Detail Katalog

ID: 31159
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS MODEL PENTAHELIX UNTUK PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) KERAJINAN ROTAN DI KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR / Rifki Maulana

Pengarang:
Rifki Maulana ; Kartiwi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Usaha Mikro
Deskripsi Fisik:
9
Nomor Panggil:
338.642 095 981 111 RIF a
Control Number:
INLIS000000001194383
BIB ID:
0010-0226001467
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada peran dan upaya yang
dilakukan oleh kelima dimensi pentahelix dalam mengembangkan UMKM kerajinan rotan di
Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui
bagaimana analisis model pentahelix dalam memasarkan dan mengembangkan UMKM
kerajinan rotan di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Metode: Penelitian ini
merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui
reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: Peran dan upaya yang
dilakukan oleh pihak pemerintah, akademisi, komunitas, bisnis atau swasta dan media terkait
pemasaran dan pengembangan UMKM kerajinan rotan ini sudah berjalan dengan baik. Tetapi,
ada beberapa faktor yang menyebabkan UMKM kerajinan rotan ini kurang berkembang yaitu
kurangnya semangat serta kefokusan dari pelaku usaha kerajinan rotan untuk merintis usahanya
agar berkembang, kurangnya modal yang diberikan oleh pemerintah, kurangnya mitra kerja
pemerintah untuk membantu melaksanakan program dari pemerintah, kemudian kurangnya
kesadaran pelaku usaha kerajinan rotan untuk bergabung ke dalam satu wadah yaitu BUMG
agar usahanya lebih berkembang sekaligus mengangkat nama gampong. Kesimpulan:
Pemerintah memberikan modal usaha, pemerintah meningkatkan kegiatan kemitraan, pelaku
usaha harus mempunyai jiwa kewirausahaan yang dibantu oleh pemerintah, pemerintah
membantu gampong untuk membuat BUMG, dan stakeholder bisa ikut partisipatif perihal ini.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06230/IPDN/2023 338.642 095 981 111 RIF a Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194383 1
005 _ _ 20260221114639 2
035 # # $a 0010-0226001467 3
245 1 # $a ANALISIS MODEL PENTAHELIX UNTUK PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) KERAJINAN ROTAN DI KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR /$c Rifki Maulana 4
100 _ # $a Rifki Maulana 5
300 # # $a 9 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12655 7
700 _ # $a Kartiwi 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 338.642 095 981 111 10
084 # # $a 338.642 095 981 111 RIF a 11
650 # 4 $a Usaha Mikro 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada peran dan upaya yang dilakukan oleh kelima dimensi pentahelix dalam mengembangkan UMKM kerajinan rotan di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana analisis model pentahelix dalam memasarkan dan mengembangkan UMKM kerajinan rotan di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: Peran dan upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintah, akademisi, komunitas, bisnis atau swasta dan media terkait pemasaran dan pengembangan UMKM kerajinan rotan ini sudah berjalan dengan baik. Tetapi, ada beberapa faktor yang menyebabkan UMKM kerajinan rotan ini kurang berkembang yaitu kurangnya semangat serta kefokusan dari pelaku usaha kerajinan rotan untuk merintis usahanya agar berkembang, kurangnya modal yang diberikan oleh pemerintah, kurangnya mitra kerja pemerintah untuk membantu melaksanakan program dari pemerintah, kemudian kurangnya kesadaran pelaku usaha kerajinan rotan untuk bergabung ke dalam satu wadah yaitu BUMG agar usahanya lebih berkembang sekaligus mengangkat nama gampong. Kesimpulan: Pemerintah memberikan modal usaha, pemerintah meningkatkan kegiatan kemitraan, pelaku usaha harus mempunyai jiwa kewirausahaan yang dibantu oleh pemerintah, pemerintah membantu gampong untuk membuat BUMG, dan stakeholder bisa ikut partisipatif perihal ini. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 21 Feb 2026
Export