Detail Katalog

ID: 31099
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

STRATEGI PENURUNAN ANGKA STUNTING OLEH DINAS KESEHATAN DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN PROVINSI SULAWESI UTARA / Kiven Imanuel Aseng

Pengarang:
Kiven Imanuel Aseng ; Kusworo
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Layanan Kesehatan
Deskripsi Fisik:
13 hlm : illus
Nomor Panggil:
362.109 598 425 2 KIV s
Control Number:
INLIS000000001194323
BIB ID:
0010-0226001407
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan Stunting di Kabupaten Minahasa
Selatan merupakan masalah serius dan dimasukkan kedalam RPJMD Kabupaten Minahasa
Stunting pada anak akan membuat kualitas SDM dari suatu daerah menurun dan
mengakibatkan Minahasa Selatan tidak memiliki SDM yang unggul dan akan membuat kabupaten tertinggal dari yang lain. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis Strategi Penurunan Angka Stunting oleh Dinas Kesehatan di
Kabupaten Minahasa Selatab Provinsi Sulawesi Utara. Tujuan: Tujuan dari penelitan ini
adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana strategi penurunan angka stunting di
Kabupaten Minahasa Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer
yang diperoleh secara langsung melalui wawancara dan observasi dengan informan yang
dianggap mengetahui. Teknik analisis data menggunakan triangulasi melalui pengumpulan
data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penurunan angka stunting di Minahasa Selatan naik turun grafiknya, namun ditahun
2021 memiliki angka lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari
hasil penelitian yang dilakukan peneliti di lapangan. Program memang telah berjalan dengan
baik namun ada strategi yang diperlukan untuk memaksimalkan hal tersebut. Tetapi masih
terdapat beberapa kendala yang terjadi di lapangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat
tentang pentingnya pengetahuan tentang stunting, sarana dan prasarana yang belum memadai,
dan keadaan geografis Minahasa Selatan yang menyulitkan masyarakat untuk datang membeli
obat atau ke puskesmas. Saran peneliti dalam menangani hambatan yang dihadapi yaitu dengan
mengadakan kerjasama dengan instansi lainnya dalam melaksanakan program dan mengadakan
program pelayanan keliling yaitu jemput bola. Kesimpulan: strategi penurunan angka stunting
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki kekuatan dan ancaman yang lebih
besar, maka artinya pada dua aspek inilah perlu di tonjolkan dan di lakukan. Dari hasil
perhitungan analisis SWOT yang peneliti lakukan menunjukan bahwa dalam faktor eksternal,
indikator ancaman merupakan indikator yang memiliki nilai terbesar dengan jumlah total
kalkulasi dari bobot dan nilai adalah sebesar 1,90 dan untuk peluang sebesar 1,84. Untuk aspek
ancaman yang memiliki bobot terbesar adalah tingkat ekonomi masyarakat yang masih
dibawah dengan nilai 0,22 sedangkan bobot terkecil adalah pengaruh budaya social yang malu
dikucilkan masyarakat dengan bobot 0,14.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06175/IPDN/2023 362.109 598 425 2 KIV s Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194323 1
005 _ _ 20260219111039 2
035 # # $a 0010-0226001407 3
245 1 # $a STRATEGI PENURUNAN ANGKA STUNTING OLEH DINAS KESEHATAN DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Kiven Imanuel Aseng 4
100 _ # $a Kiven Imanuel Aseng 5
300 # # $a 13 hlm : $b illus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15920 7
700 _ # $a Kusworo 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 362.109 598 425 2 10
084 # # $a 362.109 598 425 2 KIV s 11
650 # 4 $a Layanan Kesehatan 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan Stunting di Kabupaten Minahasa Selatan merupakan masalah serius dan dimasukkan kedalam RPJMD Kabupaten Minahasa Stunting pada anak akan membuat kualitas SDM dari suatu daerah menurun dan mengakibatkan Minahasa Selatan tidak memiliki SDM yang unggul dan akan membuat kabupaten tertinggal dari yang lain. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Penurunan Angka Stunting oleh Dinas Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatab Provinsi Sulawesi Utara. Tujuan: Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana strategi penurunan angka stunting di Kabupaten Minahasa Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung melalui wawancara dan observasi dengan informan yang dianggap mengetahui. Teknik analisis data menggunakan triangulasi melalui pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan angka stunting di Minahasa Selatan naik turun grafiknya, namun ditahun 2021 memiliki angka lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti di lapangan. Program memang telah berjalan dengan baik namun ada strategi yang diperlukan untuk memaksimalkan hal tersebut. Tetapi masih terdapat beberapa kendala yang terjadi di lapangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengetahuan tentang stunting, sarana dan prasarana yang belum memadai, dan keadaan geografis Minahasa Selatan yang menyulitkan masyarakat untuk datang membeli obat atau ke puskesmas. Saran peneliti dalam menangani hambatan yang dihadapi yaitu dengan mengadakan kerjasama dengan instansi lainnya dalam melaksanakan program dan mengadakan program pelayanan keliling yaitu jemput bola. Kesimpulan: strategi penurunan angka stunting oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki kekuatan dan ancaman yang lebih besar, maka artinya pada dua aspek inilah perlu di tonjolkan dan di lakukan. Dari hasil perhitungan analisis SWOT yang peneliti lakukan menunjukan bahwa dalam faktor eksternal, indikator ancaman merupakan indikator yang memiliki nilai terbesar dengan jumlah total kalkulasi dari bobot dan nilai adalah sebesar 1,90 dan untuk peluang sebesar 1,84. Untuk aspek ancaman yang memiliki bobot terbesar adalah tingkat ekonomi masyarakat yang masih dibawah dengan nilai 0,22 sedangkan bobot terkecil adalah pengaruh budaya social yang malu dikucilkan masyarakat dengan bobot 0,14. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name