Detail Katalog
ID: 31078Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL BAUNTUNG BERSTANDAR NASIONAL INDONESIA PERTAMA OLEH DINAS PERDAGANGAN DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / MUHAMMAD FIKRI AUFA
Pengarang:
MUHAMMAD FIKRI AUFA ; Abdurohim
MUHAMMAD FIKRI AUFA ; Abdurohim
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Administrasi Properti
Deskripsi Fisik:
8 hlm
8 hlm
Nomor Panggil:
352.509 598 361 3 MUH p
352.509 598 361 3 MUH p
Control Number:
INLIS000000001194302
INLIS000000001194302
BIB ID:
0010-0226001386
0010-0226001386
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perdagangan di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan
Selatan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rakyat yang dapat membantu kesejahteraan masyarakat. Pasar tradisional sebagai salah satu sektor perdagangan yang berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat, perlu diperhatikan dalam pengembangannya. Upaya Pemerintah Kota Banjarbaru untuk merevitalisasi Pasar Tradisional Bauntung dalam rangka menghadapi gempuran pasar-pasar modern, bertujuan untuk pengembangan pasar tersebut menjadi pasar Berstandar Nasional Indonesia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis bagaimanakah pengembangan Pasar Tradisional Bauntung ber-Standar Nasional Indonesia pertama oleh Dinas Perdagangan di Kota Banjarbaru. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini adalah Pengembangan Pasar Tradisional Bauntung Berstandar Nasional Indonesia di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan sudah berjalan dengan baik. Namun, masih ada beberapa kendala yang dialami dalam proses perkembangannya. Hal tersebut dapat diukur melalui teori Revitalisasi (Danisworo, 2002) yang terdiri dari 3 dimensi yaitu intervensi fisik, rehabilitasi ekonomi, dan revitalisasi sosial/institusional. Kesimpulan: Dalam rangka pengembangan Pasar Tradisional Bauntung menjadi Pasar Berstandar Nasional Indonesia terdapat faktor penghambat yaitu, masih perlu adanya pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, masyarakat yang belum mau dipindahkan ke lokasi yang baru, serta belum tersedianya jalur untuk angkutan umum. Upaya Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mengatasi hambatan tersebut dengan melakukan konsultasi publik, penanganan pengaduan, serta evaluasi dan monitoring.
Selatan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rakyat yang dapat membantu kesejahteraan masyarakat. Pasar tradisional sebagai salah satu sektor perdagangan yang berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat, perlu diperhatikan dalam pengembangannya. Upaya Pemerintah Kota Banjarbaru untuk merevitalisasi Pasar Tradisional Bauntung dalam rangka menghadapi gempuran pasar-pasar modern, bertujuan untuk pengembangan pasar tersebut menjadi pasar Berstandar Nasional Indonesia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis bagaimanakah pengembangan Pasar Tradisional Bauntung ber-Standar Nasional Indonesia pertama oleh Dinas Perdagangan di Kota Banjarbaru. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini adalah Pengembangan Pasar Tradisional Bauntung Berstandar Nasional Indonesia di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan sudah berjalan dengan baik. Namun, masih ada beberapa kendala yang dialami dalam proses perkembangannya. Hal tersebut dapat diukur melalui teori Revitalisasi (Danisworo, 2002) yang terdiri dari 3 dimensi yaitu intervensi fisik, rehabilitasi ekonomi, dan revitalisasi sosial/institusional. Kesimpulan: Dalam rangka pengembangan Pasar Tradisional Bauntung menjadi Pasar Berstandar Nasional Indonesia terdapat faktor penghambat yaitu, masih perlu adanya pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, masyarakat yang belum mau dipindahkan ke lokasi yang baru, serta belum tersedianya jalur untuk angkutan umum. Upaya Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mengatasi hambatan tersebut dengan melakukan konsultasi publik, penanganan pengaduan, serta evaluasi dan monitoring.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06163/IPDN/2023 |
352.509 598 361 3 MUH p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194302 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260219105954 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001386 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL BAUNTUNG BERSTANDAR NASIONAL INDONESIA PERTAMA OLEH DINAS PERDAGANGAN DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c MUHAMMAD FIKRI AUFA | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a MUHAMMAD FIKRI AUFA | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 8 hlm | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16019 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Abdurohim | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 352.509 598 361 3 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 352.509 598 361 3 MUH p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Properti | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perdagangan di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rakyat yang dapat membantu kesejahteraan masyarakat. Pasar tradisional sebagai salah satu sektor perdagangan yang berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat, perlu diperhatikan dalam pengembangannya. Upaya Pemerintah Kota Banjarbaru untuk merevitalisasi Pasar Tradisional Bauntung dalam rangka menghadapi gempuran pasar-pasar modern, bertujuan untuk pengembangan pasar tersebut menjadi pasar Berstandar Nasional Indonesia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis bagaimanakah pengembangan Pasar Tradisional Bauntung ber-Standar Nasional Indonesia pertama oleh Dinas Perdagangan di Kota Banjarbaru. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini adalah Pengembangan Pasar Tradisional Bauntung Berstandar Nasional Indonesia di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan sudah berjalan dengan baik. Namun, masih ada beberapa kendala yang dialami dalam proses perkembangannya. Hal tersebut dapat diukur melalui teori Revitalisasi (Danisworo, 2002) yang terdiri dari 3 dimensi yaitu intervensi fisik, rehabilitasi ekonomi, dan revitalisasi sosial/institusional. Kesimpulan: Dalam rangka pengembangan Pasar Tradisional Bauntung menjadi Pasar Berstandar Nasional Indonesia terdapat faktor penghambat yaitu, masih perlu adanya pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, masyarakat yang belum mau dipindahkan ke lokasi yang baru, serta belum tersedianya jalur untuk angkutan umum. Upaya Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mengatasi hambatan tersebut dengan melakukan konsultasi publik, penanganan pengaduan, serta evaluasi dan monitoring. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 19 Feb 2026