Detail Katalog
ID: 31126Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
DIGITALISASI KELURAHAN DALAM APLIKASI GORONTALO MASYARAKAT TERPADU (GOMT) DI KECAMATAN SIPATANA KOTA GORONTALO / Pratiwi Dude
Pengarang:
Pratiwi Dude ; Karno
Pratiwi Dude ; Karno
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Administrasi Publik
Deskripsi Fisik:
18 hlm : illus
18 hlm : illus
Nomor Panggil:
351.095 984 312 PRA d
351.095 984 312 PRA d
Control Number:
INLIS000000001194350
INLIS000000001194350
BIB ID:
0010-0226001434
0010-0226001434
Catatan
Permasalahan/Latar belakang (GAP): Teknologi digitalisasi adalah sebuah
teknologi informasi yang lebih mengutamakan suatu kegiatan yang dilakukan secara
digital jika dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia. Digitalisasi juga mulai
diterapkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo melalui pelayanan publik yang berbasis
digital. Salah satunya dengan meluncurkan Aplikasi Gorontalo Masyarakat Terpadu
(GOMT). Aplikasi ini sudah diterapkan dibeberapa kecamatan yang ada di Kota
Gorontalo, salah satunya di Kecamatan Sipatana. Tujuan: mendeskripsikan dan
menganalisis Digitalisasi Kelurahan dalam Aplikasi Gorontalo Masyarakat Terpadu
(GoMT) di Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo, faktor penghambat dan pendukung, dan
solusi dan upaya pemerintah dalam mencegah dan menghadapi faktor penghambat
Digitalisasi Kelurahan dalam Aplikasi Gorontalo Masyarakat Terpadu (GoMT) di
Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan adalah
Teori DeLone dan McLean (1992) dengan enam dimensi yaitu Kualitas Sistem, Kualitas
Informasi, Penggunaan, Kepuasan Pemakai, Dampak Individual dan Dampak Organisasi.
Teknil pengumpulan yang digunakan adalah teknik Wawancara, Observasi, dan
Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman
yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Coclusion
Drawing (Penarikan Kesimpulan). Hasil penelitian/Temuan: Temuan yang peneliti
dapati saat melaksanakan penelitian bahwa digitalisasi kelurahan di Kecamatan Sipatana
telah dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah Kota Gorontalo. Dapat dilihat pada
Dimensi: Kualitas Sistem, Kualitas Informasi, Penggunaan, kepuasan pemakai, dampak
individual dan Dimensi dampak organisasi, bahwa Aplikasi GOMT ini merupakan
aplikasi yang sudah diterima di masyarakat dilihat dari kulitas sistem, informasi,
penggunaan, masyarakat puas, memiliki dampak positif bagi masyarakat pengguna
aplikasi ataupun pemerintah yang sangat terbantu dengan Aplikasi GOMT. Kesimpulan:
bahwa Aplikasi GOMT dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai alternatif dalam
pengurusan surat dan juga mendapatkan informasi terkini pada Aplikasi GOMT. Saran
bagi Aplikasi GOMT harus diperluas lagi pengguna Aplikasi GOMT agar dapat dirasakan
oleh seluruh kalangan masyarakat Kota Gorontalo, menambahkan fitur-fitur yang
menarik pada Aplikasi, dan juga melaksanakan mengevaluasi rutin pada Aplikasi GOMT.
teknologi informasi yang lebih mengutamakan suatu kegiatan yang dilakukan secara
digital jika dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia. Digitalisasi juga mulai
diterapkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo melalui pelayanan publik yang berbasis
digital. Salah satunya dengan meluncurkan Aplikasi Gorontalo Masyarakat Terpadu
(GOMT). Aplikasi ini sudah diterapkan dibeberapa kecamatan yang ada di Kota
Gorontalo, salah satunya di Kecamatan Sipatana. Tujuan: mendeskripsikan dan
menganalisis Digitalisasi Kelurahan dalam Aplikasi Gorontalo Masyarakat Terpadu
(GoMT) di Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo, faktor penghambat dan pendukung, dan
solusi dan upaya pemerintah dalam mencegah dan menghadapi faktor penghambat
Digitalisasi Kelurahan dalam Aplikasi Gorontalo Masyarakat Terpadu (GoMT) di
Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan adalah
Teori DeLone dan McLean (1992) dengan enam dimensi yaitu Kualitas Sistem, Kualitas
Informasi, Penggunaan, Kepuasan Pemakai, Dampak Individual dan Dampak Organisasi.
Teknil pengumpulan yang digunakan adalah teknik Wawancara, Observasi, dan
Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman
yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Coclusion
Drawing (Penarikan Kesimpulan). Hasil penelitian/Temuan: Temuan yang peneliti
dapati saat melaksanakan penelitian bahwa digitalisasi kelurahan di Kecamatan Sipatana
telah dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah Kota Gorontalo. Dapat dilihat pada
Dimensi: Kualitas Sistem, Kualitas Informasi, Penggunaan, kepuasan pemakai, dampak
individual dan Dimensi dampak organisasi, bahwa Aplikasi GOMT ini merupakan
aplikasi yang sudah diterima di masyarakat dilihat dari kulitas sistem, informasi,
penggunaan, masyarakat puas, memiliki dampak positif bagi masyarakat pengguna
aplikasi ataupun pemerintah yang sangat terbantu dengan Aplikasi GOMT. Kesimpulan:
bahwa Aplikasi GOMT dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai alternatif dalam
pengurusan surat dan juga mendapatkan informasi terkini pada Aplikasi GOMT. Saran
bagi Aplikasi GOMT harus diperluas lagi pengguna Aplikasi GOMT agar dapat dirasakan
oleh seluruh kalangan masyarakat Kota Gorontalo, menambahkan fitur-fitur yang
menarik pada Aplikasi, dan juga melaksanakan mengevaluasi rutin pada Aplikasi GOMT.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06198/IPDN/2023 |
351.095 984 312 PRA d |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194350 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260220113149 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001434 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a DIGITALISASI KELURAHAN DALAM APLIKASI GORONTALO MASYARAKAT TERPADU (GOMT) DI KECAMATAN SIPATANA KOTA GORONTALO /$c Pratiwi Dude | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Pratiwi Dude | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 18 hlm : $b illus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16063 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Karno | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 351.095 984 312 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 351.095 984 312 PRA d | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Publik | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar belakang (GAP): Teknologi digitalisasi adalah sebuah teknologi informasi yang lebih mengutamakan suatu kegiatan yang dilakukan secara digital jika dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia. Digitalisasi juga mulai diterapkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo melalui pelayanan publik yang berbasis digital. Salah satunya dengan meluncurkan Aplikasi Gorontalo Masyarakat Terpadu (GOMT). Aplikasi ini sudah diterapkan dibeberapa kecamatan yang ada di Kota Gorontalo, salah satunya di Kecamatan Sipatana. Tujuan: mendeskripsikan dan menganalisis Digitalisasi Kelurahan dalam Aplikasi Gorontalo Masyarakat Terpadu (GoMT) di Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo, faktor penghambat dan pendukung, dan solusi dan upaya pemerintah dalam mencegah dan menghadapi faktor penghambat Digitalisasi Kelurahan dalam Aplikasi Gorontalo Masyarakat Terpadu (GoMT) di Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan adalah Teori DeLone dan McLean (1992) dengan enam dimensi yaitu Kualitas Sistem, Kualitas Informasi, Penggunaan, Kepuasan Pemakai, Dampak Individual dan Dampak Organisasi. Teknil pengumpulan yang digunakan adalah teknik Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Coclusion Drawing (Penarikan Kesimpulan). Hasil penelitian/Temuan: Temuan yang peneliti dapati saat melaksanakan penelitian bahwa digitalisasi kelurahan di Kecamatan Sipatana telah dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah Kota Gorontalo. Dapat dilihat pada Dimensi: Kualitas Sistem, Kualitas Informasi, Penggunaan, kepuasan pemakai, dampak individual dan Dimensi dampak organisasi, bahwa Aplikasi GOMT ini merupakan aplikasi yang sudah diterima di masyarakat dilihat dari kulitas sistem, informasi, penggunaan, masyarakat puas, memiliki dampak positif bagi masyarakat pengguna aplikasi ataupun pemerintah yang sangat terbantu dengan Aplikasi GOMT. Kesimpulan: bahwa Aplikasi GOMT dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai alternatif dalam pengurusan surat dan juga mendapatkan informasi terkini pada Aplikasi GOMT. Saran bagi Aplikasi GOMT harus diperluas lagi pengguna Aplikasi GOMT agar dapat dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat Kota Gorontalo, menambahkan fitur-fitur yang menarik pada Aplikasi, dan juga melaksanakan mengevaluasi rutin pada Aplikasi GOMT. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 20 Feb 2026