Detail Katalog

ID: 31371
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TETAP DAERAH (BANGUNAN) DALAM PENINGKATAN PAD PEMERINTAH KOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR / Mochammad Roihan Allamsyah

Pengarang:
Mochammad Roihan Allamsyah ; Ika Agustina
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Administrasi Publik
Deskripsi Fisik:
11 : ilus
Nomor Panggil:
351.598 286 1 MOC o
Control Number:
INLIS000000001194595
BIB ID:
0010-0326000042
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Kota Surabaya merupakan Kota Metropolitan yang cukup padat, hal ini sejalan dengan permasalahan pengelolaan aset pemerintah Kota Surabaya. BPKAD Kota Surabaya merupakan satuan kerja yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk mengelola keuangan dan aset pemerintah kota Surabaya. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini mengetahui optimalisasi pemanfaatan, faktor penghambat dan upaya BPKAD dalam pemanfaatan aset bangunan yang dikelola oleh BPKAD dalam meningkatkan PAD kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait. Metode : Metode analisis yang digunakan adalah dengan metode deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penelitian ini menggambarkan secara sistematis mengenai fakta, situasi dan aktivitias dari objek yang diteliti. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan yang menghambat optimalisasi pemanfaatan aset tetap bangunan yang dikelola oleh BPKAD Kota Surabaya. Beberapa hambatan tersebut meliputi aset tetap bangunan yang rusak atau dalam kondisi buruk, tidak adanya pengelolaan yang profesional, kurangnya pengawasan atau monitoring, dan belum adanya kerja sama yang optimal dengan pihak swasta. BPKAD dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut, BPKAD dapat melakukan beberapa upaya. BPKAD melakukan perbaikan dan pemeliharaan secara teratur terhadap aset tetap bangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan pengawasan dan monitoring, dan menjalin kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki pengalaman dan sumber daya yang cukup. Kesimpulan : Dengan melakukan upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi pemanfaatan aset tetap bangunan yang dikelola oleh BPKAD Kota Surabaya. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06397/IPDN/2023 351.598 286 1 MOC o Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194595 1
005 _ _ 20260302105757 2
035 # # $a 0010-0326000042 3
245 1 # $a OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TETAP DAERAH (BANGUNAN) DALAM PENINGKATAN PAD PEMERINTAH KOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR /$c Mochammad Roihan Allamsyah 4
100 _ # $a Mochammad Roihan Allamsyah 5
300 # # $a 11 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12670 7
700 _ # $a Ika Agustina 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 351.598 286 1 10
084 # # $a 351.598 286 1 MOC o 11
650 # 4 $a Administrasi Publik 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Kota Surabaya merupakan Kota Metropolitan yang cukup padat, hal ini sejalan dengan permasalahan pengelolaan aset pemerintah Kota Surabaya. BPKAD Kota Surabaya merupakan satuan kerja yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk mengelola keuangan dan aset pemerintah kota Surabaya. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini mengetahui optimalisasi pemanfaatan, faktor penghambat dan upaya BPKAD dalam pemanfaatan aset bangunan yang dikelola oleh BPKAD dalam meningkatkan PAD kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait. Metode : Metode analisis yang digunakan adalah dengan metode deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penelitian ini menggambarkan secara sistematis mengenai fakta, situasi dan aktivitias dari objek yang diteliti. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan yang menghambat optimalisasi pemanfaatan aset tetap bangunan yang dikelola oleh BPKAD Kota Surabaya. Beberapa hambatan tersebut meliputi aset tetap bangunan yang rusak atau dalam kondisi buruk, tidak adanya pengelolaan yang profesional, kurangnya pengawasan atau monitoring, dan belum adanya kerja sama yang optimal dengan pihak swasta. BPKAD dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut, BPKAD dapat melakukan beberapa upaya. BPKAD melakukan perbaikan dan pemeliharaan secara teratur terhadap aset tetap bangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan pengawasan dan monitoring, dan menjalin kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki pengalaman dan sumber daya yang cukup. Kesimpulan : Dengan melakukan upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi pemanfaatan aset tetap bangunan yang dikelola oleh BPKAD Kota Surabaya. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name