Detail Katalog
ID: 30999Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
SISTEM PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DALAM PENERBITAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DI DPMTSP KOTA BANDUNG JAWA BARAT / Fajri Wira Sumbara
Pengarang:
Fajri Wira Sumbara ; Sumarsono
Fajri Wira Sumbara ; Sumarsono
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Administrasi Publik
Deskripsi Fisik:
11 hlm : illus
11 hlm : illus
Nomor Panggil:
351.095 982 431 FAJ s
351.095 982 431 FAJ s
Control Number:
INLIS000000001194223
INLIS000000001194223
BIB ID:
0010-0226001307
0010-0226001307
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelayanan penerbitan izin mendirikan bangunan di Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung masih terdapat permasalahan yaitu banyaknya bangunan tidak berizin, kurangnya pengetahuan masyarakat terkait perizinan mendirikan bangunan, dan keterlambatan waktu mendirikan bangunan. Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana sistem pelayanan penerbitan izin mendirikan bangunan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif dengan teori sistem pelayanan oleh Pamungkas (2006) yang terdiri dari tiga dimensi yaitu input, proses, dan output. Penelitian yang dilakukan menggunakan data primer dan sekunder dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi yang selanjutnya data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Sistem pelayanan pengurusan izin mendirikan bangunan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung diketahui bahwa input sistem pelayanan dapat dikatakan cukup baik. Sedangkan dari indikator proses sistem pelayanan pengurusan izin dapat dikatakan cukup baik. Kesimpulan: sistem pelayanan penerbitan izin mendirikan bangunan di Kota Bandung sudah cukup baik tetapi masih dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu masih kurangnya kesadaran dari masyarakat Kabupaten Bandung akan prosedur dan persyaratan dari pengurusan izin mendirikan bangunan dan keterlambatan penerbitan izin mendirikan bangunan yang disebabkan oleh surat rekomendasi kelayakan bangunan dari tim teknis yang tidak ada kejelasan waktu.
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung masih terdapat permasalahan yaitu banyaknya bangunan tidak berizin, kurangnya pengetahuan masyarakat terkait perizinan mendirikan bangunan, dan keterlambatan waktu mendirikan bangunan. Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana sistem pelayanan penerbitan izin mendirikan bangunan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif dengan teori sistem pelayanan oleh Pamungkas (2006) yang terdiri dari tiga dimensi yaitu input, proses, dan output. Penelitian yang dilakukan menggunakan data primer dan sekunder dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi yang selanjutnya data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Sistem pelayanan pengurusan izin mendirikan bangunan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung diketahui bahwa input sistem pelayanan dapat dikatakan cukup baik. Sedangkan dari indikator proses sistem pelayanan pengurusan izin dapat dikatakan cukup baik. Kesimpulan: sistem pelayanan penerbitan izin mendirikan bangunan di Kota Bandung sudah cukup baik tetapi masih dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu masih kurangnya kesadaran dari masyarakat Kabupaten Bandung akan prosedur dan persyaratan dari pengurusan izin mendirikan bangunan dan keterlambatan penerbitan izin mendirikan bangunan yang disebabkan oleh surat rekomendasi kelayakan bangunan dari tim teknis yang tidak ada kejelasan waktu.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06132/IPDN/2023 |
351.095 982 431 FAJ s |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194223 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260216113923 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001307 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a SISTEM PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DALAM PENERBITAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DI DPMTSP KOTA BANDUNG JAWA BARAT /$c Fajri Wira Sumbara | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Fajri Wira Sumbara | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 hlm : $b illus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a - | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Sumarsono | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 351.095 982 431 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 351.095 982 431 FAJ s | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Publik | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelayanan penerbitan izin mendirikan bangunan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung masih terdapat permasalahan yaitu banyaknya bangunan tidak berizin, kurangnya pengetahuan masyarakat terkait perizinan mendirikan bangunan, dan keterlambatan waktu mendirikan bangunan. Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana sistem pelayanan penerbitan izin mendirikan bangunan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif dengan teori sistem pelayanan oleh Pamungkas (2006) yang terdiri dari tiga dimensi yaitu input, proses, dan output. Penelitian yang dilakukan menggunakan data primer dan sekunder dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi yang selanjutnya data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Sistem pelayanan pengurusan izin mendirikan bangunan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung diketahui bahwa input sistem pelayanan dapat dikatakan cukup baik. Sedangkan dari indikator proses sistem pelayanan pengurusan izin dapat dikatakan cukup baik. Kesimpulan: sistem pelayanan penerbitan izin mendirikan bangunan di Kota Bandung sudah cukup baik tetapi masih dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu masih kurangnya kesadaran dari masyarakat Kabupaten Bandung akan prosedur dan persyaratan dari pengurusan izin mendirikan bangunan dan keterlambatan penerbitan izin mendirikan bangunan yang disebabkan oleh surat rekomendasi kelayakan bangunan dari tim teknis yang tidak ada kejelasan waktu. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 16 Feb 2026