Detail Katalog

ID: 31208
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGATASI KONFLIK SOSIAL PERANG ANTARA SUKU LANNY JAYA DAN SUKU NDUGA DI KABUPATEN JAYAWIJAYA PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN / Harishanty Lintang Auliasari Wijaya

Pengarang:
Harishanty Lintang Auliasari Wijaya ; Liauw, Gasper
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Penyelesaian Konfilik
Deskripsi Fisik:
11
Nomor Panggil:
303.690 959 881 61 HAR p
Control Number:
INLIS000000001194432
BIB ID:
0010-0226001516
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tanah Papua adalah salah satu daerah
yang masih sering muncul berbagai permasalahan sosial. Salah satunya adalah
konflik sosial perang suku yang bisa timbul dari aspek budaya, politik, ekonomi
maupun sosial. Perang suku yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya pada 8 Januari
2022 lalu terjadi antara Suku Lanny Jaya dan Suku Nduga, sebagaimana dirilis
berita pagi RRI Wamena tanggal 9 Januari 2022 pukul 06.30 WIT bahwa penyebab
utamanya yaitu keterlambatan pembayaran mas kawin yang merembet hingga ke
pembunuhan. Inilah yang menjadi dasar penelitian, serta peran pemerintah daerah
dalam mengatasi konflik sosial perang antara Suku Lanny Jaya dan Suku Nduga di
Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan: Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik sosial perang suku dan
mengetahui peran pemerintah daerah dalam mengatasi konflik sosial perang antara
Suku Lanny Jaya dan Suku Nduga di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua
Pegunungan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti
menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data-data yang ada
dianalisis dengan mengumpulkan data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan.
Hasil/temuan: Hasil dari penelitian ini adalah penyebab perang suku yaitu
pembayaran mas kawin dari pihak laki-laki (Suku Nduga) yang belum lunas kepada
pihak perempuan (Suku Lanny Jaya) dalam jangka waktu yang disepakati,
penculikan pihak perempuan (Suku Lanny Jaya) oleh pihak laki-laki (Suku Nduga)
dan balas dendam sebagai akibat pihak laki-laki (Suku Nduga) yang dibunuh oleh
pihak perempuan (Suku Lanny Jaya). Kesimpulan: Peran pemerintah daerah yaitu
melakukan komunikasi yang efektif dalam bentuk koordinasi dengan unsur
forkopimda untuk menyelesaikan perang suku antara Suku Lanny Jaya dan Suku
Nduga, perang suku diselesaikan secara adat yaitu dengan membayar denda berupa
uang dan babi sebagai simbol adat dan pemerintah daerah menerima ide masyarakat
dengan penandatanganan surat pernyataan perdamaian.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06279/IPDN/2023 303.690 959 881 61 HAR p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194432 1
005 _ _ 20260221112508 2
035 # # $a 0010-0226001516 3
245 1 # $a PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGATASI KONFLIK SOSIAL PERANG ANTARA SUKU LANNY JAYA DAN SUKU NDUGA DI KABUPATEN JAYAWIJAYA PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN /$c Harishanty Lintang Auliasari Wijaya 4
100 _ # $a Harishanty Lintang Auliasari Wijaya 5
300 # # $a 11 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12535 7
700 _ # $a Liauw, Gasper 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 303.690 959 881 61 10
084 # # $a 303.690 959 881 61 HAR p 11
650 # 4 $a Penyelesaian Konfilik 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tanah Papua adalah salah satu daerah yang masih sering muncul berbagai permasalahan sosial. Salah satunya adalah konflik sosial perang suku yang bisa timbul dari aspek budaya, politik, ekonomi maupun sosial. Perang suku yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya pada 8 Januari 2022 lalu terjadi antara Suku Lanny Jaya dan Suku Nduga, sebagaimana dirilis berita pagi RRI Wamena tanggal 9 Januari 2022 pukul 06.30 WIT bahwa penyebab utamanya yaitu keterlambatan pembayaran mas kawin yang merembet hingga ke pembunuhan. Inilah yang menjadi dasar penelitian, serta peran pemerintah daerah dalam mengatasi konflik sosial perang antara Suku Lanny Jaya dan Suku Nduga di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik sosial perang suku dan mengetahui peran pemerintah daerah dalam mengatasi konflik sosial perang antara Suku Lanny Jaya dan Suku Nduga di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data-data yang ada dianalisis dengan mengumpulkan data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Hasil/temuan: Hasil dari penelitian ini adalah penyebab perang suku yaitu pembayaran mas kawin dari pihak laki-laki (Suku Nduga) yang belum lunas kepada pihak perempuan (Suku Lanny Jaya) dalam jangka waktu yang disepakati, penculikan pihak perempuan (Suku Lanny Jaya) oleh pihak laki-laki (Suku Nduga) dan balas dendam sebagai akibat pihak laki-laki (Suku Nduga) yang dibunuh oleh pihak perempuan (Suku Lanny Jaya). Kesimpulan: Peran pemerintah daerah yaitu melakukan komunikasi yang efektif dalam bentuk koordinasi dengan unsur forkopimda untuk menyelesaikan perang suku antara Suku Lanny Jaya dan Suku Nduga, perang suku diselesaikan secara adat yaitu dengan membayar denda berupa uang dan babi sebagai simbol adat dan pemerintah daerah menerima ide masyarakat dengan penandatanganan surat pernyataan perdamaian. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name