masyarakat terhadap risiko lingkungan | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Penulis berfokus pada permasalahan tentang banyaknya dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat yang timbul akibat aktivitas pmbakaran batu kapur di Kabupaten Tuban. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kolaborasi pemerintah dalam menangani dampak negatif dari pembakaran batu kapur, mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penertiban industri pertambangan batu kapur serta upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kerusakan lingkungan yang diakibatkan 2 oleh pembakaran batu kapur. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah kolaborasi pemerintah dalam menangani dampak pembakaran batu kapur sudah terlaksana namun belum secara maksimal karena adanya kendala dalam pelaksanannya baik dari faktor internal maupun faktor eksternal organisasi pemerintahan. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam melindungi masyarakat terhadap dampak pembakaran batu kapur adalah pendataan jumlah dan pemetaan lokasi pembakaran batu kapur, pelaporan kepada pemerintah provinsi mengenai kondisi pembakaran batu kapur di Kabupaten Tuban, dan melakukan edukasi kepada masyarakat. Kesimpulan: Kolaborasi Pemerintahan di Kabupaten Tuban dalam melindungi masyarakat terhadap dampak pembakaran batu kapur masih kurang berjalan baik karena adanya perubahan pengalihan kewenangan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat sehingga pelaksanaan penertiban serta pengendalian tidak bisa terlaksana secara optimal. Agar kegiatan penertiban serta pengendalian dapat terlaksana secara baik disarankan untuk memberikan andil kepada pemerintah daerah untuk mengawasi pertambangan skala kecil dan memberikan fasilitas yang mendukung keselamatan kerja para pekerja pembakaran batu kapur untuk mengurangi dampak negatif industri pembakaran batu kapur. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 11 Feb 2026