Detail Katalog
ID: 31244Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA DI DESA TOPUTO KECAMATAN PANIAI TIMUR KABUPATEN PANIAI PROVINSI PAPUA / Herlina Fina Tatogo
Pengarang:
Herlina Fina Tatogo ; Andi Masrich
Herlina Fina Tatogo ; Andi Masrich
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Administrasi Keuangan
Deskripsi Fisik:
8 hlm
8 hlm
Nomor Panggil:
352.409 598 812 1 HER i
352.409 598 812 1 HER i
Control Number:
INLIS000000001194468
INLIS000000001194468
BIB ID:
0010-0226001552
0010-0226001552
Catatan
Permasalahan: Desa diberikan kewenangan sesuai kebutuhan dan prioritas desa, secara keseluruhan
sumber pendapat desa digunakan untuk mendanai seluruh kewenangan untuk mengatur dan mengurus kewenangan tersebut. Peraturan Bupati Paniai No 19 Tahun 2019 tentang pembagian dan penetapan alokasi dana desa untuk setiap kampung di paniai. Dalam Pasal 3 Ayat 1 Dimana Dalam Pembagian Dan Desa Harus Dilakukan menggunakn asas merata dimana setiap kampung diberikan alokasi dana desa yang sama. Dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di desa Toputo masih terdapat beberapa permasalahan salah satunya Masih kurangnya pemerataan dalam penyaluran alokasi dana desa di desa toputo kecamatan paniai timur kabupaten paniai. Tujuan: Penelitian ini menganalisis bagaimana kebijakan Alokasi Dana Desa untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari implementasi Alokasi Dana Desa tersebut diukur dengan 4 model variabel yang didasari pada indikator teori Edward III yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Kebijakan ini bertujuan agar (ADD) bisa digunakan dengan baik dan benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif metode deskriptif dengan melakukan wawancara terhadap informan di desa Toputo distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai. Hasil Temuan: Hasil dari penelitian ini pada indikator Komunikasi merupakan bagian penting untuk menilai keberhasilanpelaksanaan suatu kebijakan. Karena komunikasi akan memberikan pengaruh terhadap penerimaan dari pelaksana. Kedua
Sumber daya, yaitu menunjuk setiap kebijakan harus didukung oleh sumber daya yang memadai, baik sumber daya manusia maupun sumber daya finansial. Ketiga Disposisi menunjukkan karakteristik yang menempel erat kepada implementor kebijakan/program. Karakter yang paling penting dimilikiimplementor adalah kejujuran, komitmen dan demokratis dan yang terakhir Birokrasi yang bertindak sebagai pelaksana sebuah kebijakan harus dapat mendukung kebijakan yang telah diputuskan secara politik dengan melakukan koordinasi yang baik. Kesimpulan: Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) sudah berjalan sesuai kebijakan yang berlaku, namun target pencapaian masih belum tercapai sebab aparat desa di desa Toputo masih terdapat kekurangan SDM, masih kurangnya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan proses perencanaan. Namun terdapat faktor pendukung yang menunjang pengelolaan ADD tersebut di desa Toputo Kecamatan Paniai Timur Kabupaten Paniai.
sumber pendapat desa digunakan untuk mendanai seluruh kewenangan untuk mengatur dan mengurus kewenangan tersebut. Peraturan Bupati Paniai No 19 Tahun 2019 tentang pembagian dan penetapan alokasi dana desa untuk setiap kampung di paniai. Dalam Pasal 3 Ayat 1 Dimana Dalam Pembagian Dan Desa Harus Dilakukan menggunakn asas merata dimana setiap kampung diberikan alokasi dana desa yang sama. Dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di desa Toputo masih terdapat beberapa permasalahan salah satunya Masih kurangnya pemerataan dalam penyaluran alokasi dana desa di desa toputo kecamatan paniai timur kabupaten paniai. Tujuan: Penelitian ini menganalisis bagaimana kebijakan Alokasi Dana Desa untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari implementasi Alokasi Dana Desa tersebut diukur dengan 4 model variabel yang didasari pada indikator teori Edward III yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Kebijakan ini bertujuan agar (ADD) bisa digunakan dengan baik dan benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif metode deskriptif dengan melakukan wawancara terhadap informan di desa Toputo distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai. Hasil Temuan: Hasil dari penelitian ini pada indikator Komunikasi merupakan bagian penting untuk menilai keberhasilanpelaksanaan suatu kebijakan. Karena komunikasi akan memberikan pengaruh terhadap penerimaan dari pelaksana. Kedua
Sumber daya, yaitu menunjuk setiap kebijakan harus didukung oleh sumber daya yang memadai, baik sumber daya manusia maupun sumber daya finansial. Ketiga Disposisi menunjukkan karakteristik yang menempel erat kepada implementor kebijakan/program. Karakter yang paling penting dimilikiimplementor adalah kejujuran, komitmen dan demokratis dan yang terakhir Birokrasi yang bertindak sebagai pelaksana sebuah kebijakan harus dapat mendukung kebijakan yang telah diputuskan secara politik dengan melakukan koordinasi yang baik. Kesimpulan: Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) sudah berjalan sesuai kebijakan yang berlaku, namun target pencapaian masih belum tercapai sebab aparat desa di desa Toputo masih terdapat kekurangan SDM, masih kurangnya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan proses perencanaan. Namun terdapat faktor pendukung yang menunjang pengelolaan ADD tersebut di desa Toputo Kecamatan Paniai Timur Kabupaten Paniai.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06315/IPDN/2023 |
352.409 598 812 1 HER i |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194468 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260222020116 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001552 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA DI DESA TOPUTO KECAMATAN PANIAI TIMUR KABUPATEN PANIAI PROVINSI PAPUA /$c Herlina Fina Tatogo | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Herlina Fina Tatogo | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 8 hlm | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16392 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Andi Masrich | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 352.409 598 812 1 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 352.409 598 812 1 HER i | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Keuangan | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan: Desa diberikan kewenangan sesuai kebutuhan dan prioritas desa, secara keseluruhan sumber pendapat desa digunakan untuk mendanai seluruh kewenangan untuk mengatur dan mengurus kewenangan tersebut. Peraturan Bupati Paniai No 19 Tahun 2019 tentang pembagian dan penetapan alokasi dana desa untuk setiap kampung di paniai. Dalam Pasal 3 Ayat 1 Dimana Dalam Pembagian Dan Desa Harus Dilakukan menggunakn asas merata dimana setiap kampung diberikan alokasi dana desa yang sama. Dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di desa Toputo masih terdapat beberapa permasalahan salah satunya Masih kurangnya pemerataan dalam penyaluran alokasi dana desa di desa toputo kecamatan paniai timur kabupaten paniai. Tujuan: Penelitian ini menganalisis bagaimana kebijakan Alokasi Dana Desa untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari implementasi Alokasi Dana Desa tersebut diukur dengan 4 model variabel yang didasari pada indikator teori Edward III yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Kebijakan ini bertujuan agar (ADD) bisa digunakan dengan baik dan benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif metode deskriptif dengan melakukan wawancara terhadap informan di desa Toputo distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai. Hasil Temuan: Hasil dari penelitian ini pada indikator Komunikasi merupakan bagian penting untuk menilai keberhasilanpelaksanaan suatu kebijakan. Karena komunikasi akan memberikan pengaruh terhadap penerimaan dari pelaksana. Kedua Sumber daya, yaitu menunjuk setiap kebijakan harus didukung oleh sumber daya yang memadai, baik sumber daya manusia maupun sumber daya finansial. Ketiga Disposisi menunjukkan karakteristik yang menempel erat kepada implementor kebijakan/program. Karakter yang paling penting dimilikiimplementor adalah kejujuran, komitmen dan demokratis dan yang terakhir Birokrasi yang bertindak sebagai pelaksana sebuah kebijakan harus dapat mendukung kebijakan yang telah diputuskan secara politik dengan melakukan koordinasi yang baik. Kesimpulan: Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) sudah berjalan sesuai kebijakan yang berlaku, namun target pencapaian masih belum tercapai sebab aparat desa di desa Toputo masih terdapat kekurangan SDM, masih kurangnya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan proses perencanaan. Namun terdapat faktor pendukung yang menunjang pengelolaan ADD tersebut di desa Toputo Kecamatan Paniai Timur Kabupaten Paniai. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 21 Feb 2026