Detail Katalog
ID: 31153Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENEGAKAN PERATURAN DAERAH TENTANG PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH, KOTA BANDA ACEH, PROVINSI ACEH / Syafina Isfi Mutasya Putri
Pengarang:
Syafina Isfi Mutasya Putri ; Dadang Supriatna
Syafina Isfi Mutasya Putri ; Dadang Supriatna
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Penegakan Perda Bangunan
Deskripsi Fisik:
12 : ilus
12 : ilus
Nomor Panggil:
363.230 959 811 12 SYA p
363.230 959 811 12 SYA p
Control Number:
INLIS000000001194377
INLIS000000001194377
BIB ID:
0010-0226001461
0010-0226001461
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): ketersediaan lahan yang terbatas serta harga
tanah di Kota Banda Aceh yang relative tinggi menyebabkan pendatang tidak mampu
mendirikan bangunan sehingga terpaksa mendirikan bangunan tanpa memiliki izin atau
yang dikenal dengan bangunan liar dilokasi yang bukan seharusnya, seperti bantaran
sungai, bahu jalan serta dilingkungan pasar tradisional guna untuk tempat tinggal
ataupun usaha. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah tentang Persetujuan Bangunan
Gedung oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif,
dan menggunakan teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan
dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini
yaitu Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh telah
menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik namun hasil yang dicapai belum
maksimal yang disebabkan oleh beberapa faktor penghambat yaitu 1) terbatasnya
ketersediaan anggaran, 2) terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana serta
kurangnya pemeliharaan dan 3) kurangnya kesadaran masyarakat terhadap Peraturan
Daerah yang berlaku. Kesimpulan: dengan hal ini Satuan Polisi Pamong Praja dan
Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh melakukan peningkatan anggaran dan juga
pemeliharaan sarana dan prasarana, memberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggar
dan peningkatan sosialisasi Peraturan Daerah serta dilakukan pendataan dan pelaporan
yang akurat dan dibuat sistem untuk dinas-dinas terkait secara online agar setiap
bangunan yang ada di Kota Banda Aceh dapat dipantau dengan mudah.
tanah di Kota Banda Aceh yang relative tinggi menyebabkan pendatang tidak mampu
mendirikan bangunan sehingga terpaksa mendirikan bangunan tanpa memiliki izin atau
yang dikenal dengan bangunan liar dilokasi yang bukan seharusnya, seperti bantaran
sungai, bahu jalan serta dilingkungan pasar tradisional guna untuk tempat tinggal
ataupun usaha. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah tentang Persetujuan Bangunan
Gedung oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif,
dan menggunakan teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan
dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini
yaitu Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh telah
menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik namun hasil yang dicapai belum
maksimal yang disebabkan oleh beberapa faktor penghambat yaitu 1) terbatasnya
ketersediaan anggaran, 2) terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana serta
kurangnya pemeliharaan dan 3) kurangnya kesadaran masyarakat terhadap Peraturan
Daerah yang berlaku. Kesimpulan: dengan hal ini Satuan Polisi Pamong Praja dan
Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh melakukan peningkatan anggaran dan juga
pemeliharaan sarana dan prasarana, memberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggar
dan peningkatan sosialisasi Peraturan Daerah serta dilakukan pendataan dan pelaporan
yang akurat dan dibuat sistem untuk dinas-dinas terkait secara online agar setiap
bangunan yang ada di Kota Banda Aceh dapat dipantau dengan mudah.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06224/IPDN/2023 |
363.230 959 811 12 SYA p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194377 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260221105709 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001461 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENEGAKAN PERATURAN DAERAH TENTANG PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH, KOTA BANDA ACEH, PROVINSI ACEH /$c Syafina Isfi Mutasya Putri | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Syafina Isfi Mutasya Putri | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 12 : $b ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12840 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Dadang Supriatna | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 363.230 959 811 12 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 363.230 959 811 12 SYA p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Penegakan Perda Bangunan | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): ketersediaan lahan yang terbatas serta harga tanah di Kota Banda Aceh yang relative tinggi menyebabkan pendatang tidak mampu mendirikan bangunan sehingga terpaksa mendirikan bangunan tanpa memiliki izin atau yang dikenal dengan bangunan liar dilokasi yang bukan seharusnya, seperti bantaran sungai, bahu jalan serta dilingkungan pasar tradisional guna untuk tempat tinggal ataupun usaha. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah tentang Persetujuan Bangunan Gedung oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif, dan menggunakan teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik namun hasil yang dicapai belum maksimal yang disebabkan oleh beberapa faktor penghambat yaitu 1) terbatasnya ketersediaan anggaran, 2) terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana serta kurangnya pemeliharaan dan 3) kurangnya kesadaran masyarakat terhadap Peraturan Daerah yang berlaku. Kesimpulan: dengan hal ini Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh melakukan peningkatan anggaran dan juga pemeliharaan sarana dan prasarana, memberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggar dan peningkatan sosialisasi Peraturan Daerah serta dilakukan pendataan dan pelaporan yang akurat dan dibuat sistem untuk dinas-dinas terkait secara online agar setiap bangunan yang ada di Kota Banda Aceh dapat dipantau dengan mudah. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 21 Feb 2026