Detail Katalog

ID: 31000
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

RESOLUSI KONFLIK DALAM RELOKASI PEDAGANG PASAR BAUNTUNG BARU DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / Atira Adrin

Pengarang:
Atira Adrin ; Sayuti
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Resolusi Konflik
Deskripsi Fisik:
8 hlm
Nomor Panggil:
303.690 959 836 13 ATI r
Control Number:
INLIS000000001194224
BIB ID:
0010-0226001308
Catatan
Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Keadaan Pasar Bauntung semakin lama semakin memprihatinkan, mulai dari minim fasilitas, kotor dan tempat yang sempit. Pemkot Banjarbaru
melakukan relokasi Pasar Bauntung agar lebih teratur, bersih, nyaman dan rapi. Namun
nyatanya, masih banyak konflik yang terjadi pada relokasi pasar Bantung, salah satunya
pedagang yang menolak direlokasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis resolusi konflik dalam relokasi pedagang Pasar Bauntung Baru serta mengidentifikasi faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan.
Metode : Pelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan
menggunakan teori resolusi konflik Johan Galtung dengan tiga dimensi sebagai pisau
analisanya. Hasil/ Temuan : Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan
peace building, peace keeping, dan peace making menjadi strategi yang efektif dalam resolusi
konflik relokasi pedagang Pasar Bauntung. Pendekatan peace building dilakukan dengan
meningkatkan sarana dan prasarana pasar Bauntung Baru serta mengetahui faktor penyebab
konflik. Pendekatan peace keeping dilakukan dengan pembuatan kebijakan yang mampu
menertibkan serta melaksanakan musyawarah. Sedangkan pada pendekatan peace making
dilakukan melalui pembuatan hubungan kekeluargaan yang baik serta melihat hasil dan capaian
pelaksanaan relokasi pasar Bauntung. Faktor penghambat yakni keberadaan pedagang informal
serta rendahnya kesadaran masyarakat dan pedagang. Upaya mengatasi hambatan ini yakni
dengan melaksanakan konsultasi publik serta menangani aduan yang masuk secara
bijak.Kesimpulan: Pendekatan peace building, peace keeping, dan peace making menjadi
strategi yang efektif dalam resolusi konflik relokasi pedagang Pasar Bauntung. Faktor
penghambat yakni keberadaan pedagang informal serta rendahnya kesadaran masyarakat dan
pedagang. Upaya mengatasi hambatan ini yakni dengan melaksanakan konsultasi publik serta
menangani aduan yang masuk secara bijak.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06133/IPDN/2023 303.690 959 836 13 ATI r Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194224 1
005 _ _ 20260216114546 2
035 # # $a 0010-0226001308 3
245 1 # $a RESOLUSI KONFLIK DALAM RELOKASI PEDAGANG PASAR BAUNTUNG BARU DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Atira Adrin 4
100 _ # $a Atira Adrin 5
300 # # $a 8 hlm 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15769 7
700 _ # $a Sayuti 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 303.690 959 836 13 10
084 # # $a 303.690 959 836 13 ATI r 11
650 # 4 $a Resolusi Konflik 12
520 # # $a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Keadaan Pasar Bauntung semakin lama semakin memprihatinkan, mulai dari minim fasilitas, kotor dan tempat yang sempit. Pemkot Banjarbaru melakukan relokasi Pasar Bauntung agar lebih teratur, bersih, nyaman dan rapi. Namun nyatanya, masih banyak konflik yang terjadi pada relokasi pasar Bantung, salah satunya pedagang yang menolak direlokasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis resolusi konflik dalam relokasi pedagang Pasar Bauntung Baru serta mengidentifikasi faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan. Metode : Pelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan teori resolusi konflik Johan Galtung dengan tiga dimensi sebagai pisau analisanya. Hasil/ Temuan : Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan peace building, peace keeping, dan peace making menjadi strategi yang efektif dalam resolusi konflik relokasi pedagang Pasar Bauntung. Pendekatan peace building dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana pasar Bauntung Baru serta mengetahui faktor penyebab konflik. Pendekatan peace keeping dilakukan dengan pembuatan kebijakan yang mampu menertibkan serta melaksanakan musyawarah. Sedangkan pada pendekatan peace making dilakukan melalui pembuatan hubungan kekeluargaan yang baik serta melihat hasil dan capaian pelaksanaan relokasi pasar Bauntung. Faktor penghambat yakni keberadaan pedagang informal serta rendahnya kesadaran masyarakat dan pedagang. Upaya mengatasi hambatan ini yakni dengan melaksanakan konsultasi publik serta menangani aduan yang masuk secara bijak.Kesimpulan: Pendekatan peace building, peace keeping, dan peace making menjadi strategi yang efektif dalam resolusi konflik relokasi pedagang Pasar Bauntung. Faktor penghambat yakni keberadaan pedagang informal serta rendahnya kesadaran masyarakat dan pedagang. Upaya mengatasi hambatan ini yakni dengan melaksanakan konsultasi publik serta menangani aduan yang masuk secara bijak. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 16 Feb 2026
Export