Detail Katalog
ID: 31272Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN SAMPAH DI KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN / Andi Amalia Tiara Putri
Pengarang:
Andi Amalia Tiara Putri ; Mutia Rahmah
Andi Amalia Tiara Putri ; Mutia Rahmah
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Manajemen Sampah
Deskripsi Fisik:
11
11
Nomor Panggil:
363.728 095 984 792 AND i
363.728 095 984 792 AND i
Control Number:
INLIS000000001194496
INLIS000000001194496
BIB ID:
0010-0226001580
0010-0226001580
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peningkatan jumlah timbulan sampah
dengan rata-rata 62.598,42 ton/thn menjadikan Kabupaten Bulukumba sejak tahun
2019 sampai 2021 tidak pernah lepas dari 3 (tiga) besar daftar kabupaten/kota
penghasil sampah terbesar di Sulawesi Selatan. Selain itu, Kabupaten Bulukumba
hanya memiliki dua unit bank sampah dan satu unit TPS3R, ditambah dengan
pengelolaan sampah baik di bank sampah maupun TPS3R ini masih belum
maksimal. Hal ini yang kemudian mengantarkan peneliti untuk mengetahui apa
faktor pendukung dan penghambat, serta upaya yang dilakukan untuk
mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten
Bulukumba. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
faktor pendukung, penghambat, serta upaya yang dilakukan untuk
mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten
Bulukumba. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan induktif dengan teknik pengumpulan data yang menggunakan
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa dalam proses penanganan sampah di Kabupaten Bulukumba
ada faktor penghambat berupa kesulitan merekrut sumber daya manusia yang
berkompeten dalam penanganan sampah hal ini disebabkan karena masih belum
kondusifnya perspektif masyarakat terhadap pekerjaan yang bersentuhan langsung
dengan sampah sebagai bahan buangan seperti petugas kebersihan dan pengelola
sampah, minimnya pengembangan sumber daya manusia ditandai dengan kurang
memadainya pelaksanaan pelatihan, belum maksimalnya sarana prasarana dalam
penanganan sampah, serta tidak tercukupinya anggaran pelaksana dalam
menunjang keberhasilan proses implementasi kebijakan penanganan sampah.
Terdapat juga faktor pendukung yang mendukung implementasi kebijakan
penanganan sampah seperti adanya pembentukan organisasi berupa Unit
Pelaksana Teknis (UPT) dengan tugas yang jelas dalam membantu proses
penanganan sampah, adanya SOP yang jelas dan sesuai sebagai pedoman
penanganan sampah, serta ketersediaan dan ketetapan penggunaan teknologi yang
tepat dalam memudahkan proses penanganan sampah. Upaya yang dilakukan
untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten
Bulukumba dilakukan dengan memberikan edukasi dan pelatihan secara berkala
kepada masyarakat dan kelompok petugas kebersihan di TPA, memaksimalkan
anggaran biaya operasional dalam proses penanganan sampah, serta meningkatkan
pemeliharaan sarana dan prasarana penanganan sampah. Kesimpulan:
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi kebijakan penanganan
sampah di Kabupaten Bulukumba belum berjalan secara optimal, hal ini ditandai
dengan faktor penghambat yang lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan
faktor pendukungnya. Meskipun begitu dari pihak pemerintah, Dinas Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba, serta dari kelompok masyarakat
dalam hal ini petugas kebersihan dan pekerja di TPA telah berupaya untuk
mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten
Bulukumba.
dengan rata-rata 62.598,42 ton/thn menjadikan Kabupaten Bulukumba sejak tahun
2019 sampai 2021 tidak pernah lepas dari 3 (tiga) besar daftar kabupaten/kota
penghasil sampah terbesar di Sulawesi Selatan. Selain itu, Kabupaten Bulukumba
hanya memiliki dua unit bank sampah dan satu unit TPS3R, ditambah dengan
pengelolaan sampah baik di bank sampah maupun TPS3R ini masih belum
maksimal. Hal ini yang kemudian mengantarkan peneliti untuk mengetahui apa
faktor pendukung dan penghambat, serta upaya yang dilakukan untuk
mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten
Bulukumba. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
faktor pendukung, penghambat, serta upaya yang dilakukan untuk
mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten
Bulukumba. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan induktif dengan teknik pengumpulan data yang menggunakan
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa dalam proses penanganan sampah di Kabupaten Bulukumba
ada faktor penghambat berupa kesulitan merekrut sumber daya manusia yang
berkompeten dalam penanganan sampah hal ini disebabkan karena masih belum
kondusifnya perspektif masyarakat terhadap pekerjaan yang bersentuhan langsung
dengan sampah sebagai bahan buangan seperti petugas kebersihan dan pengelola
sampah, minimnya pengembangan sumber daya manusia ditandai dengan kurang
memadainya pelaksanaan pelatihan, belum maksimalnya sarana prasarana dalam
penanganan sampah, serta tidak tercukupinya anggaran pelaksana dalam
menunjang keberhasilan proses implementasi kebijakan penanganan sampah.
Terdapat juga faktor pendukung yang mendukung implementasi kebijakan
penanganan sampah seperti adanya pembentukan organisasi berupa Unit
Pelaksana Teknis (UPT) dengan tugas yang jelas dalam membantu proses
penanganan sampah, adanya SOP yang jelas dan sesuai sebagai pedoman
penanganan sampah, serta ketersediaan dan ketetapan penggunaan teknologi yang
tepat dalam memudahkan proses penanganan sampah. Upaya yang dilakukan
untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten
Bulukumba dilakukan dengan memberikan edukasi dan pelatihan secara berkala
kepada masyarakat dan kelompok petugas kebersihan di TPA, memaksimalkan
anggaran biaya operasional dalam proses penanganan sampah, serta meningkatkan
pemeliharaan sarana dan prasarana penanganan sampah. Kesimpulan:
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi kebijakan penanganan
sampah di Kabupaten Bulukumba belum berjalan secara optimal, hal ini ditandai
dengan faktor penghambat yang lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan
faktor pendukungnya. Meskipun begitu dari pihak pemerintah, Dinas Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba, serta dari kelompok masyarakat
dalam hal ini petugas kebersihan dan pekerja di TPA telah berupaya untuk
mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten
Bulukumba.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06340/IPDN/2023 |
363.728 095 984 792 AND i |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194496 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260222083701 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226001580 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN SAMPAH DI KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN /$c Andi Amalia Tiara Putri | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Andi Amalia Tiara Putri | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13758 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Mutia Rahmah | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 363.728 095 984 792 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 363.728 095 984 792 AND i | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Manajemen Sampah | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peningkatan jumlah timbulan sampah dengan rata-rata 62.598,42 ton/thn menjadikan Kabupaten Bulukumba sejak tahun 2019 sampai 2021 tidak pernah lepas dari 3 (tiga) besar daftar kabupaten/kota penghasil sampah terbesar di Sulawesi Selatan. Selain itu, Kabupaten Bulukumba hanya memiliki dua unit bank sampah dan satu unit TPS3R, ditambah dengan pengelolaan sampah baik di bank sampah maupun TPS3R ini masih belum maksimal. Hal ini yang kemudian mengantarkan peneliti untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat, serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten Bulukumba. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor pendukung, penghambat, serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten Bulukumba. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif dengan teknik pengumpulan data yang menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses penanganan sampah di Kabupaten Bulukumba ada faktor penghambat berupa kesulitan merekrut sumber daya manusia yang berkompeten dalam penanganan sampah hal ini disebabkan karena masih belum kondusifnya perspektif masyarakat terhadap pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan sampah sebagai bahan buangan seperti petugas kebersihan dan pengelola sampah, minimnya pengembangan sumber daya manusia ditandai dengan kurang memadainya pelaksanaan pelatihan, belum maksimalnya sarana prasarana dalam penanganan sampah, serta tidak tercukupinya anggaran pelaksana dalam menunjang keberhasilan proses implementasi kebijakan penanganan sampah. Terdapat juga faktor pendukung yang mendukung implementasi kebijakan penanganan sampah seperti adanya pembentukan organisasi berupa Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan tugas yang jelas dalam membantu proses penanganan sampah, adanya SOP yang jelas dan sesuai sebagai pedoman penanganan sampah, serta ketersediaan dan ketetapan penggunaan teknologi yang tepat dalam memudahkan proses penanganan sampah. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten Bulukumba dilakukan dengan memberikan edukasi dan pelatihan secara berkala kepada masyarakat dan kelompok petugas kebersihan di TPA, memaksimalkan anggaran biaya operasional dalam proses penanganan sampah, serta meningkatkan pemeliharaan sarana dan prasarana penanganan sampah. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten Bulukumba belum berjalan secara optimal, hal ini ditandai dengan faktor penghambat yang lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan faktor pendukungnya. Meskipun begitu dari pihak pemerintah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba, serta dari kelompok masyarakat dalam hal ini petugas kebersihan dan pekerja di TPA telah berupaya untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan penanganan sampah di Kabupaten Bulukumba. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 22 Feb 2026